Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 44.Acara penobatan


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu oleh semua orang pun akhirnya tiba.Hari di mana akan di adakannya acara penobatan pewaris sebuah keluarga ternama dan juga akan menjadi hari di mana di selenggarakannya undian besar-besar terkait saham perusahaan Abelano yang akan di berikan kepada orang yang beruntung.Memang sudah menjadi tradisi setiap sepuluh tahun sekali di keluarga Abelano,akan di adakan sebuah undian di mana nama para peserta akan di pilih secara acak dan siapa yang terpilih akan mendapatkan saham perusahaan sebanyak 20 persen dan akan berlaku selama 10 tahun kontrak.


Karena itulah banyak dari para pengusaha lain yang sangat menantikan hari itu.Terlebih keluarga Abelano adalah keluarga terkaya kedua di dunia dan sudah pasti kekayaan yang di miliki oleh keluarga itu tentu saja sangatlah banyak.


Bahkan terkadang pewaris keluarga Abelano juga akan memilih pendamping mereka lewat acara tersebut.Mereka bebas memilih siapa yang di rasa layak menjadi pasangan mereka.Tak ada batasan apapun untuk mereka dalam memilih pasangan,asalkan seseorang yang terpilih itu mau menerima lamaran dari si pemilih.


Meskipun di beri kebebasan bukan berarti keluarga itu sembarangan dalam memilih pasangan.Mereka juga memiliki kriteria masing-masing dan yang paling di utamakan adalah pendamping yang mereka pilih haruslah berasal dari keluarga baik-baik.


Dan karena hal itu juga,terkadang banyak dari kalangan keluarga manapun yang salah mengartikan kebebasan yang di maksud.Tak jarang dari mereka mencoba merayu atau menggoda para muda-mudi dari keluarga Abelano dengan tujuan yang tidak baik.Dan nasib mereka selalu berakhir tragis di tangan keluarga itu.Karena itulah keluarga Abelano bukan hanya di kagumi, melainkan juga di takuti oleh orang-orang di negara itu.


Di sisi lain,terlihat Vincent telah siap dengan penampilannya,ia memakai setelan jas berwarna coklat gelap lalu di padukan dengan kemeja berwarna hitam tanpa dasi.Tak lupa sepatu pantofel berwarna hitam sebagai pelengkap penampilannya.


Vincent keluar dari kamarnya lalu berjalan pergi menuju ruang pesta.


Tepukan tangan dari para tamu yang datang terdengar riuh serta sorotan kamera para wartawan sesaat setelah ia melangkahkan kakinya turun dari tangga.


Vincent lalu berjalan menuju ke arah sang kakek dan para tetua dari keluarga Abelano yang telah menunggu kehadirannya sedari tadi.


Tak ada ekspresi apapun di wajahnya selain tampangnya yang terlihat datar melebihi sebuah papan tripleks yang baru saja di poles.Ia bahkan tak menghiraukan sama sekali tatapan memuja dari para gadis yang begitu terpesona dengan ketampanannya.


Dan ekspresinya yang terkesan datar saat ini, sebenarnya berasal dari kekesalan hatinya karena tak berhasil menemukan keberadaan Kyara.Padahal ia sudah melakukan segala cara untuk bisa menemukan pujaan hatinya itu,namun semua usahanya selalu berakhir sia-sia.Bak mencari jarum di tumpukan jerami adalah pepatah yang sangat tepat untuk menggambarkan kesulitan yang sedang di alami oleh Vincent sekarang.Di tambah sang kakek yang selalu mengejeknya karena kegagalan yang terjadi secara berulang-ulang membuat kekesalannya semakin memuncak.


Dan di waktu yang sama terlihat Deon dan juga Monica yang memasuki ruang pesta dengan bergandengan layaknya pasangan suami istri pada umumnya.Di belakang mereka terlihat Daniel yang begitu setia mengikuti langkah mereka.Meski terlihat sangat tenang,Daniel tak menampik bahwa dirinya sedang sangan cemburu sekarang.Namun ia tak bisa apa-apa selain memandang punggung Monica yang saat ini sedang berada di hadapannya.


Tatapan penuh penghinaan serta kata penuh ejekan mereka dapatkan dari orang di sekitarnya.Tidak heran memang selama beberapa waktu terakhir ini keluarga Anderson telah di jadikan bahan ejekan karena berita kontroversinya yang telah beredar hampir di seluruh negri.Keluarga Anderson juga mendapat julukan sebagai keluarga penuh drama karena banyaknya masalah yang di timbulkan oleh keluarga itu.


Deon dan Monica hanya bisa menebalkan wajah dan menulikan telinga mereka mendengar ejekan orang-orang kepada mereka berdua.


Dalam hati mereka berdua sama-sama mengutuk orang-orang yang telah mengejek mereka.Mereka berjanji akan membalas penghinaan itu berkali-kali lipat.Hal yang sama juga di rasakan oleh Daniel,terlebih yang di hina adalah wanita yang ia cintai.Namun sekali lagi ia tak bisa melakukan apapun selain diam,karena bagaimana pun juga apa yang terjadi sekarang merupakan pilihan dari Monica sendiri.


"Perhatian semuanya"suara serak khas dari seorang pria yang telah berusia lebih dari setengah abad,membuat perhatian semua orang yang awalnya sedang terfokus kepada sang cucu langsung beralih kepadanya.


"Selamat malam dan terima kasih untuk kehadiran kalian di acara pesta penobatan cucuku yaitu Vincent Abelano"ucap tuan besar Abelano sambil menepuk pundak sang cucu yang sedang berada di sampingnya.


