Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 07.Menjalankan Rencana


__ADS_3

Satu minggu berlalu cukup cepat setelah Jihan di nyatakan menghilang.Banyak hal yang terjadi di kediaman Anderson.Para wartawan dari berbagai media senantiasa mengelilingi kediaman keluarga yang di kenal masyarakat luas sebagai salah satu keluarga terkaya di negara tersebut.Bukan hanya itu,para wartawan juga mengerumuni kediaman dari ibunya Jihan yaitu Steffy.


Dengan penuh derai air mata,ia mengucapkan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Anderson di depan seluruh media dan juga meminta keluarga Anderson untuk membantunya mencari keberadaan putrinya itu.Karena baginya,sejahat-jahatnya Jihan di mata semua orang,ia masihlah putrinya yang sangat ia sayangi.Begitulah yang di katakan oleh Steffy di depan kamera,sangat berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya.Nyatanya alasannya ia ingin mencari keberadaan Jihan adalah warisannya yang di tinggalkan oleh keluarga louis untuk putrinya itu.Karena tanpa tanda tangan dari Jihan,ia tak bisa mendapatkan semua warisan tersebut.


Terus-terusan di kejar oleh para awak media membuat Deon sedikit kelimpungan.Ia tak menyangka berita tentang kejadian yang menimpa keluarganya bisa di ketahui oleh orang luar.Padahal ia sudah menyuruh semua orang untuk menutup mulut mereka,tapi tetap saja berita itu bisa menyebar keluar bahkan menjadi berita utama bulan ini.Belum lagi Revan yang terus-terusan merengek mencari keberadaan Jihan setelah bangun dari masa kritisnya,membuat Deon semakin frustasi.Di tambah Monica yang pergi keluar negri untuk mengobati kakinya yang mengalami cedera cukup parah akibat hantaman batu yang sangat keras,membuat dia harus menjaga Revan seorang diri,karena anaknya menolak di rawat oleh siapapun kecuali dirinya dan Jihan.Walaupun ada Monica, Deon sedikit ragu apakah Revan mau bersama dengannya.Karena dari kecil Revan hanya dekat dengannya atau Jihan.Kadang ia merasa bingung,siapa sebenarnya ibu kandung Revan.Namun saat kejadian Revan yang keracunan tempo hari telah membuat dirinya sadar.Bahwa darah lebih kental daripada air.


Sadar bahwa dirinya tidak bisa terus- terusan menjaga Revan,Deon memutuskan untuk mencari pengasuh baru.Namun sayangnya dari banyak kandidat yang melamar tak satu dari mereka di terima keberadaannya oleh Revan.


"Revan…Kau mau pengasuh yang seperti apa?"


"Sudah banyak Nani yang datang kemari untuk mengasuhmu"


"Tapi semuanya selalu kau usir"


"Daddy tidak bisa menemanimu setiap saat nak"


"Daddy harus pergi bekerja"ucap Deon setengah putus asa.


"Huhuhu…"


"Aku hanya mau di asuh aunty Jihan"


"Aunty Jihan itu sangat sayang kepadaku"


"Dia sudah berjanji mau membawaku ke karnaval"ucap Revan sambil menangis.


"REVAN JANGAN KERAS KEPALA"


"JIKA KAU MASIH TERUS SEPERTI INI"


" DADDY TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MENGUNCI MU DI DALAM KAMAR"Kesal karena putranya terus memanggil nama Jihan,membuat Deon tanpa sadar membentak Revan hingga membuat tangis putranya itu semakin menjadi.


"Huhuhu…"


"DADDY JAHAT…"ucap Revan sembil berlari pergi meninggalkan Deon yang terlihat menyesal dengan perkataannya.


Deon mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


"Tuan Deon"terdengar seorang pelayan memanggil namanya.


"Ada apa?"tanya Deon tanpa menoleh ke arah pelayan tersebut.


"Ada seorang perempuan datang melamar untuk menjadi pengasuh tuan muda"


"Apa saya harus menyuruhnya masuk tuan"tanya pelayan itu.


"Tentu saja"

__ADS_1


"Suruh dia masuk sekarang"perintah Deon.


"Baik Tuan"jawabnya patuh.Terlihat ia membungkukkan badannya di depan Deon sebelum ia pergi.


Tak berselang lama pelayan itu telah kembali membawa seorang perempuan yang di sebut sebagai pelamar.


Deon menatap perempuan itu dari atas hingga bawah.Jika di lihat dari penampilannya,tak ada yang menarik sama sekali,bahkan terkesan cupu dan kampungan.Bagaimana tidak,perempuan itu memakai rok hitam panjang dan kemeja merah yang perpaduannya tidak cocok sama sekali.Belum lagi rambut panjangnya yang di kepang dua dan juga gigi tonggos yang di milikinya.Membuatnya sungguh tidak enak untuk di pandang.Dalam hati Deon berkata,bagaimana bisa ada makhluk sejelek ini di dunia.Dari sisi penampilan dan paras perempuan tersebut sangatlah jauh dari seleranya,namun satu hal yang membuat Deon sedikit tertarik pada perempuan tersebut,ia memiliki mata berwarna ungu yang sangat menawan.


