
Jangan baca episode ini saat makan…
Kyara berjalan mendekat ke arah tembok,lalu merapatkan telinganya ke dinding.Samar-samar kembali terdengar suara rintihan seseorang di balik tembok tersebut.
"Sudah kuduga,ada seseorang di balik dinding ini"
"Tapi,siapa yang di kurung di dalam sini?"tanya Kyara pada diri sendiri.
"Aku harus mencari cara untuk bisa membuka dinding ini"
"Pasti ada pintu tersembunyi di sekitar sini"Kyara mencoba meraba-raba tembok yang ada di hadapannya.Namun ia tak berhasil menemukan apapun.
"Tak ada apapun di sini"Kyara nampak gusar.Ia tak menemukan adanya tuas atas tombol rahasia apapun di dinding tersebut.
Kyara melirik jam yang ada di tangan kirinya,sekitar satu jam lagi efek obat bius itu akan segera hilang.Ia tak memiliki banyak waktu untuk terus berada di sana.Namun Kyara tak berpikir untuk menyerah secepat itu.Ia kembali meraba dinding tersebut,kali ini ia hanya menggunakan tangan kosong.
Kyara mengeryitkan keningnya.Ia merasa dinding bagian sebelah kiri terasa lebih tebal di bandingkan dinding bagian lainnya.
Kyara langsung menyorot senternya ke bagian tersebut.Jika di lihat lebih teliti lagi,bagian tersebut seperti baru saja di cor dan di cat.Dan bagian yang baru di cat tersebut memiliki bentuk hampir mirip dengan pintu.
Kyara yang menyadari hal tersebut,langsung mencoba menghancurkan dinding itu menggunakan linggis yang ada di sana.
Dengan keahlian yang Kyara miliki,ia berhasil menghancurkan tembok tersebut hanya dengan tiga kali pukulan.
Dan benar saja,terdapat sebuah pintu masuk di balik tembok tersebut.Kyara langsung menendang pintu itu hingga hancur.
Hal pertama yang lihat di sana adalah setumpuk makanan yang sudah membusuk dan kotoran manusia yang hampir memenuhi lantai ruangan.Kyara menutup hidungnya karena merasa mual mencium aroma busuk yang ada ruangan itu.Meski begitu Kyara tak memiliki niatan untuk kembali sebelum ia berhasil mencari tahu asal suara misterius tersebut.
__ADS_1
Kyara berjalan dengan perlahan menyusuri ruangan itu,ia terus menyorot senternya ke berbagai sisi hingga senternya menyorot ke arah sebuah tumpukan kain yang terlihat bergerak.
Spontan Kyara langsung menyibak kain tersebut dan nampaklah seorang pria yang terlihat sedang sekarat.Tubuhnya terlihat kurus kering serta pucat karena tak mendapatkan cukup nutrisi dan cahaya matahari.Bukan hanya itu,di beberapa bagian tubuhnya terdapat banyak darah yang mengering serta luka yang sudah terinfeksi.
Kyara menyorotkan senternya ke arah wajah pria tersebut.Betapa terkejutnya Kyara begitu ia mengenali wajah dari pria tersebut.
"Pak Dirman"Lirih Kyara sambil menatap tak percaya bahwa orang yang terkurung di sana adalah Dirman.Dirman yang hingga sekarang keberadaannya tak di ketahui ternyata sedang di kurung di kediaman Anderson.Dan lebih parahnya adalah Dirman bukan hanya sekadar si kurung di sana,melainkan ingin di bunuh secara perlahan.
Kyara langsung mencoba memapah Dirman dan membawanya keluar dari gudang tersebut.Namun karena tubuh Dirman terlalu lemah untuk berjalan, Kyara cukup kesulitan memapahnya.Akhirnya ia lebih memilih untuk menggendong Dirman.
Sebelum ia keluar dari gerbang,ia terlebih dahulu menghubungi seseorang untuk menjemputnya.Kyara akan membawa Dirman ke rumah sakit untuk di rawat.Melihat Dirman di kurung seperti tadi,Kyara menyakini bahwa pria paruh baya itu memiliki suatu bukti hingga membuat Deon ingin menyingkirkannya,dan Kyara yakin itu masih berhubungan dengan kematian Jihan.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Keesokan harinya….
