Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 55.Memperkuat Posisi


__ADS_3

Di sebuah restoran terlihat Kyara yang sedang duduk dengan santainya di salah satu meja yang ada di sana.Wajahnya yang di penuhi oleh polesan make up bernuansa bold membuat orang-orang tidak mengenali wajah Jihan,terutama pada bagian matanya yang berwarna ungu dan bukan biru.


Kyara terlihat memainkan layar ponselnya sembari menunggu kedatangan seseorang yang akan ia temui hari ini.


Tak berselang lama datanglah seorang wanita paruh baya yang merupakan orang yang akan di temui Kyara.Wanita paruh baya itu terlihat memerhatikan setiap orang yang ada di sana, untuk mencari letak meja pesanan yang di maksud oleh seseorang yang akan ia temui.Lalu perhatiannya tertuju pada seseorang wanita muda yang sedang duduk tepat di samping jendela restoran yang menghadap arah laut.Ciri-ciri tempat yang di sebutkan oleh seseorang akan ia temui sangat mirip dengan ciri-ciri dari tempat yang sedang di tempati oleh wanita muda.Tetapi wanita paruh baya itu sedikit ragu untuk menghapiri meja itu,karena ciri-ciri wanita muda itu sangat tidak mirip dengan ciri-ciri seseorang yang akan ia temui.Meski dari postur tubuh kedua terlihat sama,namun dari penampilannya sangat berbeda jauh.


Ia pun akhirnya memutuskan untuk menelpon seseorang itu.Siapa tahu ternyata ia salah mengenali tempat pertemuan mereka.


Begitu nada ponselnya tersambung,ia langsung mencerca berbagai pertanyaan kepada orang yang ada di seberang telpon.


"Halo"


"Kau ada dimana?"


"Aku sudah sampai ke restoran yang kau maksud"


"Tapi aku tidak melihat kau di mana pun"ucap wanita paruh baya itu sedikit mengomel.


"Aku sedang berada di meja nomor tujuh"


"Tepat di dekat jendela yang mengarah ke laut"balas seseorang yang ada di seberang telpon.


Mendengar jawaban itu,wanita paruh baya itu jadi yakin bahwa wanita muda itu adalah orang yang akan ia temui.Tanpa basa-basi lagi ia langsung menutup sambungan telpon itu dan berjalan menuju meja yang di maksud.


Tut…tut….


"Astaga…Dasar nenek tua"


"Seenaknya saja menutup telponku"ucap Kyara sambil menggerutu.


"Siapa yang kau panggil nenek tua"


"Dasar tidak sopan"tiba-tiba saja orang yang di panggil NENEK TUA oleh Kyara datang dan langsung menjewer telinganya.


"Akh…Ya ampun Bibi"


"Bibi galak sekali…"


"Lepaskan tanganmu atau telingaku yang akan lepas"ujar Kyara berpura-pura meringis kesakitan sambil melontarkan candanya kepada wanita paruh baya tadi.


Wanita paruh baya itu hanya mendengus kesal mendengar candaan dari keponakannya itu.


"Apa-apaan penampilanmu itu"


"Kau terlihat seperti badut,Jihan…"ucapnya mengejek penampilan Kyara yang sekarang.


"Oh…Terima kasih atas pujiannya Bibi"


"Bibi juga terlihat sangat luar biasa"

__ADS_1


"Bibi terlihat seperti pohon natal yang bisa berjalan"ujar Kyara membalas ejekan dari wanita yang di ketahui adalah Bibi Jihan atau bisa di bilang adik dari ayah si pemilik tubuh asli,Anastasia louis atau sekarang di kenal dengan nama Anastasia Brym.


Masih ingatkah kalian dengan sosok nyonya Brym yang menjadi dalang provokasi para istri-istri untuk menghajar Monica?


Ya…Dialah orangnya….


"Astaga…Anak ini benar-benar…"nyonya Brym hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.Ia tidak habis pikir,bagaimana bisa keponakannya yang ia kenal sebagai perempuan yang memiliki sifat anggun,lugu dan lemah lembut itu,kini telah berubah menjadi perempuan yang urak-urakan,bermulut pedas dan menyebalkan seperti ini.


"Ah…Sudahlah"


"Aku datang kesini bukan untuk berdebat denganmu"


"Kedatanganku kesini ingin menagih janjimu"ucap nyonya Brym mengatakan langsung keinginannya kepada Kyara.


"Ya ampun Bibi…"


"Tidak perlu terburu-buru seperti itu"


"Apa Bibi tidak ingin menghabiskan waktu bersama keponakan Bibi yang cantik ini"


"Kita sudah lama tidak bertemu loh…"ujar Kyara sambil memasang tampang sok imut.Hingga membuat nyonya Brym yang sedang menenggak minumannya langsung tersedak seketika.


"Uhuk…Uhuk…"Nyonya Brym nampak terbatuk-batuk.