"Kalian pasti telah mengenal cucuku ini"

__ADS_1


"Umurnya sudah cukup dewasa untuk memegang kendali atas seluruh bisnis dan kekayaan dari keluarga Abelano"


"Dan tak perlu berlama-lama lagi"


"Kita mulai acara penobatannya"tepukan riuh terdengar di seluruh tempat acara.


Tuan besar Abelano memanggil ketua pelayan yang di tugaskan untuk memegang benda pusaka turunan dari keluarga Abelano berupa sebuah cincin perak yang memiliki ukiran dua ekor naga di dalamnya.Cincin itu lalu di serahkan kepada Vincent untuk di pakai.


Setelah memakai cincin tersebut,tuan besar Abelano menyuruh Vincent untuk membuka pakaian bagian atasnya untuk memberi tanda.Ia lalu menempelkan sebuah besi panas yang memiliki bentuk menyerupai naga ke bahu Vincent.


Para tamu yang melihatnya seketika meringis membayangkan rasa sakit yang di rasakan oleh Vincent sekarang.


Namun berbeda dengan Vincent,ia bahkan tak terlihat seperti orang yang sedang kesakitan.Bahkan wajahnya terlihat tak berekspresi sama sekali,seakan besi panas yang menempel di kulitnya bukanlah apa-apa.


Setelah satu menit kemudian,barulah besi panas itu di angkat dari tubuhnya,lalu bagian yang terkena tempelan besi itu di beri semacam bubuk ramuan untuk meredakan luka bakar,ramuan itu juga berfungsi sebagai pewarna alami hingga luka bakar itu terlihat seperti sebuah tato berbentuk naga.


Sebenarnya mereka bisa saja menggunakan cara biasa untuk membuat tato,namun kesakralan ritual akan berkurang jika mereka melakukannya.


Usai melakukan ritual itu,tuan besar Abelano kembali menyampaikan pidatonya kepada para tamu.


"Sama seperti sepuluh tahun yang lalu,kami akan memberikan saham sebanyak 20 persen kepada perusahaan yang beruntung dan akan berlaku selama 10 tahun kontrak"


"Jadi,bagi siapapun yang mengingin kesempatan ini"


"Silahkan untuk menulis nama perusahaan kalian pada sebuah bola yang telah tersedia di ujung sana dan memasukkannya ke dalam tabung besar"setelah mendengar penjelasan dari tuan besar Abelano.Banyak dari para tamu yang di dominasi oleh para pengusaha langsung berebutan mengambil bola dan menulis nama perusahasn mereka.Tentu saja Deon juga melakukan hal yang sama.Jika ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan 20 persen saham itu,bukan hanya menyelamatkan perusahaannya yang hampir bangkrut tapi ia juga bisa mengembangkannya menjadi lebih besar lagi.


"Vincent,bagaimana dengan gadismu itu,apa kau sudah menemukannya?"sangat terdengar jelas nada penuh ejekkan si setiap kata-katanya.


Vincent hanya mendengus tanpa berniat membalas pertanyaan itu.Ia lebih memilih menenggak winenya daripada harus meladeni ejekan berkedok pertanyaan dari sang kakek.


Tuan besar Abelano terlihat terkekeh geli karena telah berhasil menggoda Vincent.Memang akhir-akhir ini menggoda sang cucu telah menjadi hobi barunya.


"Selamat malam untuk tuan besar dan tuan muda Abelano"sapaan dari seseorang membuat keduanya menoleh.


"Oh…Elena,bagaimana kabarmu nak"tanya tuan besar Abelano kepada wanita yang bernama Elena tadi.

__ADS_1


"Aku sangat baik kakek"


"Bagaimana dengan kakek"ucapnya balik bertanya dengan nada ramah.


"Aku juga baik"jawab balas tuan besar Abelano tak kalah ramah.


Lalu tatapan Elena beralih ke arah Vincent yang nampak tak memperdulikan sama sekali keberadaannya.


"Hai Vin…"sapanya kepada Vincent.


"Hmm…"Vincent hanya berdehem singkat membalas sapaannya.Dan itu membuat Elena merasa sangat kesal karena merasa di abaikan oleh pujaan hatinya itu.Meski begitu ia hanya bisa memendam kekesalannya itu tanpa bisa mengungkapkannya.


"Jangan di ambil hati"


"Dia memang seperti itu dari kecil"


"Sudahlah,kita lupakan si patung batu itu"


"Di mana suamimu Jeno?"


"Apakah dia tidak datang?"tanya tuan besar Abelano kepada Elena.


"Jeno sedang berada di luar negeri sekarang"


"Sebenarnya ia ingin datang kesini tapi tiba-tiba saja ada urusan mendadak yang harus segera di selesaikan"jawan Elena.Tuan besar Abelano terlihat manggut-manggut mendengar penjelasan dari keponakan menantunya itu.


"Baiklah kalau begitu"


"Silahkan menikmati pestanya,kakek ingin berbincang dengan para tetua dulu"Elena hanya mengangguk mengiyakan.


Lalu tuan besar Abelano beranjak pergi menuju tempat yang ia maksud meninggalkan Vincent dan juga Elena.


Okey…Sampai di sini dulu…


Jangan lupa tinggalkan like dan komentnya ya…

__ADS_1


Follow juga ig author @queena_lu_1212 untuk mendapatkan informasi kapan author update😉


__ADS_2