Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 70.Antara Dua Pilihan


__ADS_3

''Kau ingin aku melakukan apa?''kali ini tidak ada lagi perasaan takut dalam diri Monica saat mengatakannya.Ia sangat yakin dengan keputusannya untuk menghancurkan Deon.


Pria muda itu kembali mengembangnya smirknya.Ia kemudian merogoh sesuatu di saku celananya dan memberikannya kepada Monica.


''Kau hanya perlu mengungkap kejahatan Deon terhadap Jihan dan menyerahkan bukti ini ke pengadilan''


''Untuk yang lainnya aku akan melakukannya sendiri''ucap pria muda itu seusai ia menyerah sebuah flashdisk kepada Monica.


''Apa isi di dalamnya?''tanya Monica agak penasaran.


''Kau akan tahu nanti saat di pengadilan''balas pria itu semakin menambah rasa penasaran Monica.


''Apa aku tidak mendapatkan kompensasi apapun''


''Seperti...Di bebaskan dari hukuman penjara''ujar Monica dengan tidak tahu malunya.Sepertinya keserakahannya memang sudah mendarah daging.Entah kemana hilangnya rasa takut yang sedari tadi tengah ia rasakan.


''Heeh... Kompensasi?''seringai terlihat terbit di wajah pria itu saat mendengar perkataan Monica.


''Bukankah dengan aku menyelamatkan nyawamu sudah termasuk kompensasi''


''Tidak,tidak''


''Menyelamatkanmu bukanlah sebuah kompensasi,melainkan memberi hutang''


''Kau berhutang nyawa kepadaku,Nona''ucap pria itu dengan sengit.


''Tapi aku tidak pernah memintamu untuk menolongku''


''Aku bahkan tidak mengenal siapa dirimu''


''Bisa saja bukan,jika kau adalah orang yang pernah memiliki hutang kepadaku di masa lalu'' Monica benar-benar memiliki muka yang tebal.


Pria muda itu hanya menanggapi perkataan Monica dengan tertawa kecil.


'Benar-benar menjijikan' benaknya mengejek ketidaktahumaluan Monica yang benar-benar di luar batas orang normal.


''Nona,apa kau sadar dengan perkataan mu barusan"pria muda itu melebarkan kedua tangannya hingga menyentuh dua sisi meja dan memajukan tubuhnya hingga menyisakan jarak beberapa senti saja antara wajahnya dan juga wajah Monica.


"Sepertinya kau telah melupakan posisimu saat ini"


"Mungkin kau benar-benar sudah lupa akibat benturan kecelakaan waktu itu"


"Jadi,biar ku ingatkan lagi kepadamu"


"Kau tidak berada dalam posisi untuk bisa selamat dari tuntutan pengadilan"


"Kau tidak memiliki cara ataupun kekuatan untuk itu"


"Saat ini kau hanya memiliki dua pilihan"

__ADS_1


"Hancur seorang diri...Atau hancur bersama musuh mu"


"Kau hanya bisa memilih salah satunya"ucap pria muda itu memperingatkan Monica.


Monica terdiam seketika mendengar hal itu.Bukankah itu artinya ia tidak memiliki kesempatan untuk bebas sama sekali.


Seakan tahu apa yang di pikirkan oleh Monica pria itu kembali berujar.


"Aku rasa kau sudah mengerti akan posisimu sekarang"


"Aku telah memberimu dua pilihan itu"


"Dan terserah kau ingin memilih yang mana"


"Jika kau memilih pilihan yang pertama,maka lupakan tentang pertemuan ini dan hidup menderita lah seorang diri di dalam penjara"


"Tetapi,jika kau memilih pilihan yang kedua,dengan senang hati aku akan membantumu untuk membabat habis tali yang akan di gunakan Deon untuk menyelamatkan dirinya dari jurang kehancuran"


"Di saat waktu itu tiba,kau bisa menarik Deon untuk ikut jatuh bersamamu"ucap pria itu setengah berbisik namun menusuk.Ucapannya mampu mengembalikan perasaan takut dalam diri Monica yang sempat hilang.Monica merasakan tubuhnya seketika meremang mendengar kata-kata terakhir pria tersebut.Monica merasa,perasaan yang ia rasakan saat ini begitu familiar.


"Baiklah,aku rasa sudah cukup bagiku untuk berada di sini"


"Aku akan terus memantau mu dari balik layar"


"Apapun pilihan mu,aku akan menghargainya"pria muda itu terlihat tersenyum ramah setelah mengatakannya.Benar-benar terlihat sangat berbeda jika di bandingkan dengan kesan pertama sebelumnya.


Flashback off...


