
Beberapa bulan semenjak kejadian itu,hubungan keluarga kami berubah menjadi dingin dan canggung.Bukan kami.Melainkan hanya diriku yang merasa begitu.Nyatanya,ayah,ibu dan Stella terlihat baik-baik saja, seakan kejadian pertengkaraan waktu itu tidak pernah terjadi sama sekali.
Mungkin mereka masih bisa menganggap bahwa kejadian itu hanyalah masalah sepele.Tapi,aku tidak bisa begitu.Karena dari kejadian itu akulah yang paling di rugikan di sini.
Selainkan karena uang saku milikku yang di potong oleh orangtuaku,aku juga harus kehilangan hadiah dari kekasihku.Dan karena aku tidak pernah memakai hadiah itu lagi,kekasihku berpikir bahwa aku tidak menghargai pemberiannya hingga membuat kami bertengkar dan akhirnya kami pun berpisah.
Saat aku mendengar ayah dan ibu akan memotong uang sakuku,aku pikir mereka hanya menggertak saja.Tapi ternyata mereka benar-benar melakukannya.
Dan karena hal itu aku pun mengalami kesulitan dalam keuangan.Padahal uang saku yang biasa di berikan oleh kedua orangtuaku sudah sangat pas-pasan untuk seorang mahasiswi sepertiku.
Mau tak mau aku pun memutuskan untuk bekerja paruh waktu di kafe milik temanku selama masa hukumanku berakhir.Akan tetapi,sepertinya Tuhan tidak ingin aku merasa tenang sedikitpun.
Tepat satu bulan sebelum hukumanku berakhir,perusahaan yang di kelola oleh ayahku mengalami penurunan harga saham.Hal itu membuat perusahaan yang sudah berdiri selama berpuluh-puluh tahun itu pun terancam gulung tikar.Ayah terpaksa melakukan berbagai penghematan kebutuhan pemasaran produk dan juga kebutuhan kami sekeluarga agar tetap bisa mempertahankan perusahaan itu.Dan tentu saja ayah kembali memotong uang sakuku sepenuhnya.Aku hanya bisa diam memendam kekesalan yang ada di hatiku kepada Ayah.
Walaupun Ayah sudah melakukan berbagai cara penghematan agar perusahaan itu tetap bertahan dari ancaman bangkrut,ternyata hal itu belum cukup untuk menutupi kerugian yang ada.Hingga Ayah harus mencari cara lain yaitu dengan cara mencari investasi dari perusahaan lainnya.
Dan di sinilah awal puncak kebencianku semakin menjadi.
Ayah memutuskan untuk menjodohkanku dengan salah satu anak dari pemilik perusahaan itu.Perjodohan itu adalah syarat dari mereka jika ingin mereka memberikan dana investasi di perusahaan ayah.
Tentu saja aku langsung menolak hal itu.Apa tidak cukup mereka membuatku menderita karena ketidakadilan mereka selama ini.Dan kini mereka ingin aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai.Aku sudah tidak bisa menerimanya lagi.
__ADS_1
Mendengar penolakan dariku,tentu saja ayah merasa sangat marah.Namun ia masih menahan amarahnya dan mencoba membujukku dengan lembut.Ia bahkan sampai membujukku dengan menceritakan seluruh kelebihan yang di miliki oleh calon suamiku itu.
Leonardo Louis adalah nama yang tidak asing di telingaku.Tentu saja,dia adalah seorang pewaris sah dari keluarga Louis.Dan ia juga merupakan teman dekat dari mantan kekasihku.Jadi setelah aku mendengar namanya di sebut sebagai calon suamiku tentu saja aku merasa sangat terkejut.
Leonardo adalah seorang pria yang tampan.Bukan hanya tampan namun ia juga terkenal sangat jenius.Bahkan saat di kampus ia menjadi pria yang sangat populer.
Bisa di bilang jika aku adalah primadona bagi para lelaki,maka Leonardo adalah primadona bagi para gadis.
Tak sedikit dari para mahasiswa dan mahasiswi di kampus yang sering menjodoh-jodohkan kami.Karena mereka mengira bahwa kami berdua adalah pasangan yang sempurna.