Prang…
"Bagaimana bisa Dirman kabur dari dalam sana"
"Aku sudah memblokir semua pintu keluar dari ruangan itu"
"Aku sangat yakit pasti ada orang yang sudah membantunya untuk keluar"Deon menggebrakkan tangannya ke atas meja.
"Dan kau Tarso"
"Kenapa kau bisa lengah hingga tidak menyadari adanya penyusup yang masuk"
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang kau lakukan tadi malam haah…"Deon memelototi Tarso dengan tajam,ia benar-benar marah sekarang.
Tarso terlihat menunduk,ia tak berani menjawab pertanyaan dari Deon.Bagaimana pun hal itu terjadi memang karena kesalahannya.
"Aaarrggghhh…"Deon berteriak kencang guna melampiaskan emosinya.Ia begitu frustasi karena banyaknya masalah yang terjadi akhir-akhir ini.Ia sudah cukup pusing dengan masalah perebutan saham dan sekarang,Dirman selaku saksi kunci kematian Jihan pun berhasil melarikan diri.
"Aku tidak mau tahu"
"Kau harus menemukan keberadaan Dirman secepatnya"tunjuk Deon masih dengan ekspresi marah ke arah Tarso.
"Temukan Dirman lalu habisi dia"
"Aku beri kau waktu selama satu minggu untuk mencarinya"
"Jika dalam waktu satu minggu kau tak berhasil menemukannya"
"Maka aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang sama seperti Dirman"ucap Deon dalam.
Tarso yang mendengar ancaman tuannya itu hanya bisa menelan salivanya susah payah.
"B-baik tu-tuan"Tarso hanya bisa menurut meski sebenarnya ia merasa enggan.Sebenarnya ia tak masalah jika hanya di suruh untuk mencari saja.Namun Deon juga menyuruhnya untuk menghabisi Dirman.Meski Tarso tak menyukai Dirman,namun tak pernah sekalipun ia berpikir untuk menghabisi mantan rekannya itu.Dan bahkan sekarang ia menyesal karena sudah menghianati Dirman.Seandainya saja ia tak mengadukan Dirman kepada Deon waktu itu,mungkin ia tak akan pernah berada di situasi sulit seperti sekarang.Dan apa yang terjadi padanya sekarang pun tak luput dari keegoisannya sendiri.
Flashback…
Saat itu adalah hari yang paling menegangkan dalan hidup kami berdua.Kami terpaksa melakukan pekerjaan kotor demi kelangsungan hidup kami sendiri.Kami mengikuti perintah Tuan Deon untuk membuang jasad nyonya Jihan.Sebenarnya Dirman mengusulkan untuk mengubur jasad Nyonya Jihan.Tapi aku menolaknya karena aku tak ingin tambah repot harus menggali tanah di saat cuaca sedang hujan lebat.Mendengar penolakanku,Dirman hanya bisa diam.Aku tahu ia merasa sangat sedih karena kematian Nyonya Jihan.Bagaimana pun juga Nyonya Jihan sangatlah baik kepada kami berdua.Tapi di saat aku mengetahui Nyonya Jihan meracuni tuan muda,di saat itulah aku merasa bahwa kebaikan yang selalu di tunjukan Nyonya kepada kami adalah palsu.Dan karena itulah aku tak merasa iba sama sekali saat aku mendorong jasadnya ke dalam sungai.Justru aku merasa sangat bangga karena sudah ikut membantu menyingkirkan mayat wanita jahat itu.
Hingga beberapa hari kemudian.Pernyataan mengejutkan dari Dirman,membuatku merasa menjadi seorang penjahat yang sangat kejam.
__ADS_1
Dirman mengatakan kepadaku,bahwa ia memiliki bukti bahwa Nyonya Jihan tak bersalah sama sekali atas keracunan yang menimpa tuan muda.Aku tak tahu bukti seperti apa yang Dirman maksudkan.Tapi,jika sampai bukti tersebut sampai kepada polisi maka aku pun akan ikut terseret.Aku tak mau jika harus masuk penjara.
Dan di saat Dirman mengajakku ke kantor polisi untuk menyerahkan bukti tersebut.Aku langsung menolaknya dengan alasan takut.Hingga akhirnya Dirman memutuskan untuk pergi ke kantor polisi seorang diri.