Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 42.Penawar


__ADS_3

Setelah kepergian Revan dan juga Deon,Monica terlihat masih berada di sana.Ia menatap ke arah kaca pintu ruang rawat Kyara dengan raut wajah yang bingung.


Bukan ini yang ia harapkan.


Seharusnya Revanlah yang berada di ruangan itu dan bukan Kyara.


Dan yang paling aneh justru mengapa hanya Kyara yang keracunan.Jika memang Kyara mengalami keracunan karena mencicipi masakan yang sebelumnya telah ia campur dengan racun,seharusnya Revan juga mengalami hal yang sama.


Di pikirkan berkali-kali pun tetap saja Monica tak bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku harus memastikannya sendiri"


"Apakah Kyara memang terkena racun itu?"


Dengan gerakan yang sangat perlahan Monica mencoba membuka pintu ruangan tersebut.Setelah memastikan keadaan sekitarnya aman,Monica lalu masuk ke dalam ruangan itu.


Monica berjalan mendekat ke arah Kyara yang masih terbaring di ranjang perawatan.Wajahnya terlihat sedikit lebih baik dari sebelumnya,namun bintik-bintik merah di lehernya masih terlihat.


Monica memperhatikan seluruh tubuh Kyara yang terdampak gejala tersebut.


"Ternyata dia memang benar-benar keracunan"ucapnya yakin.


"Bukankah ini bagus…Aku bisa lebih mudah menyingkirkannya"ucap Monica sambil menyeringai.


"Aku hanya perlu menambah dosis racunnya dan dia akan mati hanya dalam hitungan menit"


"Meski begitu takkan ada yang mencurigaiku"sungguh sebuah ide yang sangat bagus menurut Monica.Monica sedikit menyesal mengapa ia tak memikirkan cara ini sebelumnya.


"Kyara yang malang"


"Seharusnya kau tidak mencari masalah denganku"


"Awalnya aku hanya berniat membuatmu masuk penjara"


"Tapi siapa yang menyangka bahwa takdirmu adalah mati di tanganku"ucap Monica seraya mengambil botol racun yang ada di dalam tasnya.Ia lalu melirik ke arah nampan yang berisi beberapa peralatan medis dan mengambil sebuah suntikkan.


Racun itu memang memiliki efek yang berbeda-beda tergantung dosis yang di gunakan.Jika di gunakan dalam dosis kecil,gejala yang di timbulkan pun juga kecil dan akan menimbulkan rasa panas dan dingin secara bergantian,bintik-bintik kemerahan pada kulit,serta kehilangan kesadaran sama seperti yang di alami oleh Kyara.Sedangkan jika di konsumsi dengan dosis sedang akan memunculkan gejala yang sama namun jauh lebih parah dan mampu membuat seseorang kritis.


Lalu, jika racun itu di suntikkan secara langsung ke dalam tubuh, maka efek yang di timbulkan pun jauh lebih mengerikan bahkan mampu membunuh satu orang dewasa meski hanya dengan dosis kecil.


Monica memasukkan cairan racun itu ke dalam suntikkan yang ia pegang kemudian mengarahkannya ke kantung infus yang Kyara pakai.


"Selamat tinggal Kyara…"ucap Monica sambil tersenyum sinis.


Namun…

__ADS_1


Bugghh…


Belum sempat Monica menyuntikkan racun itu,tiba-tiba tubuh terdorong ke samping hingga membentur tembok.Suntikkan racun itu ikut terlempar dan tak sengaja tertusuk ke bahunya sendiri.


Monica yang sadar bahwa dirinya tertusuk suntikan racunnya itu segera mencabutnya.


Ia lalu menoleh ke arah di mana si pelaku pendorongnya tadi berada.Monica sangat terkejut begitu melihat siapa yang telah mendorongnya.


"K-Kyara…"ucapnya sedikit terbata-bata.Sangat terlihat jelas raut penuh keterkejutan di wajahnya melihat Kyara yang telah sadarkan diri dan sedang berdiri di hadapannya sambil menatapnya dengan tatapan yang sangat mengerikan.


"Kenapa?"


"Terkejut"ucap Kyara dengan sinis.


Tubuh Monica langsung bergetar seketika.


Kyara mendekat ke arah Monica kemudian berjongkok di hadapan wanita itu.


"Monica…"


"Aku sudah memperingatkan dirimu sebelumnya"


"Jangan melakukan hal yang akan membuatmu cepat mati"Kyara memiringkan kepalanya sambil menatap Monica dengan tatapan yang dingin.


"Apa kau pikir,aku tak tahu apa rencanamu?"


"K-kau itu hanya membual…A-aku tak mungkin meracuni anakku sendiri"


"Buktinya Revan tidak keracunan setelah memakan masakanmu itu"ucap Monica membela diri.


"Pfftt…Ahahaha…"Kyara nampak tertawa mendengar perkataan Monica dan membuat Monica semakin bingung.


