Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 35.Menculik Steffy


__ADS_3

Setelah Deon memerintahkan Tarso untuk mencari keberadaan Dirman.Deon sendiri langsung pergi menuju pengadilan untuk melengkapi berkas-berkas mengenai laporan yang ia tujukan kepada Steffy.


Setelah berkasnya di nyatakan cukup oleh kantor pengadilan,ia memutuskan untuk langsung pergi menuju taman kota untuk menjemput Revan dan juga Kyara.


Di saat Deon sedang menyetir mobilnya,ia tak menyadari bahwa dirinya sedang di ikuti oleh seseorang dari arah belakang.


Sebuah mobil berwarna merah mencolok sedang mengikuti mobilnya dari jarak yang cukup jauh.Di dalam mobil itu ada Steffy yang terlihat sedang bersiap dengan senapan anginnya.Ia berniat untuk menghabisi Deon saja,dengan begitu pelaporan atas dirinya akan di batalkan oleh pihak pengadilan jika Deon mati.


"Bruno,percepat laju mobil sekarang"perintah Steffy kepada pelayannya itu dan hanya di balas anggukkan.


Begitu jarak mobil mereka tinggal beberapa meter saja.Steffy terlihat memasukkan beberapa buah paku kecil sebagai peluru.Sebenarnya senapan itu adalah senapan rakitan Steffy sendiri dan bisa di isi benda kecil apapun sebagai pelurunya.


Steffy tak berniat menembak Deon,melainkan ia mencoba menembak ban mobil mantan menantunya itu.Ia tahu bahwa Deon tidak terlalu mahir mengendarai mobil,jadi sedikit saja ada gangguan saat Deon menyetir,maka akan terjadi kecelakaan.


Steffy ingin membuat Deon seakan-akan mengalami kecelakaan karena ban yang pecah.Dengan begitu takkan ada yang curiga bahwa kecelakaan tersebut adalah rekayasa Steffy untuk menghabisi Deon.


Begitu senjatanya sudah siap,Steffy sedang menunggu momen yang tepat untuk menembak target.Dan waktu yang tepat itu akhirnya tiba saat mobil mereka melintas di jalanan yang sepi.


Di saat Steffy telah bersiap menarik pelatuknya,tiba-tiba muncul dua buah mobil dari arah persimpangan dan menghalangi jalurnya.


"Si*l"


"Bruno,salip kedua mobil itu"


"Aku tak memiliki banyak waktu untuk ini"ucapnya setengah geram.Pelayan yang di panggil Bruno itu hanya bisa menjalankan perintah atasannya itu dengan patuh.


Namun ketika Bruno mencoba menyalip kedua mobil itu.Tiba-tiba saja mobil yang ia kendarai terlihat oleng bersamaan dengan terdengarnya sebuah suara tembakan.Bruno mencoba mengendalikan mobilnya itu namun lagi-lagi suara tembakan kembali terdengar.


"Bruno apa yang terjadi?"tanya Steffy yang terlihat sangat panik.Namun belum sempat Bruno menjawab pertanyaannya,mobil yang ia naiki tiba-tiba menabrak pembatas jalan hingga membuat mobilnya terpelanting dan keluar dari jalur.


"Aakkhhh…"Steffy hanya bisa berteriak histeris begitu melihat mobilnya terguling karena Bruno tak mampu lagi untuk mengedalikannya.


Praakk…Braakk…


Setelah terguling-guling tidak karuan,mobil itu pun akhirnya berhenti setelah menabrak sebuah pohon besar di depannya.


Mobil merah itu terlihat mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian depan dan samping kanan.

__ADS_1


Sedangkan kedua penumpang yang tak lain adalah Steffy dan pelayannya terlihat tak sadarkan.Berbeda dengan Steffy yang hanya mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuhnya,si pelayan justru mendapatkan banyak luka serius.Tubuhnya terlihat terjepit di antara kemudi mobil dan kepalanya tak henti-henti mengeluarkan darah.Sedangkan Steffy ia terlihat tergeletak tak sadarkan diri di kursi penumpang dan hanya mendapatkan beberapa luka goresan yang di sebabkan oleh serpihan kaca mobil.


"Astaga…Kita pasti akan di marahi nyonya muda"ucap seorang pria kepada beberapa rekannya yang sedang berada di sana sambil memandangi mobil Steffy yang mengalami kecelakaan.


"Ck…Itu semua karena ulahmu,Dave"


"Aku sudah bilang,untuk mencegat mereka saja"


"Tapi kau malah menembaknya"ucap satu orang lagi yang memiliki perawakan lebih tinggi di bandingkan yang lainnya.


"Maaf,aku hanya terlalu senang tadi,hingga tidak sadar bahwa aku sudah kelepasan menembak"ucap pria yang bernama Dave itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ah sudahlah…"


"Sebaiknya kita membawa mereka ke rumah sakit dulu"


"Dan kau Dave"


"Kau yang harus mengabari nyonya muda tentang ini"ucap Pria lainnya memberi perintah.


"Cih…Baiklah-baiklah…"


Setelah berhasil mengevakusi keduanya,mereka lalu membawa Steffy dan Bruno menuju rumah sakit terdekat.


Di saat mereka semua sedang menunggu hasil dari dokter tentang kondisi kedua target mereka.Rekan mereka yang di ketahui bernama Dave itu langsung menghampiri ketiga rekannya dengan raut wajah yang sedikit cemas.


"Ada apa?"tanya seorang di antara ketiganya begitu Dave sampai di hadapan mereka.


"Nyonya muda menyuruh kita untuk membawa wanita tadi ke markas sesegera mungkin"ucapnya dengan napas yang sedikit ngos-ngosan.


"Lalu,bagaimana dengan yang satunya?"tanyanya lagi.


"Nyonya bilang,berikan dia serum penghilang ingatan"


"Dengan begitu ia tidak akan ingat kejadian sebelumnya"ujarnya menjelaskan.Ketiganya langsung mengangguk paham dan langsung melaksanakan perintah tersebut.


Sesuai perintah Kyara mereka berempat langsung membawa Steffy menuju markas tersembunyi.Sedangkan Bruno tetap di biar berada di rumah sakit,setelah sebelumnya mereka sudah memasukkan menyuntikkan serum penghilang ingatan pada tubuh pelayan tersebut.

__ADS_1


Sesampainya mereka di markas,Dave kembali di perintahkan untuk menelpon Kyara kembali.


Tuutt…


Terdengar nada tersambung di ponselnya.


"Nyonya muda,kami telah membawa target ke markas"


"Apa yang harus kami lakukan selanjutnya?"tanya Dave kepada Kyara.


"Kunci wanita itu di kamar khusus"


"Dan berikan ia pelayanan terbaik serta pakaian yang mewah"


"Jangan tunjukkan wajah kalian kepadanya"


"Dan jangan coba-coba menyakitinya,mengerti"perintah Kyara mutlak kepada Dave.


"B-baik nyonya muda"meski ia sedikit bingung dengan perintah yang atasannya berikan,namun Dave tak berani untuk bertanya lebih jauh dan memilih mengiyakan perintah tersebut.


**okey…sampai di sini dulu ya…


bonus visual**


***Kyara Aidelyn



***Jihana Michella Louis



Kyara x Jihan



Vincent Abelano***

__ADS_1



**


__ADS_2