
Keesokan harinya,Kyara memilih untuk pergi berjalan-jalan keluar.Walau sebenarnya luka-luka di tubuhnya belum sembuh itu tak membuat Kyara menghentikan niatnya untuk mencari hiburan di luar sana.Menurutnya ini adalah waktu yang tepat untuknya menikmati hidup setelah banyaknya pekerjaan yang ia kerjakan akhir-akhir ini.Memang,di kehidupan yang dulu atau pun sekarang,ia tak pernah lagi menikmati yang namanya liburan meski hanya sekedar berjalan-jalan atau berkeliling kota.Padatnya jadwal pekerjaan menjadi pemicu kesibukannya itu.
Sebagaimana perempuan kebanyakan,Kyara lebih dulu bersiap-siap sebelum pergi.Kali ini ia memakai pakaian atasan berupa jaket bomber hitam yang di padukan dengan kaus putih untuk bagian dalamnya.Dan jeans hitam panjang serta sepatu kets putih untuk bawahannya membuat penampilannya terlihat tomboy namun tetap styles.Untuk bagian rambut Kyara lebih memilih di gerai saja untuk menambah kesan bebas dan juga berani.Bagian wajah ia beri sedikit sentuhan make up untuk menutupi beberapa lebam dan luka yang terlihat,juga untuk menyamarkan wajahnya agar tidak ada yang mengenalinya nanti.Bagaimanapun juga hampir semua orang di seluruh negri pasti mengenali wajah Jihan yang saat ini masih dinyatakan menghilang.
Setelah selesai bersiap-siap Kyara langsung meluncur menggunakan Motor sport hitam yang baru saja ia beli beberapa waktu yang lalu.
Kyara memutuskan untuk pergi berkeliling kota seharian.Sebenarnya ia bisa saja pergi liburan ke luar negri dengan uang yang ia miliki,namun mengingat banyaknya pekerjaan membuat Kyara tak bisa pergi jauh untuk beberapa waktu ke depan.
Dalam waktu setengah hari Kyara telah pergi ke banyak tempat di kota itu.Dan kini adalah waktunya untuk makan siang dan beristirahat sebelum melanjutkan kembali acara jalan-jalannya.
Kyara memilih pergi sebuah restoran perancis yang cukup terkenal dan bisa di bilang restoran berbintang 5.Sebenarnya Kyara ingin pergi ke restoran seafood,namun mengingat tubuh Jihan memiliki alergi terhadap makanan laut membuatnya tak bisa pergi kesana.Sangat berbanding terbalik dengan dirinya dulu yang begitu menyukai makanan yang berbahan dasar hewan laut.
Kyara memasuki restoran tersebut dengan langkah tenang.Banyak mata menatap takjub ke arahnya yang terlihat sangat mempesona meski dengan tampilan yang terkesan tomboy itu.Tak sedikit dari para wanita yang memandang cemburu ke arahnya.Namun Kyara tak menghiraukan mereka sama sekali,ia tetap tenang berjalan menuju ke sebuah meja yang terlihat kosong.
Beberapa saat setelah ia duduk,seorang pelayan terlihat menghampirinya untuk mencatat menu pesanannya.
Seporsi Langue de boeuf menjadi pilihan Kyara untuk makan siang.
(Langue de boeuf adalah makanan khas perancis yang berbahan dasar lidah sapi yang di masak dengan campuran rempah-rempah yang khas)
__ADS_1
Kyara juga memesan Crepes sebagai makanan penutup dan Teh madu sebagai minumannya.
Setelah mencatat semua pesanan Kyara,pelayan tersebut dengan sigap pergi untuk menyiapkan pesanannya.
Tak membutuhkan waktu lama menunggu,hidangan yang Kyara pesan telah tiba.Kyara menikmati makanannya dengan tenang dan terlihat sangat anggun di mata orang-orang yang melihatnya.Banyak yang mengira Kyara adalah anak seorang pengusaha setelah melihat betapa anggunnya Kyara menyantap hidangannya.Mungkin kalian mengira Kyara bisa seperti itu karena ingatan Jihan.Kenyataan sebenarnya Jihan bukanlah orang yang suka pergi ke restoran untuk sekedar makan atau ikut menemani Deon saat berbisnis.Jihan adalah tipe gadis yang lebih memilih menghabiskan waktu di rumah,mungkin karena sejak kecil ia lebih sering menghabiskan waktu di rumah daripada di luar.
