Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 72.Sidang Lanjutan part 2


__ADS_3

''Apa maksud pertanyaan anda itu?''


''Aku tidak pernah membuang jasad Jihan''


''Saat aku menembak Jihan,aku sendiri tidak memperhatikan kemana arah peluru itu melesat''


''Saat itu aku hanya berpikir untuk menyelamatkan Monica yang kakinya sedang terluka''


''Lalu,saat aku berada di rumah sakit,aku baru ingat bahwa Jihan masih terluka di kediaman ku dan aku langsung menelpon Dirman dan Tarso untuk mengantar Jihan ke rumah sakit''


''Aku sendiri tidak tahu apakah Jihan masih hidup atau tidak saat itu''


''Anak buah ku hanya bilang bahwa Jihan sudah di antar ke rumah sakit dan kondisinya memang cukup parah''


''Dan juga,jika jasad Jihan memang di buang,mengapa sampai saat ini tidak ada laporan penemuan mayat dari kepolisian''ujar Deon panjang lebar memberikan penjelasan.Meski awalnya gugup namun Deon masih mampu untuk menjawab pertanyaan dari pengacara Jill dengan mudah.Sebenarnya ia sudah memikirkan berbagai alasan yang akan ia gunakan untuk menjawab pertanyaan dari pengadilan jauh-jauh hari.Dan tidak sia-sia ia begadang semalaman untuk menghafalnya.


Pengacara Jill yang mendengar jawaban dari Deon hanya manggut-manggut saja menanggapinya.Ia akui Deon cukup baik dalam mengarang cerita.


''Baiklah,pertanyaan kedua''


''Beberapa hari setelah korban di nyatakan menghilang,mengapa anda tidak memberi tahu media tentang apa yang terjadi sebenarnya''


''Dan mengapa anda malah membenarkan pernyataan media,yang mengatakan bahwa korban menghilang''


''Bukankah anda sendiri yang berkata,bahwa sebenarnya korban sedang berada di rumah sakit'' pertanyaan demi pertanyaan terus di lontarkan oleh pengacara Jill.


Deon menelan salivanya perlahan sambil memejamkan mata.Ia mencoba untuk tetap tenang dan memikirkan jawaban yang tepat.


''Sebenarnya aku tidak tahu di rumah sakit mana Jihan di rawat''


''Semua yang berkaitan dengan Jihan saat itu sudah aku serahkan kepada Dirman''


''Dan mengenai pernyataan dari media,aku memang mengiyakan nya tapi aku tidak membenarkan nya''


''Aku melakukan itu semata-mata untuk membantu Jihan agar fokus dalam pengobatannya''ucap Deon dengan mimik wajah yang berubah sedih.Hal itu benar-benar membuat Monica dan juga pengacara Jill menjadi muak hingga membuat mereka tidak bisa menahan untuk tidak merasa jijik terhadap Deon.


''Baiklah,sekarang pertanyaan yang ketiga''


''Apakah anda tidak pernah bertanya kepada anak buah anda tentang di rumah sakit mana korban di rawat?''


''Tidak mungkin bukan anda tidak bertanya sama sekali tentang hal itu''


''Dan juga apakah anda tidak merasa curiga sama sekali kepada kedua anak buah anda saat mereka menangani korban''

__ADS_1


''Saat itu aku sedang merasa kesulitan untuk menangani berbagai masalah yang terjadi''


''Jadi aku tidak memiliki waktu untuk bertanya tentang kondisi Jihan kepada mereka''


''Dan di saat aku ingin menanyakan hal itu,mereka berdua justru menghilang tanpa kabar sama sekali''


''Aku tidak bisa menghubungi kedua nya''


''Mereka benar-benar memutuskan kontak mereka denganku'' Deon benar-benar sangat ahli menjawab semua pertanyaan dari pengacara Jill.


Pengacara Jill terlihat tersenyum tipis mendengar jawaban Deon.Benar-benar pengarang yang handal pikirnya.


''Jadi kesimpulan dari jawaban anda adalah,anda tidak mengetahui dan tidak terlibat atas pembuangan jasad korban yang di lakukan oleh kedua anak buah anda''


''Yang artinya adalah penjahat sebenarnya atas menghilangnya korban adalah kedua anak buah anda itu''


''Apakah dugaanku ini benar?''tanya pengacara Jill kepada Deon dan Deon langsung mengangguk kepalanya dengan penuh keyakinan.


''Baiklah kalau begitu''


''Sampai di sini dulu pertanyaan dari saya untuk tuan Anderson''


''Sebenarnya saya masih memiliki satu pertanyaan lagi,tapi saya akan menanyakannya nanti'' ujar Jill dengan senyum tipisnya yang belum luntur sama sekali.Setelahnya Deon di persilahkan untuk duduk kembali ke tempatnya.Sedangkan pengacara Jill ia masih berdiri di depan sana sambil memeriksa lembaran kertas yang berisi jawaban Deon sebelumnya.Untuk selanjutnya ia akan memberikan pertanyaan kepada tersangka yang kedua yaitu Monica.


