Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 67.Hari persidangan


__ADS_3

Deon terlihat sudah rapi dengan kemeja putih dan juga celana hitam panjang yang membalut tubuhnya.


Hari ini adalah hari persidangan mengenai keputusan hakim tentang hukuman yang akan di berikan kepada Monica,atas kejahatan percobaan pembunuhan dan juga fitnah kepada Jihan.Dan Deon di panggil oleh pengadilan sebagai saksi utama atas kejadian tersebut.


Monica masuk ke dalam ruang persidangan dengan kepala yang menunduk.Di sampingnya terlihat seorang pengacara yang akan menjadi pendampingnya untuk membantunya mengurangi hukuman yang akan di berikan kepadanya.


Terdengar suara riuh dari para saksi-saksi yang hadir saat melihat kedatangan Monica.Tak sedikit dari mereka terdengar mengucapkan berbagai kata sumpah serapah yang di tujukan kepada wanita itu.


Keriuhan yang terjadi di dalam ruang persidangan itu tidak berlangsung lama setelah ketua hakim memukul palunya memberi isyarat kepada para saksi untuk segera diam.


Monica lalu di perintahkan oleh kepala hakim untuk duduk di kursi khusus bagi para tersangka kejahatan.


Setelah membaca seluruh bukti atas kejahatan yang di lakukan oleh Monica.Tanpa berlama-lama lagi hakim itu langsung membacakan hukuman yang akan di berikan kepada Monica.


"Monica Devanka Anderson"


"Anda telah terbukti sebagai pelaku percobaan pembunuhan terhadap anak tunggal dari saudara Deon Anderson,yaitu Revanio Anderson"


"Dan juga melakukan perbuatan fitnah terhadap saudari Jihana Michella Louis"


"Anda juga di dakwa telah memalsukan identitas orangtua asli dari Revanio Anderson"


"Dan sesuai pasal yang berlaku di negara ini"

__ADS_1


"Nyonya Monica Devanka Anderson akan di jatuhi hukuman penjara seumur hidup atau yang paling ringan adalah kurungan penjara selama dua puluh tahun atas kasus percobaan pembunuhan,di sertai denda sebanyak lima belas milyar"


"Dan untuk kasus kedua dan ketiga"


"Hukuman yang di berikan yaitu tambahan penjara selama tujuh tahun dan juga denda tambahan sebesar lima milyar"Monica langsung tersentak mendengar hukuman yang di berikan kepadanya.Ia tidak menyangka bahwa hukumannya akan seberat itu.


Dan tentu saja pengacara yang mendampingi Monica langsung mengajukan keberatan.Ia meminta ketua hakim mengurangi hukuman yang di berikan kepada kleinnya tersebut.


Meskipun ia sedikit kesulitan untuk melakukannya,karena bagaimanapun juga kejahatan di lakukan oleh kleinnya itu merupakan kejahatan yang cukup berat.Di tambah para saksi yang tidak setuju dengan usulannya membuat hal itu semakin sulit saja.


Akan tetapi setelah pengacara itu memberikan beberapa alasan dan juga bukti-bukti yang sedikit membantu kleinnya itu.Akhirnya ketua hakim menyetujui pengurangan hukuman terhadap Monica dan hanya memberikan hukuman selama dua puluh lima tahun penjara di sertai denda sebanyak sepuluh milyar.Keputusan itu juga sudah di setujui oleh beberapa pihak termasuk Deon sendiri.Deon yang beralasan bahwa ia sudah memaafkan perbuatan Monica menjadi salah satu pemicu utama dari pengurangan hukuman tersebut.


"Baiklah"


"Nyonya Monica Devanka Anderson hanya akan di beri hukuman berupa dua puluh lima tahun penjara di sertai denda sebanyak sepuluh milyar"ucapan ketua hakim terdengar menggema di seluruh ruangan persidangan bersamaan dengan suara tiga ketukan palu sebagai penanda bahwa hukuman telah di tetapkan.


Banyak dari para saksi yang hadir terdengar mendengus singkat karena merasa tidak puas dengan hukuman yang di berikan kepada Monica.Tak sedikit dari mereka nampak mencibir Deon yang begitu mudah memaafkan perbuatan wanita itu.


Walaupun mereka merasa sangat keberatan,tetapi mereka tidak bisa melakukan apapun selain mematuhi keputusan dari ketua hakim.


Deon menghela napas lega setelah mendengar putusan pengadilan.Dia lega bukan karena hakim memberikan pengurangan tahanan kepada Monica.Tetapi ia merasa lega karena Monica benar-benar menepati janjinya untuk tidak membocorkan rahasia mengenai kematian Jihan.Awalnya ia merasa khawatir Monica akan membocorkannya setelah mendengar vonis berat yang di berikan oleh hakim.Namun hingga persidangan berakhir,Monica tidak mengatakan apapun dan hanya diam saja mendengar keputusan persidangan.


Dalam hati Deon mengejek kebodohan Monica yang begitu patuh dengan perkataannya.Karena kenyataannya Deon tidak benar-benar ingin membantu atau bekerjasama dengan wanita itu.

__ADS_1


Ajakan kerjasamanya itu hanya umpan semata agar Monica mau menutup mulutnya.Deon juga tidak benar-benar akan menutupi kecurangan yang Monica lakukan terhadap undian saham keluarga Abelano.Dan setelah dari persidangan Monica,ia akan pergi menyerahkan bukti tersebut kepada keluarga Abelano.


Kalian pasti bingung mengapa Deon berani berbuat seperti itu, padahal Monica bisa saja akan membongkar rahasianya nanti saat tahu bahwa ia telah di tipu oleh Deon.


Jawabannya hanya satu…Usia Monica tidak akan bertahan lama sampai esok hari.


Apa kalian masih ingat dengan kue coklat yang di berikan oleh Deon kepada Monica waktu itu?Kue itu memiliki kandungan racun di dalamnya.


Dan tak seperti racun sebelumnya,racun kali ini memiliki efek yang jauh lebih mengerikan.Saking mengerikannya racun itu bisa membunuh penggunanya hanya dalam beberapa hari tanpa meninggalkan efek apapun.Atau dengan kata lain orang tidak akan tahu bahwa orang itu mati karena racun.


Kinerja dari racun itu adalah ia akan berubah menjadi gumpalan lemak yang akan menyumbat pembuluh darah penggunanya secara perlahan-lahan.Dan hasil dari penyumbatan pembuluh darah itu ialah serangan jantung mendadak di sertai pendarahan pada otak yang berakibat kematian.


Deon sangat yakin Monica telah memakan kue pemberiannya waktu itu.Apalagi saat Deon melihat Monica yang diam saja sedari tadi,membuat ia semakin yakin bahwa racun itu mulai bereaksi.


Deon terlihat menyunggingkan seringai tipis di bibirnya.Satu masalahnya kini sudah teratasi dengan mudahnya.


Di saat Deon sudah merasa bahwa dirinya berhasil menjalankan rencana liciknya untuk menyingkirkan Monica.Tiba-tiba saja sebuah hal tidak terduga terjadi begitu saja tepat di saat-saat terakhir persidangan.


Semua orang yang masih berada di ruang persidangan itu nampak sangat terkejut.Mereka terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.Suasana ruangan yang awalnya sunyi-senyap kini terdengar semakin riuh saja.


Kesedihan,kekecewaan dan amarah tidak dapat di bendung lagi.Semuanya mengalir begitu saja bak air bah yang deras.


Kini…Semua dendam telah di bayar tuntas oleh karma.

__ADS_1


__ADS_2