Pesona Kyara memang benar-benar mampu membuat semua orang jatuh hati hanya dengan memandangnya saja.Hal itu juga berlaku kepada seorang pria tampan yang sedari tadi terus memperhatikannya.
Ia adalah Jeno Hilden,seorang pengusaha yang bukan hanya terkenal sukses namun juga tampan.
Jeno terus memperhatikan Kyara tanpa memalingkan pandangan sama sekali,seakan-akan takut Kyara akan menghilang saat ia berpaling meski hanya sebentar.
Jiwa playboynya seketika meronta-ronta menatap Kyara yang terlihat sangat cantik di matanya.Jeno ingin menghampiri Kyara,namun mengingat ia telah berstatus sebagai seorang suami membuat dirinya hanya bisa memandamg Kyara dari kejauhan.Ia tak ingin sampai ada berita yang tidak mengenakkan tentangnya,yang menyebut dirinya memiliki skandal dengan banyak perempuan cantik.Ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada perusahaannya jika sampai berita seperti itu tersebar ke publik.Terlebih istrinya memiliki hubungan keluarga dengan Vincent Abelano yang merupakan investor terbesar perusahaannya.Jika sampai ia ketahuan bermain api,bukan hanya perusahaan,mungkin ia bisa saja kehilangan nyawanya.
Setelah selesai makan siang Kyara kembali peneruskan perjalanannya.Kali ini ia berpikir ingin pergi ke sebuah danau yang terletak di daerah pinggiran kota.Dan itu akan menjadi tujuan akhirnya untuk hari ini.
Perjalanan menuju danau tersebut memakan waktu yang cukup lama karena jaraknya yang cukup jauh dari pusat kota.Kyara sampai di sana disaat matahari hampir menuju peraduannya.
Udara sore hari yang hangat dan juga suasana yang tenang dan sunyi membuat Kyara merasa sangat damai.
__ADS_1
Kyara merebahkan tubuhnya di rerumputan hijau,matanya terpejam membiarkan angin sore menerpa wajahnya dengan lembut.Suasana seperti ini sangat sulit untuk di cari di daerah perkotaan dan Kyara merasa sangat beruntung menemukan tempat ini.
Srak srak…
Terdengar seperti suara langkah kaki berjalan di remputan dan sedang menuju ke arahnya.Namun itu tak membuat Kyara harus memasang posisi waspada,karena ia tak merasakan niat buruk dari orang tersebut.
"Tidak menyangka kita akan bertemu lagi,Nona"ucap orang tersebut begitu sampai di samping Kyara.Ia adalah Vincent Abelano.
Kyara terlihat menoleh ke arahnya.Sosok pria tampan yang memiliki wajah campuran indo-belanda,berambut coklat terang dengan netra berwarna hijau lumut yang begitu menawan.Jika tak mengenal sifat aslinya,mungkin orang itu akan mengira bahwa Vincent adalah sosok yang periang dan juga hangat.Karena penampilannya yang terlihat santai dan lembut itu.
Kyara hanya diam tak berniat menjawab perkataan pria itu.Ia kembali memejamkan matanya seakan Vincent tak ada di sana.
Sadar bahwa dirinya di abaikan tak membuat Vincent tersinggung sama sekali.Karena sifat seperti inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari perempuan tersebut.
"Bolehkah aku duduk di sampingmu?"lagi-lagi Kyara hanya diam.Namun bagi Vincent itu adalah tanda persetujuan dari Kyara.
"Hmm…Aku ingin tahu,kapan kau aka mengembalikan mobilku?"perkataannya seakan ia memang benar-benar menanyakan keberadaan mobilnya,padahal niat sebenarnya ia hanya ingin berbicara dengan gadis yang sudah mencuri hatinya itu.
"Hmm…Berikan alamatmu"
__ADS_1
"Aku akan mengirimnya besok"perkataannya singkat namun begitu bermakna bagi Vincent.
Setelah berminggu-minggu mencari,akhirnya Vincent bisa bertemu kembali dengan sosok perempuan yang telah membuatnya jatuh cinta,meski pertemuan pertama mereka tidak berjalan baik.Dan ia juga tak menyangka niatnya untuk bersantai di tepi danau membuat ia tak sengaja bertemu pujaan hatinya itu.Dan ini adalah kesempatan emas baginya untuk berkenalan dengan gadis tersebut.