"Apa tujuanmu bekerja di sini?"tanya Deon tanpa basa-basi.


"Karena uang tuan"jawaban dari perempuan itu mampu membuat Deon terkikik.


"Jawaban yang sangat realistis"


"Baiklah jika kau bisa membujuk putraku"


"Maka kau akan ku terima bekerja di sini"mendengar penuturan dari Deon, perempuan itu terlihat mengangguk dengan semangat.


"Baik tuan"


"Saya akan melakukannya dengan sangat baik"Deon merasa sedikit terhibur melihat antusiame perempuan itu.Ia lalu memerintahkan pelayan untuk mengantarkan perempuan itu ke kamar Revan.


Sesampainya di kamar Revan,pelayan meninggalkan perempuan itu untuk membujuk Revan sendiri.


Tok tok tok…


Karena tak jawaban sekali,perempuan itu langsung membuka pinta kamar tersebut yang rupanya tidak di kunci.


"Revan"Revan yang mendengar suara yang sangat ia rindukan memanggil namanya,membuat ia langsung menoleh dengan wajah yang gembira.


"Aunty Ji…"ucapan Revan terhenti saat ia tahu bahwa yang memanggilnya bukanlah Jihan melainkan orang lain.Senyuman di wajahnya pun langsung menghilang berganti dengan raut wajah yang sangat kesal.


"Siapa kau?"


"Mau apa kau ke kamarku?"ucap Revan dengan nada penuh ketidaksukaan.


"Perkenalkan namaku Kyara"


"Aku akan menjadi Nani barumu"ucapnya dengan nada lembut dan penuh kasih sayang sangat mirip dengan nada dan gaya bicara Jihan.Dan itu hampir membuat Revan luluh namun ia langsung tersadar.


"Aku sudah bilang pada Daddy, aku tidak mau pengasuh baru"


"Aku hanya mau aunty Jihan"


"Hanya aunty Jihan huaaa…"tangisannya terdengar nyaring hingga membuat Kyara spontan memeluk Revan.


"Sssttt…Anak baik tidak boleh menangis"

__ADS_1


"Kalau menangis nanti air matanya akan habis"


"Jika habis akan di ganti dengan air garam"


"Uuhh…Itu akan sangat perih"ucapan Kyara mampu menghentikan tangisan Revan.


"Benarkah itu?"tanya Revan dengan polosnya,Kyara langsung mengangguk.


"Kalau begitu aku tidak akan menangis lagi"


"Aku tidak mau air mata ku di ganti dengan air garam"Revan langsung mengelap air matanya yang sempat mengalir.Sedangkan Kyara merasa ingin tertawa melihat kepolosan Revan.


"Jadi sekarang apa Nani boleh tau kenapa Revan menangis?"tanya Kyara lembut.


"Aku sangat merindukan aunty Jihan"


"Ayah bilang aunty Jihan pergi karena dia sudah tidak menyayangiku lagi"


"Itu semua bohong"


"Aunty Jihan tidak mungkin meninggalkanku"


"Aunty pasti di culik oleh orang jahat"ucap Revan dengan wajah serius namun perkataannya terkesan sangat polos dan itu semakin menambah keimutan pada wajahnya.Hampir saja Kyara kehilangan kendali untuk tidak mencubit pipi Revan yang terlihat sangat menggemaskan itu.


"Sepertinya aunty Jihan itu sangat baik ya"


"Buktinya Revan sangat menyayangi aunty Jihan"Revan langsung mengangguk penuh antusias.


"Bukan hanya baik,aunty Jihan juga cantik"


"Dia juga suka menceritakan banyak dongeng"


"Aunty Jihan itu yang terbaik"ucap Revan sambil mengacungkan kedua jempolnya di hadapan Kyara.


"Tapi sekarang aunty Jihan sudah di culik oleh orang jahat"


"Dan tidak ada yang mau menolongku untuk mencari aunty"raut wajah Revan kembali berubah sendu setelah mengatakannya.


"Begini saja,bagaimana kalau Nani membantumu untuk mencari aunty Jihan"ucap Kyara kepada Revan dan langsung di sambut baik oleh anak itu.


"Benarkah Nani akan membantuku?"tanya Revan memastikan,Kyara hanya mengangguk tanda mengiyakan.


"Tapi Revan harus menerima Nani untuk bekerja di sini"


"Tentu saja…"


"Ayo kita kebawah untuk memberi tahu Daddy"ajak Revan dengan penuh antusiasme.

__ADS_1


Sedangkan Kyara terlihat menyeringai puas.


'Hehehe…Rencana pertamaku berjalan lancar'


__ADS_2