''Tenanglah nyonya Devanka,kau tidak perlu gugup seperti itu''


''Aku hanya akan memberikanmu pertanyaan-pertanyaan ringan saja'' suara lembut nan halus dari pengacara Jill mampu membuat kegugupan Monica agak berkurang.Seandainya saja saat ini pengacara Jill sedang tidak memakai seragam nya,mungkin tidak akan ada yang menyangka bahwa perempuan cantik bersurai coklat caramel itu adalah seorang pengacara.


''Baiklah saya akan mengajukan pertanyaan yang pertama''


''Di saat kau sedang di obati,di mana tuan Anderson saat itu''tanya pengacara Jill.


Monica menanggapi pertanyaan pertama nya dengan gelengan lemah sebelum ia menjawab.


''Aku tidak tahu pasti kemana dia pergi''


''Tapi yang jelas dia langsung pergi saat mengantarkan ku ke ruang ICU''


''Baiklah pertanyaan kedua''


''Waktu korban sedang di aniaya oleh tuan Anderson, apakah korban di lempari benda atau hanya di pukuli saja?''


''Apakah anda bisa...Menceritakan kronologi sebelum dan sesudah penganiayaan''

__ADS_1


Monica tertegun sejenak mencoba mencerna pertanyaan kedua yang di ajukan oleh pengacara Jill,sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


''Pagi hari sebelum penganiayaan itu terjadi,seperti yang kalian ketahui aku memfitnah Jihan atas keracunan Revan yang aku lakukan''


''Saat itu Deon tidak langsung menganiaya Jihan,melainkan hanya mengurung Jihan di kamar agar tidak kabur dari kediaman''


''Lalu,malam harinya aku dan Deon kembali ke rumah ingin menjemput Jihan untuk membawanya ke kantor polisi''


''Tetapi saat kami sampai di sana kami melihat Jihan sedang masuk ke dalam mobil''


''Deon mengira Jihan ingin kabur dan dia langsung menyeret Jihan kembali masuk ke dalam dan menganiayanya''


''Dan setelah penganiayaan itu Deon langsung mengusirnya dari rumah''


''Dia melempar semua barang-barang milik Jihan, termasuk ponselnya sendiri yang merupakan hadiah ulang tahun dari Jihan''Monica mencoba menceritakan kronologi yang terjadi sebisanya.Karena jujur saja, Monica tidak terlalu mengingat kejadian tepatnya,ia hanya menceritakan apa yang ia ingat.


Pengacara Jill yang mendengar kronologi yang barusan di katakan oleh Monica,hanya bisa menahan amarahnya.Dia memang sudah mendengar cerita itu sebelumnya dari Kyara,namun saat ia mendengar kembali cerita itu langsung dari mulut pelakunya,ia benar-benar sangat kesal.Bagaimana tidak,Monica sama sekali tidak menunjukkan wajah yang menyesal saat menceritakannya.


Jika saja Kyara tidak memerintahkan nya untuk bermain secara perlahan seperti sekarang,mungkin ia sudah membongkar semua kebusukan mereka saat ini juga.Hanya saja,Nyonya mudanya itu ingin menikmati saat-saat ini dengan santai sebelum memberikan keduanya hukuman.


''Apakah ponsel yang di maksud adalah ini?''ujar pengacara Jill sembari menenteng sebuah ponsel yang di masukan ke dalam plastik kedap udara.


Semua orang yang berada di sana terlihat menatap ke arah ponsel tersebut, termasuk Deon dan Monica.Tak sedikit dari hakim yang hadir di sana menjadi kebingungan dengan apa yang di lakukan oleh pengacara.


''Be-benar''


''Itu ponselnya''jawab Monica yakin.


Mendengar hal itu Pengacara Jill kembali mengembangkan senyumnya.


''Baiklah,sekarang pertanyaan yang terakhir''


''Apakah anda membawa ponsel saat berada di rumah sakit?'


Monica terlihat mengkerutkan keningnya mendengar pertanyaan terakhir yang di ajukan oleh pengacara Jill.


Akan tetapi beda halnya dengan yang lainnya,yang justru sangat mengerti maksud dari pertanyaan pengacara Jill sebenarnya.


''Aku tidak membawa ponsel sama sekali''


''Bahkan aku tidak menggunakannya semenjak tragedi keracunan waktu itu''jawab Monica jujur meski ia merasa agak bingung.


Pengacara Jill yang mendengar nya tidak bisa tidak tersenyum puas,begitu juga dengan para hakim yang ada di sana.Seketika semua tatapan mereka beralih ke arah Deon yang terlihat terdiam membeku di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2