"Aku tidak pernah mengatakan bahwa racun itu ada pada masakanku"ucap Kyara sambil tersenyum menyeringai.


Monica langsung membeku.Ia telah salah dalam berbicara.


'Sial'umpatnya dalam hati menyadari kecerobohannya sendiri.


"Sekarang kau mengerti bukan"


"Bahwa aku tak pernah main-main dengan ancamanku itu"


"Aku sudah memberimu pilihan mudah,namun kau justru memilih pilihan yang sulit"Kyara memainkan sebuah pisau bedah tepat di depan wajah Monica hingga membuat Monica semakin ciut karena ketakutan.


"Kau sangat ingin tahu siapa diriku yang sebenarnya bukan"

__ADS_1


"Kalau begitu biar ku beri tahu padamu"Kyara mendekatkan wajahnya ke arah telinga Monica kemudian berbisik.


"Aku ini adalah seorang pembunuh"ucap Kyara setengah berbisik.Perkataan Kyara tentu saja langsung membuat Monica syok.Bahkan saking syoknya Monica sampai tak mampu untuk berkata-kata lagi dan terdiam membeku di tempatnya.


"Apa kau ingat,sosok berjubah hitam yang menyiksamu waktu itu"


"Sosok itu adalah diriku…"lagi.Perkataan Kyara kembali membuat Monica terkejut.Monica menggeleng-gelengkan kepalanya tak ingin mempercayai kenyataan bahwa Kyara adalah sosok berjubah hitam yang sangat ia takuti.


"Tidak…Kau pasti berbohong"Monica menyangkal perkataan Kyara.Tubuhnya terlihat bergetar ketakutan,ingatan tentang penyiksaan itu kembali muncul di kepalanya.


"Hihihi…Aku sangat suka melihatmu yang ketakutan seperti ini"


"Itu semakin membuatku semakin bernafsu untuk segera menghabisimu"Kyara semakin mendekatkan pisau yang ada di tangannya ke arah wajah Monica dengan ekspresi beringas seakan ia ingin mencabik-cabik Monica di saat itu juga.


Monica yang tak ingin kembali mengalami pengalaman yang mengerikan itu mencoba untuk melarikan diri.Ia mendorong Kyara saat ada kesempatan dan langsung kabur dari ruangan tersebut.


Saat ia berhasil melarikan diri dari ruangan itu,banyak orang-orang di sekitarnya menatap Monica dengan pandangan aneh karena penampilannya yang berantakan serta tingkahnya yang terlihat aneh seperti orang gila.Namun,Monica tak memperdulikkan tatapan orang-orang itu,karena yang terpenting sekarang adalah ia harus menyelamatkan nyawanya terlebih dahulu.


Kembali ke ruangan sebelumnya…


Raut wajah Kyara langsung berubah datar kembali setelah kepergian Monica.Kyara sangat yakin,aktingnya tadi sudah cukup untuk menakuti Monica agar tak berbuat masalah lagi dan selalu menjadikan Revan sebagai korban untuk menjatuhkan dirinya.


Hueek…


Kyara terlihat memuntahkan darah segar di mulutnya.


"Sial,racun itu semakin menyebar di tubuhku"


"Aku harus segera meminum penawarnya"Kyara terlihat merogoh sesuatu di tas Monica yang tak sengaja tertinggal di sana.


Kyara mengambil sebuah botol kecil berwarna keemasan yang merupakan penawar dari racun yang ada di tubuhnya.Ia langsung menenggak penawar itu hingga habis.


Tak berapa lama setelah meminum penawar itu,Kyara kembali memuntahkan darah namun kali ini darah yang keluar berwarna hitam pekat,menandakan bahwa racun itu telah keluar dari tubuhnya.Sebenarnya gejala yang terjadi padanya buksn hanya karena efek racun melainkan alergi Jihan yang ikut kambuh karena ia tak sengaja mencicipi masakan berbahan cumi-cumi yang ia masak untuk Revan.


Dari awal Kyara memang sudah mengetahui rencana Monica.Ia sengaja memakan masakan yang telah di beri racun oleh Monica,untuk membuktikan kepada wanita itu bahwa ia tak bisa di hentikan oleh apapun dan juga untuk menutupi gejala alerginya agar tak di curigai oleh Monica dan Deon.Sedangkan masakan yang di berikan kepada Revan adalah masakan baru yang ia buat untuk mengecoh Monica.


Meski terdengar sangat beresiko karena ia bisa saja mati di tangan Monica jika ia tidak bangun tepat waktu saat Monica mencoba menyuntikkan racun itu kembali.Namun bagi seseorang yang pernah mati sebelumnya,tak ada rasa takut di hatinya saat melakukan hal itu.


Okey…Sampai di sini dulu…


Jangan lupa like dan komennya ya…


Kalo bisa kasih votenya juga hehe…😆


Sampai jumpa lagi pada eps selanjutnya✌️😉

__ADS_1


Babay…🤗🤗🤗😘


__ADS_2