Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 71.Sidang Lanjutan


__ADS_3

"APA!!"


"Bagaimana bisa rekaman itu adalah asli"


"Aku sangat ingat bahwa aku sudah menghapus rekaman itu"Deon terlihat sangat marah mendengar penjelasan dari pengacaranya.


"Apakah kau tidak bisa meyakinkan hakim lebih dalam lagi"


"Kau itu pengacara macam apa,pekerjaan seperti ini saja kau tidak bisa menyelesaikannya"Deon menunjuk wajah pengacaranya dengan ekspresi yang sangat murka.


Merasa di remehkan pengacara itu terlihat mengepalkan tangannya.Dengan penuh kekesalan ia membalas ucapan Deon.


''Anda pikir saya ini manusia ajaib yang bisa mengubah fakta menjadi omong-kosong''


''Saya ini hanya pengacara biasa yang hanya bisa membantu meringankan hukuman pengadilan''


''Jika anda menginginkan pengacara yang bisa menyogok hakim dengan mudah,maka anda bisa mencari pengacara lain''


''Mulai hari ini kontrak kerjasama kita batal,permisi''pengacara itu langsung melengos begitu saja meninggalkan Deon yang terdiam mendengar ucapannya.


''HEI...Apa maksudmu perjanjian kita batal?''


''Aku sudah membayar mu dengan sangat mahal''


''Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku''Deon mencoba menghentikan pengacaranya itu dengan cara menarik kerah bajunya.Namun hal itu justru semakin menyulut kekesalan dari pengacara tersebut.


''Bayaran?''


''Maksudmu uang yang tidak seberapa itu''


''Baiklah...Akan ku kembalikan beserta bunganya''


Bugh....


Pengacara itu langsung melayangkan bogem mentahnya ke wajah Deon hingga membuat pria itu langsung jatuh tersungkur.


Ia lalu mengambil selembar cek yang sebelumnya telah di berikan oleh Deon kepadanya,kemudian melemparkannya tepat di wajah Deon.

__ADS_1


''Dari dulu aku sudah muak dengan perlakuan mu yang suka semena-mena dan juga suka mengancam hidup orang lain''


''Dulu mungkin aku tidak akan berani melawan mu seperti ini''


'' Tapi sekarang sudah berbeda,kau sudah tidak memiliki kekuatan untuk mengancam ku lagi,TUAN ANDERSON''ucap pengacara itu dingin lalu berjalan pergi meninggalkan Deon sendirian di ruangan tersebut.


''Dasar bajing*n...''


''Awas saja,jika aku berhasil keluar dari tempat ini''


''Aku aku membunuh kalian semua''ujar Deon dengan wajah beringas.


Beberapa hari kemudian,sidang lanjutan untuk kasus sebelumnya kembali di lanjutkan.Kini pengadilan memiliki dua tersangka atas kasus baru,yaitu kasus menghilangnya Jihan.


Deon masuk terlebih dahulu ke ruang persidangan di apit oleh dua orang sipir di kiri dan kanannya.Terlihat luka lebam di pipi kirinya yang merupakan bekas pukulan dari mantan pengacaranya tempo hari.Deon lalu di arahkan ke salah satu kursi yang merupakan kursi khusus tersangka.


Ironis sekali bukan.Baru beberapa hari yang lalu ia duduk di sana untuk menjadi seorang korban dan saksi,kini telah berubah menjadi tersangka.


Sidang kali ini di laksanakan secara tertutup,di karenakan kondisi di luar persidangan yang sedang tidak kondusif.Puluhan orang melakukan demo besar-besaran untuk menuntut keadilan bagi Jihan.Hampir dari seluruh demonstran itu merupakan anak-anak kuliahan yang merupakan anak asuh Jihan,di mana mereka telah hidup dan juga mendapatkan pendidikan yang semuanya di biayai oleh Jihan sendiri.Saat mengetahui ibu asuh mereka telah menghilang,mereka melakukan berbagai upaya untuk mencari keberadaan Jihan,meski hasil yang mereka temukan hanyalah nihil.Mereka beberapa kali mencoba untuk memaksa masuk ke dalam pengadilan,namun banyak aparat polisi yang juga turut hadir untuk menghalangi tindakan mereka.


Kembali ke ruang persidangan.


Wajahnya terlihat sangat santai seakan tidak ada beban di dalam hati.Monica berpikir,tidak ada hal yang bisa ia tangisi lagi,jadi untuk apa ia meratapi hal yang sudah hilang.Lagipula ia tidak akan hancur sendirian,Deon akan turut menderita bersamanya di dalam penjara.


Sedangkan Deon yang melihat kedatangan Monica langsung melayangkan tatapan penuh permusuhan ke arahnya.Monica yang menyadari hal itu,hanya acuh tak acuh saja menanggapinya.Ia sudah mulai terbiasa dengan tatapan Deon kepadanya,lagi pula di bandingkan Deon,ada orang lain yang jauh lebih mengerikan.


