Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 37.Bukti


__ADS_3

Tap tap tap…


Kyara melangkah kakinya dengan terburu-buru,setelah mendapat telpon dari bawahannya bahwa Dirman telah sadar dari masa kritisnya.Padahal baru dua hari yang lalu setelah ia mendapati Dirman sedang sekarat dan kini ia telah di nyatakan siuman oleh dokter.Tidak heran memang,penanganan serta pengobatan yang di berikan saja adalah yang terbaik dari segi kedokteran.Tentunya,biaya yang di keluarkan Kyara pun tidak sedikit dan hampir mencapai ratusan juta hanya dalam beberapa hari perawatan.


Begitu ia sampai di ruang rawat Dirman,Kyara langsung di persilahkan masuk oleh dokter untuk menemui Dirman.Karena Dirman sendiri yang meminta Dokter tersebut untuk mempertemukannya dengan orang yang telah menyelamatkan hidupnya.


Begitu Kyara masuk ke dalam ruang rawat tersebut,ia telah di sambut hangat oleh Dirman yang masih berada di ranjang rawatnya.


"Apakah anda yang telah menyelamatkan saya"tanya Dirman dengan raut wajah yang terlihat hampir menangis karena terharu.Ia sebenarnya sudah tahu bahwa sosok yang ada di depannya sekarang adalah orang yang menyelamatkannya.Ia bertanya begitu hanya karena ingin memastikan sendiri dan tidak ingin salah dalam mengenali orang.


Kyara hanya menjawab pertanyaan Dirman dengan anggukkan.Sekarang ini Kyara sedang memakai masker di wajahnya hingga Dirman tak dapat mengenali dirinya.Ia juga tak berniat untuk menunjukkan wajahnya,karena tak ingin repot menjelaskannya kepada Dirman.


Jawaban dari Kyara,membuat air mata Dirman langsung luruh.Ia ingin bangkit dari ranjang lalu bersujud di hadapan Kyara.Namun sebelum itu terjadi,Kyara lebih dulu menghentikan tindakannya.


"Jangan lakukan hal bodoh seperti itu,Pak"


"Saya jauh lebih muda di bandingkan anda"


"Apa anda ingin saya menjadi orang hina"


"Karena sudah membiarkan orang yang lebih tua bersujud di hadapan kaki saya"ucap Kyara dengan nada yang sedikit kesal.Ia heran mengapa orang-orang di sini sangat suka bersujud di hadapan orang lain,seakan mereka tak memiliki harga diri sama sekali.


Dirman yang mendengar perkataan Kyara langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tidak…Justru yang saya lakukan sekarang tidak ada apa-apanya bila di bandingkan dengan apa yang sudah anda lakukan kepada saya"


"Anda telah menyelamatkan hidup saya"


"Seumur hidup,saya akan terus berhutang budi kepada Anda Nyonya"ucap Dirman tulus.Kyara terdiam sejenak menanggapi perkataan Dirman.


"Jika anda memang merasa begitu,maka saya tidak akan sungkan lagi"ucap Kyara kemudian.

__ADS_1


"Pak Dirman,saya ingin anda menyerahkan bukti mengenai kasus menghilangnya Jihan kepada saya"sambung Kyara lagi.Mendengar hal itu wajah Dirman yang awalnya sendu langsung berubah marah seketika.


"Apa kau adalah kaki tangan Deon"Dirman langsung mencurigai Kyara.


"Jika memang itu benar,maka aku lebih baik mati daripada menyerahkan bukti itu"ucap Dirman seraya mengambil pisau buah yang ada di sampingnya dan menodongkannya ke lehernya sendiri.


"Tenanglah Pak Dirman"


"Jangan melakukan hal yang akan merugikan semua orang"


"Saya bukan kaki tangan siapapun"


"Saya adalah seorang detektif yang sedang menangani kasus menghilangnya Jihan"ucap Kyara berbohong.


"Kau pikir aku akan percaya kata-katamu itu"


"Tidak ada yang tahu bahwa aku memiliki bukti itu selain Deon dan Tarso"


"Jika kau memang benar seorang detektif,maka tunjukkan wajah serta identitasmu kepadaku"tantang Dirman kepada Kyara.


Kyara nampak terdiam mendengar perkataan Dirman.


Melihat Kyara yang diam saja membuat Dirman semakin yakin bahwa Kyara adalah orang suruhan Deon.Tanpa pikir panjang Dirman mencoba menusuk pisau itu ke lehernya.


Namun sebelum itu terjadi Kyara lebih dulu mencegatnya.Kyara membuat gerakan memutar dan menendang pisau yang ada di tangan Dirman hingga terjatuh.


Dirman yang mendapat serangan tiba-tiba seperti itu langsung terduduk di lantai karena terkejut.


Setelah memastikan Dirman dalam kondisi aman,Kyara lalu mengunci bergelangan tangan pria paruh baya itu agar tidak melakukan hal berbahaya lagi.


Dirman mencoba berontak,namun karena tubuhnya yang masih terlalu lemah ia tak bisa berbuat apa-apa selain mengumpati Kyara.

__ADS_1


"Dengarkan perkataanku atau kau akan menyesal seumur hidupmu"


"Sekali lagi kukatakan padamu,aku bukan kaki tangan siapa pun"namun Dirman tetap tidak mempercayainya.


Hingga akhirnya Kyara tak ada pilihan lain selain kembali berbohong.


"Pada tanggal ** ** ****, tepatnya hari rabu pagi"


"Saya menemukan sesosok jasad berusia sekitar 20 hingga 30 tahun,tengah mengambang di bantaran sungai besar di hutan xx"


"Ia memiliki ciri-ciri berambut coklat panjang dan bermata biru,serta memakai pakaian berwarna coklat"


"Di tangannya terdapat kertas kecil berisi tulisan dengan bolpen berwarna hitam yang telah luntur"


"Di sekujur tubuhnya terdapat banyak luka lebam dan sebuah peluru berada tepat di jantungnya"ucap Kyara panjang lebar kepada Dirman.


Dirman nampak terkejut mendengar penjelasan Kyara.Dirman ingat bahwa ia memang menulis surat dan mengikatkannya di tangan Jihan waktu itu.Saat itu Tarso pun melihatnya melakukan itu,namun Tarso tidak tahu warna bolpen yang ia gunakan.Jadi,sudah pasti bahwa yang di katakan Kyara adalah benar.Namun Dirman masih merasa ragu akan hal itu.


Melihat keterdiaman Dirman membuat Kyara sedikit ragu apakah Dirman mempercayai kebohongannya itu.


Kyara akhirnya memutuskan untuk pergi saja dari ruangan itu meninggalkan Dirman yang masih terdiam di tempatnya.Ia memilih pergi untuk mencari cara lain agar Dirman mau mempercayainya.


Di saat Kyara melangkah kakinya menuju pintu,tiba-tiba terdengar Dirman yang bergumam kepadanya.


"Akasia"Kyara menoleh ke arah Dirman dengan raut wajah bingung mendengar perkataannya.


"Aku mengubur bukti itu di bawah pohon Akasia"jelas Dirman kepada Kyara.


Kyara yang mendengar itu lalu tersenyum di balik maskernya.


"Terimakasih"ucap Kyara tulus kepada Dirman.

__ADS_1


__ADS_2