Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 18.Mengelola


__ADS_3

Tok tok tok…


Deon tersentak kaget,ia langsung menjauhkan wajahnya dari Kyara.


'Astaga…Apa yang aku lakukan'Deon mengusap wajahnya kasar begitu sadar bahwa ia hampir saja mencium Kyara.


Tok tok tok…


Ketukan pintu kembali terdengar.Deon beranjak dari tempat duduknya untuk melihat siapa yang sedari tadi terus mengetuk pintu.


"Daddy"ternyata pelaku si pengetuk pintu adalah putranya sendiri.


"Astaga Revan…Daddy kira kau orang lain"


"Mengapa kau tidak langsung masuk saja,pintunya tidak di kunci"ucap Deon sembari menggendong putranya itu lalu membawanya pergi dari sana.Ia tak ingin Revan menjadi khawatir saat tahu bahwa Kyara sedang terluka sekarang.Mengingat Revan yang begitu dekat dengan Kyara pasti hal itu akan terjadi.


Revan terlihat menggeleng.


"No Dad"

__ADS_1


"Bibi Kyara bilang itu tidak sopan"Deon terlihat manggut-manggut.Apa yang di katakan Revan memang benar,seandainya saja Revan langsung masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu tadi.Mungkin putranya itu akan memergoki dirinya yang hampir saja mencium Kyara tadi.Di tambah saat itu Kyara sedang tidak memakai penyamarannya,mungkin Revan akan salah mengira bahwa Kyara adalah Jihan.


"Oh ya…Daddy sedang apa di sana?"


"Ruang rawat Mommy kan ada di atas dan bukan di situ"tanya Revan kepada Deon yang terlihat langsung salah tingkah.


"Aa…Itu…Teman Daddy juga sedang di rawat di sini"


"Jadi…Daddy kesana untuk menjenguknya"sebisa mungkin ia mencari alasan yang pas untuk menjawab pertanyaan putranya itu.Revan hanya ber oh ria mendengar perkataan Daddynya itu.Setelah itu tak ada pembicaraan lagi di antara keduanya hingga mereka sampai di ruang rawat Monica.Sebenarnya Deon ingin bertanya kepada putranya itu, mengapa ia bisa sampai menemukan dirinya yang saat itu sedang berada di ruang rawat lain.Namun ia lebih memilih mengurungkan niatnya itu,karena yang terpenting untuk sekarang ialah menyembunyikan kondisi Kyara dari Revan.


Kembali ke ruang rawat Kyara.


Kyara terlihat bangun dari pembaringannya,terlihat ia yang menghela nafa lega.


"Kalau tidak,mungkin aku sudah menghabisi bajingan itu"


"Berani-beraninya dia menyentuhku"


"Aku harus membersihkan diri sekarang,aku tak ingin tubuhku terinfeksi virus buaya darat"Kyara bergidik jijik setelah mengucapkan hal itu.Ia lalu beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri seperti yang barusan ia katakan.

__ADS_1


Sehabis mandi Kyara memilih untuk pulang,ia tak ingin menghabiskan waktu berlama-lama di rumah sakit,ia benci bau obat-obatan.Tapi sebelum pergi,ia lebih dulu memberitahu Deon akan kepulangannya.Meski awalnya Deon tak setuju,namun dengan berbagai alasan ia berhasil menyakinkan pria itu.Kyara juga meminta cuti selama seminggu dengan alasan untuk menghindari Monica,Deon juga mengijinkannya,anggap saja sebagai balasan permintaan maaf untuk Kyara atas apa yang di lakukan oleh Monica terhadapnya.


Setelah mendapat persetujuan dari Deon,Kyara langsung meluncur pulang menuju vilanya,karena sudah lama ia tak pergi kesana.Padahal libur tempo hari yang lalu,ia ingin pergi kesana untuk menenangkan pikiran.Namun siapa yang menyangka Monica ternyata mengikutinya dan membuatnya harus menunda rencananya tersebut.


Sebelum ia sampai ke vila,ia lebih dulu singgah kesebuah bangunan terbengkalai yang terletak tak jauh dari vilanya.Bangunan itu adalah tempat di mana ia menyiksa Monica.Dan ya…Kyaralah sosok misterius yang menyiksa Monica hingga tak sadarkan diri tempo hari yang lalu.


Kyara masuk ke dalam bangunan tersebut.Bau anyir darah seketika masuk ke indera penciumannya.Namun bukannya merasa jijik Kyara justru merasakan tubuhnya relaks seketika.


"Haahh…Aroma darah dari orang berhati busuk memang yang paling menakjubkan"


"Sayang sekali aku harus membersihkannya untuk menghilangkan jejak"


"Cih…Seandainya saja aku bisa menyimpan aroma darah ini selamanya"Kyara merungut kesal.Katakanlah bahwa dirinya memang aneh karena menyukai aroma anyir darah manusia.Sebenarnya ia tak menyukai aromanya melainkan ia menyukai sensasi cara mendapat aroma darah tersebut.Jujur saja,di dalam hatinya ada perasaan rindu untuk kembali melakukan pekerjaannya dulu sebagai pembunuh bayaran.Namun ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melakukan pekerjaan itu lagi.Jadi sekarang ia hanya bisa menyimpan semua kenangan itu di benaknya.


Banyak yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang psikopat.Namun itu tidak benar karena ia masih memiliki belas kasih dan perasaan.Hanya saja ia lebih mengedepankan logika di banding perasaan,dan mungkin karena itulah mengapa ia tak pernah berbelas kasih kepada target-target pembunuhannya.


Selasai membersihkan jejak darah Monica dari bangunan tersebut,Kyara langsung pergi menuju vilanya.Dan sesampainya di sana Kyara langsung masuk ke sebuah ruangan yang terletak di bagian bawah tanah vila tersebut.


Itu adalah ruangan tambahan yang ia buat untuk melakukan pekerjaan rahasianya.Awalnya tempat itu hanya ruang bawah tanah biasa untuk menyimpan barang-barang lama. Dan Kyara memilih tempat itu untuk melakukan pekerjaannya,walau sebenarnya ia tak perlu membuat tempat seperti itu.Karena hanya dengan sebuah komputer ia sudah bisa melakukan banyak hal.Lagi pula di vila tersebut tak ada seorang pun selain dirinya hingga ia bisa bebas melakukan apapun yang ia inginkan tanpa khawatir ketahuan orang lain.Namun sekali lagi itu terserah pada dirinya,toh ia merasa nyaman-nyaman saja.

__ADS_1


Malam harinya Kyara di sibukkan dengan beberapa pekerjaan lagi.Kali ini ia sedang meneliti tentang perusahaan keluarga Louis.


Sebenarnya perusahaan keluarga Louis sudah bangkrut setelah kematian dari kakek Jihan,Edward Louis.Perusahan tersebut mengalami gulung tikar yang di sebabkan karena kebocoran informasi milik perusahaan yang di lakukan oleh seseorang yang telah berhianat.Karena kebocoran informasi tersebut banyak perusahaan lain yang menjadi hal itu sebagai kesempatan untuk mencuri informasi perusahaan Louis.Sebagai perusahan yang sangat terkenal dan berjaya tentu saja banyak memiliki pesaing yang juga bergerak di bidang yang sama yaitu bidang tekstil dan juga safir.Jika biasanya satu perusahan hanya mengembangkan satu bidang,maka beda halnya dengan perusahaan Louis yang mampu bergerak di dua bidang sekaligus.Namun sayang,perusahaan sebesar itu harus kandas di tengah-tengah ketenarannya yang sedang memuncak.


__ADS_2