Hakim mengetuk palu sebanyak dua kali yang menandakan bahwa persidangan akan di mulai.Hakim terlihat memeriksa laporan tertulis yang di berikan para tersangka untuk membela diri masing-masing.Keduanya menulis berbagai alasan dan juga pembelaan diri untuk meringankan hukuman yang memberangkatkan keduanya.Keningnya terlihat mengkerut begitu membaca ada beberapa alasan yang kurang logis menurutnya.


''Tuan Deon Anderson,silahkan maju ke depan''perintah hakim kepada Deon.Dengan patuh Deon melaksanakan perintah tersebut.


''Katakan pada kami,apa alasan anda menembak nyonya Jihana Michella Louis saat itu?''tanya hakim begitu Deon sudah duduk di tempatnya.


''Menjawab tuan hakim,alasan saya menembaknya adalah untuk menyelamatkan Monica''


''Saat itu Jihan mencoba untuk menghantam Monica dengan batu besar''


''Awalnya saya bermaksud ingin menembaknya di lengan untuk melumpuhkannya saja''

__ADS_1


''Namun karena saya amatiran,tembakan itu meleset dan justru mengenai jantungnya''ujar Deon memberi alasan kepada hakim.


''Jadi,bisa di bilang tindakan saya saat itu hanyalah sebuah ketidaksengajaan untuk membela diri''ujar Deon menambahkan.


''Lalu,jika memang itu adalah hal yang tidak disengaja,mengapa anda justru membuang jasadnya''


''Alih-alih menelpon polisi atau ambulans untuk menyelamatkannya''


''Kau justru menyuruh seseorang untuk menyingkirkan mayatnya''ucap seseorang yang terlihat baru saja memasuki ruang pengadilan.Semua yang berada di dalam ruangan itu langsung mengalihkan perhatian mereka ke arahnya.


''Pengacara Jill,apa yang anda lakukan di sini?''tanya hakim kepada seorang wanita muda yang ternyata adalah pengacara Jill.


''Maaf atas kelancangan saya yang mulia''


''Kedatangan saya ke sini adalah menjadi perwakilan dari korban''


''Karena bagaimanapun juga,persidangan ini harus melibatkan beliau, selaku korban dari kebengisan dua orang tidak tahu malu itu''ujar Pengacara Jill dingin.Sangat terlihat raut wajahnya yang tidak bersahabat sama sekali saat menatap Deon dan juga Monica.


''Baiklah,jika memang itu tujuanmu datang kemari''


''Silahkan duduk di tempatmu''hakim mempersilahkan pengacara Jill untuk duduk ke tempatnya.


''Terima kasih yang mulia''ucap pengacara Jill kemudian duduk di tempatnya.


Sedangkan kedua tersangka yaitu Deon dan Monica terlihat meremas kedua tangan mereka dengan perasaan yang cemas.Bagaimana tidak,siapa yang tidak mengetahui kehebatan dari pengacara Jill dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pengacara.Hampir semua kasus yang di tangani oleh pengacara Jill pasti akan mencapai kemenangan.Tak seperti pengacara lain yang banyak mengandalkan kelicikan dan juga suaranya yang lantang agar terlihat mendominasi.Pengacara Jill ia justru mengandalkan kecerdasannya dan juga logika dalam setiap kasus yang ia tangani.Kunci keberhasilannya adalah sikap tenang dan anti terprovokasi.


''Maaf jika saya menyela penjelasan dari tuan Anderson sebelumnya,yang mengatakan bahwa 'MEMBUNUH' Klein saya merupakan ketidaksengajaan''ujar pengacara Jill sambil menekan kata membunuh untuk menekan Deon.


''Jika yang mulia hakim mengijinkan, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada Tuan Anderson''ujar pengacara Jill meminta persetujuan hakim terlebih dahulu.


''Permintaan di terima''ucap ketua hakim memberi izin kepada pengacara Jill.


Saat ini pengacara Jill sedang berhadapan dengan Deon.Tak seperti pengacara Jill yang terlihat sangat tenang,Deon justru menunjukkan wajah yang begitu tegang.Jujur saja ia benar-benar tertekan akan perkataan pengacara Jill sebelumnya.Sebisa mungkin Deon mencoba untuk menarik napas sedalam-dalamnya untuk menenangkan dirinya yang masih sangat gugup.


''Baiklah Tuan Anderson saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada anda''


''Sama seperti pertanyaan yang sebelumnya''

__ADS_1


''Anda berkata bahwa 'MEMBUNUH'klein saya merupakan ketidaksengajaan untuk membela diri''


''Jika anda memang tidak sengaja a,mengapa anda justru membuang jasadnya''tanya pengacara Jill lagi masih menekankan kata membunuh pada pertanyaannya.


__ADS_2