Meski sering di sebut begitu,kami tidak akrab sama sekali.Bahkan untuk saling berbicara dan menyapa pun tidak pernah.Interaksi kami berdua hanya sebatas tatapan tak sengaja saat berpapasan.Karena memang pada dasarnya kami sama-sama tidak tertarik antara satu sama lain.
Di saat aku dan ayah saling berdebat.Tiba-tiba Stella datang di hadapan kami dan menawarkan diri untuk menggantikanku.Saat itu kulihat wajah Stella yang berbinar bahagia setelah mendengar bahwa yang datang melamar adalah Leonardo.
Namun untuk pertama kalinya aku mendengar sesuatu yang tidak pernah di ucapkan oleh Ayah kepada Stella selama ini, yaitu,penolakan.Ayah menolak usulan dari Stella untuk menggantikanku.Selain karena usia Stella yang masih terlalu muda,alasan lain adalah karena Leonardo hanya ingin di jodohkan denganku.
Kulihat wajah Stella berubah syok setelah mendengar penolakan dari ayah.Sepertinya ia tidak pernah menyangka bahwa ayah yang selalu mengabulkan permintaannya kini justru bertindak sebaliknya.
Melihat wajah syok dari Stella aku justru merasa sangat senang.Akhirnya ada saat di mana aku melihat kekecewaan terpatri jelas di wajahnya.Ingin sekali rasanya aku mentertawakan kondisi Stella saat ini juga.
Namun hanya melihat wajahnya yang seperti itu aku belum merasa puas sama sekali.Aku mengingin hal yang lebih lagi.
__ADS_1
Saat itulah tercetus ide di otakku untuk menerima tawaran perjodohan itu.Ayah yang mendengar jawabanku tentu saja merasa sangat senang.Ia sampai berterima kasih kepadaku bahkan sampai memanjakan diriku.
Sekarang posisiku dan Stella sudah berbanding terbalik.Kini giliranku yang berada di posisi Stella dan Stella yang berada si posisiku.
Sebulan setelah aku menerima perjodohanku,acara pernikahan pun di laksanakan.
Seperti acara pernikahan pada umumnya,acara berjalan dengan lancar dan sangat meriah.Semua orang merasa bahagia atas pernikahanku dan juga Leonardo.
Ya…Semua orang bahagia kecuali Stella.Aku dapat melihat raut penuh kecemburuan di wajahnya melihat diriku.
Tatapan kami bertemu.Aku melayangkan senyum mengejek ke arahnya.Bagaimana rasanya Stella?
Menyakitkan bukan.
Wajah Stella langsung berubah merah padam melihat senyumanku.Tangannya terkepal kuat seakan ia ingin menghabisiku saat itu juga.Melihat ekspresinya yang menatapku seperti itu bukannya merasa takut,aku justru semakin gencar menggodanya.Hingga membuat Stella semakin marah dan akhirnya memilih pergi dari acara pernikahanku saat itu juga.
Setelah acara pernikahanku berakhir,aku langsung di boyong ke kediaman Louis.Karena sekarang aku adalah bagian dari keluarga itu.Tak seperti perkiraanku sebelumnya, ternyata keluarga Louis menyambutku dengan sangat baik.Bahkan ibu mertuaku sangat memanjakanku seperti anak kandungnya sendiri.Aku benar-benar di perlakukan dengan sangat baik di sana terutama oleh suamiku.Leonardo benar-benar memperlakukan layaknya seorang ratu.Dia sangat menyayangiku dan selalu mengabulkan apapun yang kuinginkan.Bahkan ia menyetujui keinginanku yang ingin menunda kehamilan karena aku masih ingin mengejar pendidikan.Tentu saja keputusanku itu juga di terima baik oleh mertuaku.
Ternyata keputusanku untuk menerima perjodohan itu adalah keputusan yang sangat tepat.Aku sangat bahagia sekarang.
Akan tetapi,kebahagian itu tak bertahan lama,semenjak kematian mendadak kedua orangtuaku…
__ADS_1