Kedatangan pria misterius itu,membuat Monica merasa sangat penasaran tentang identitas asli dari pria berparas cantik itu.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Sementara itu,di tempat Kyara berada,wanita itu sedang asyik mengunyah beberapa kudapan sambil memperhatikan layar komputer yang sedang menampilkan berita hot terbaru.Kyara menyeringai puas begitu melihat berita tentang keterlibatan Deon atas menghilangnya Jihan.Ia akui Monica benar-benar sangat membantu dirinya untuk mengungkap fakta itu.Sebenarnya ia bisa saja menyerahkan sendiri bukti itu ke pengadilan,namun ia sangat ingin melihat kedua musuhnya saling menghancurkan.Dan juga,ia masih belum bisa muncul ke publik dengan penampilan seperti ini.Ia sedang menunggu waktu yang tepat untuk muncul ke permukaan.


Tok tok tok....


Suara ketukan pintu tidak membuat rutinitas Kyara terganggu sama sekali.


''Masuklah...''perintah Kyara kepada si pengetuk pintu.


Begitu pintu terbuka nampaklah asisten Joe yang sedang memegang beberapa berkas kerja milik Kyara.


''Letakkan semua berkasnya di atas meja''peritah Kyara dan langsung di laksanakan oleh asisten Joe.


''Emm...Nyonya...Boleh kah saya bertanya?''


''Hmm''Kyara hanya berdehem singkat pertanda mengiyakan.Joe yang mendapatkan persetujuan Kyara,terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,ia merasa agak ragu apakah perlu menanyakan hal itu kepada Kyara.


''Anu-Nyonya''

__ADS_1


''Kira-kira...Kapan efek obat itu akan menghilang''ucapnya agak sedikit terbata-bata.


''Mungkin besok''balas Kyara.


''Mengapa kau menanyakan hal itu''


''Apa kau merasa terganggu dengan suaraku?''kini Kyara yang balik bertanya.


''Ah tidak-tidak''


''Saya tidak merasa terganggu sama sekali''Asisten Joe segera menjawab perkataan Kyara dengan nada yang kikuk.Ia tidak ingin Nyonya itu jadi salah paham terhadap perkataannya barusan.


''Saya tidak merasa terganggu dengan suara Nyonya''


''Hanya saja ...Saya masih kurang terbiasa''sambungnya lagi.Ia tiba-tiba merasa tak enak hati karena sudah menanyakan hal tersebut.


''Kalau begitu,biasakanlah dirimu mulai dari sekarang''


''Karena bisa saja aku akan kembali mengubah suaraku menjadi seperti ini''ucap Kyara datar seperti biasa.


Asisten Joe menelan salivanya sendiri mendengar perkataan Kyara.Meskipun sudah dua hari ia mendengarnya,tetap saja ia masih belum terbiasa.Bagaimana tidak,siapa yang akan terbiasa mendengar suara laki-laki yang keluar dari mulut seorang wanita cantik seperti nyonya itu.Rasanya ia merasa agak canggung dan asing secara bersamaan setiap kali ia berbicara dengan Kyara.


''Bagaimana dengan Revan,apakah dia baik-baik saja?''tanya Kyara sambil menoleh ke arah asisten Joe yang masih setia berdiri di sana.


''Kondisi tuan muda dalam keadaan yang cukup baik''


''Meskipun kekacaun yang sempat terjadi sebelumnya sempat membuat tuan muda agak terguncang''


''Tetapi,ia tidak merasa terlalu terpuruk akan hal itu dan memilih untuk fokus pada belajarnya''ujar Joe menjelaskan.Sedangkan Kyara hanya manggut-manggut mendengarnya.


''Baiklah''


''Pastikan bahwa Revan baik-baik saja''


''Berikan semua yang di perlukan olehnya dengan kualitas yang terbaik''


''Singkirkan semua alat elektronik yang memiliki chanel berita di dalamnya dan ganti dengan chanel ramah anak,mengerti''ujar Kyara memberi perintah.


''Baik, Nyonya''balas asisten Joe.


''Kau boleh pergi''Kyara mempersilahkan Joe untuk pergi.


Asisten Joe hanya mengangguk patuh dan segera undur diri setelah sebelumnya ia lebih dulu membungkuk badannya di hadapan Kyara sebagai tanda kesopanan.


Seusai kepergian asisten Joe,Kyara terlihat bangkit dari tempat ia duduk dan berjalan menuju balkon.Pemandangan perkebunan apel yang rimbun terlihat jelas dari atas sana.Hanya saja Kyara sedang tidak memandangi pemandangan itu.Ia hanya berdiri di sana sambil memandang kosong ke arah depannya.Entah apa yang sedang ia pikir saat itu,tak ada yang tahu.


Bahkan di saat matahari sudah menuju peraduannya pun,Kyara masih setia berdiri di sana tanpa mengubah posisi sama sekali,seakan tubuh Kyara benar-benar mematung.


Hingga di saat matahari sudah menghilang dari pandangannya,barulah Kyara beranjak dari tempat ia berdiri dan kembali masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2