"Singkirkan raut wajahmu yang menggelikan itu"


Tanpa memperdulikan omelan dari Bibinya,Kyara lalu merogoh sesuatu di balik saku jaketnya dan memberikannya kepada Anastasia.


"Ini"


"Semua data dan alamat tentang putri kandungmu"


"Ada di dalam flashdisk itu"ucap Kyara dengan wajah yang berubah datar.Perubahan ekspresi wajah Kyara tentu saja di sadari oleh nyonya Brym,namun ia tidak terlalu memperdulikannya.Karena fokusnya sudah teralihkan pada flashdisk yang di berikan oleh Kyara.


"Apa benar ini adalah data putriku?"


"Kau tidak berbohong kan?"ujar nyonya Brym memastikan lagi.Meski perkataannya terdengar sedikit meragukan keaslian data yang di berikan oleh Kyara,namun tatapan matanya tidak teralihkan sama sekali dari flahsdisk itu.


"Jika Bibi merasa ragu"


"Bibi bisa memeriksanya sendiri sekarang"ujar Kyara sembari mengambil laptopnya yang ada di dalam tas ransel yang ia bawa dan menyerahkannya kepada Anastasia.


Tentu saja Anastasia langsung melakukannya,bukan karena ia ragu.Melainkan karena ia sudah tidak sabar untuk melihat keadaan putrinya yang telah lama menghilang.


Wajah Anastasia seketika berubah haru setelah melihat foto sang putri yang terpampang di layar.


"Putriku…"ucap Nyonya Brym penuh haru seraya mengelus foto putrinya itu.Terlihat tatapan bahagia penuh kerinduan terpancar di matanya.Setelah sepuluh tahun semenjak putrinya itu di nyatakan menghilang,akhirnya Anastasia berhasil menemukan keberadaan sang putri.Dan yang paling membahagian adalah putrinya ternyata masih hidup.


"Aku tidak tahu bagaimana kau bisa menemukan informasi tentang keberadaan putriku,Jihan"

__ADS_1


"Tapi…Aku sangat berterima kasih padamu…"ucap Nyonya Brym sembari memeluk Kyara sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.


Kyara membalas pelukan itu,ia ikut merasa senang karena bisa membantu Anastasia menemukan putrinya yang hilang.


"Sama-sama Bibi"


"Aku juga ingin berterima kasih kepada Bibi"


"Karena sudah mau membantuku membongkar kebusukan Monica"ucap Kyara kepada Anastasia setelah pelukan keduanya terlepas.


Mendengar perkataan Kyara,Anastasia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tidak…Tidak…"


"Apa yang kulakukan untukmu saat itu tidak sebanding dengan apa yang kau berikan sekarang"


"Sampai kapanpun aku akan terus berhutang budi kepadamu,Jihan"


"Mulai sekarang aku berjanji padamu"


"Kapanpun kau membutuhkan bantuan"


"Maka aku akan datang untuk membantumu"ucap nyonya Brym bersungguh-sungguh.


"Ah…Bibi"


"Bibi tidak perlu begitu"


"Aku melakukan itu tulus karena Bibi adalah keluargaku"balas Kyara sembari melayangkan senyum.


Anastasia yang mendengar jawaban dari Kyara menjadi tersentuh.Meskipun sifat dan penampilannya berubah,namun ternyata kebaikan hati Jihan masih sama.


"Baiklah…Jika kau tidak ingin mendapat bantuanku untuk balas budi"


"Maka anggaplah balasanku itu sebagai bantuan dari keluarga"


"Mulai sekarang aku akan mendukungmu sebagaimana seorang Bibi yang mendukung keponanakannya"


"Bagaimana dengan itu?"


"Apa kau setuju?"Anastasia menatap Kyara dalam.Ia berharap Kyara menyetujuinya.


Kyara terlihat berpikir sejenak mempertimbangkan tawaran dari Nyonya Brym.


"Baiklah…Aku setuju"jawab Kyara akhirnya.Mendengar jawaban Kyara tentu saja Nyonya Brym sangat senang.Ia kembali memeluk keponakannya itu dengan penuh kasih sayang.


Di sela-sela pelukan Kyara bersama Anastasia.Diam-diam Kyara terlihat menyeringai dengan penuh kepuasan.Rencananya untuk menarik Anastasia masuk ke kubunya telah berhasil.Dengan adanya Anastasia di sisinya,akan semakin memperkuat posisi Jihan sebagai pewaris dari keluarga Louis.


Walaupun Jihan telah di nyatakan sebagai pewaris satu-satunya oleh sang kakek.Namun keputusan itu tidak bisa di terima begitu saja oleh keluarga besar Louis.Selain karena ketidakmampuan Jihan dalam mengurus keluarga Louis,alasan lain mereka menentangnya karena Jihan adalah anak hasil di luar nikah.

__ADS_1


__ADS_2