
Dua hari kemudian…
"AAAKKHHH…"terdengar sebuah teriakan yang berasal dari salah satu ruang rawat pasien.Terlihat Deon langsung terburu-buru masuk ke ruangan tersebut.
"Monica apa yang terjadi?"
"Kenapa kau berteriak seperti itu"Deon sangat terkejut mendengar Monica yang berteriak.Ia langsung memeluk Monica yang terlihat sangat syok.Sepertinya Monica baru saja mengalami kejadian yang mengerikan hingga membuatnya seperti itu.
"Hiks…Hiks…Deon…Di…Dia sangat mengerikan…"
"Di…Dia i…ngin membunuhku Deon…"
"A…Aku sangat takut"Monica terisak-isak dalam pelukan Deon.Sebenarnya Deon tak mengerti perkataan Monica namun ia tak ingin bertanya lagi mengingat Monica yang sedang tidak stabil.
"Tenanglah…Semuanya akan baik-baik saja"
"Sebaiknya kau kembali beristirahat,aku akan memanggil dokter"usai mengatakan hal itu Deon langsung keluar meninggalkan Monica di sana sendirian.
Monica terlihat termenung,air mata terus menetes di pipinya.Kejadian sebelumnya kembali terlintas di benaknya hingga membuat Monica kembali merasakan ketakutan.Ia memeluk tubuhnya sendiri sambil menelungkupkan kedua wajahnya di antara kedua lututnya.Tubuhnya terlihat bergetar hebat hampir terlihat seperti mengalami kejang-kejang.
"Aarrggghhhh…"Monica kembali berteriak.Kali ini ia terlihat mengamuk dan melempar apa saja yang ada di sekitarnya.
Kyara memperhatikan apa yang terjadi kepada Monica di balik pintu kaca ruangan tersebut.Tak ada ekspresi apapun di wajahnya selain ekspresi datar.Ia tak bersuara sedikit pun,ia sangat tenang memandang Monica yang terlihat kembali mengamuk di dalam ruangan tersebut.
Setelah beberapa saat barulah ia masuk ke dalam ruangan tersebut.
Ceklek…
Mendengar suara pintu yang terbuka Monica langsung menoleh.Wajah yang awalnya terlihat sangat ketakutan langsung berubah benci seketika begitu melihat Kyara.Sedangkan Kyara ia terlihat tak bergeming di tempat ia berdiri dan itu semakin menambah kemarahan Monica,tanpa peringatan Monica langsung menyerang Kyara.Ia terlihat memukul,menampar dan juga menendang Kyara.Monica benar-benar melampiaskan rasa bencinya kepada Kyara.Sedangkan Kyara terlihat pasrah mendapat perlakuan tersebut.
Monica semakin beringas menghajar Kyara.Di benaknya ia berpikir bahwa apa yang terjadi kepadanya adalah perbuatan Kyara.
Ia mulai membenci Kyara semenjak Deon yang membelanya setelah tragedi sup panas beberapa waktu yang lalu.Di tambah Kyara yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan Jihan membuat rasa bencinya semakin memuncak.Dan satu-satunya cara untuk memuaskan perasaannya itu adalah dengan cara menyingkirkan Kyara.
Monica mengambil sebuah pisau buah yang berada di atas meja.Ia lalu mendekat ke arah Kyara yang terlihat terduduk tak berdaya di hadapannya.Monica terlihat menyeringai,ia tak memikirkan apapun lagi selain pikiran ingin menghabisi gadis yang berada di hadapannya sekarang.Monica mengangkat pisau itu setinggi mungkin dan bersiap untuk menusuk Kyara.
Kyara mendongakkan kepalanya menatap Monica yang terlihat sangat berambisi menghabisi nyawanya.Senyum sinis mengembang di bibirnya dan hal itu membuat Monica sedikit bingung.Namun sekali lagi Monica tak peduli.
__ADS_1
Di saat pisau sudah siap layangkan tiba-tiba pintu terbuka dengan kencang.
Braakk…
"APA YANG KAU LAKUKAN…"terlihat wajah Deon yang di liputi rasa keterkejutan melihat apa yang akan di lakukan Monica kepada Kyara.
Monica tersentak kaget melihat Deon,ia menjatuhkan pisau yang ada di tangannya.Tubuhnya langsung bergetar ketakutan,ia tak ingin Deon salahpaham terhadapnya.
"De…Deon…I…Ini tak seperti yang kau pikirkan"
"A…Aku hanya…"suaranya terbata-bata karena terlalu gugup,ia tak tahu harus memberi alasan apa kepada Deon.
"Deon…Aku…"Monica mencoba mendekati Deon,namun Deon mendorong tubuhnya hingga terjatuh.Monica hanya bisa tercengang melihat Deon memperlakukannya seperti itu.
Tanpa memperdulikan Monica,Deon langsung menggendong Kyara yang tak sadarkan diri lalu membawanya ke ruang rawat lain.Sedangkan Monica mencoba bangkit untuk menghentikan langkah Deon.Namun perkataan Deon selanjutnya membuat Monica menghentikan niatnya itu.
"Jangan coba-coba menghalangiku"
"Atau kau akan celaka"ucap Deon dengan nada penuh ancaman.Monica hanya bisa terdiam patuh,ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat,kuku-kukunya terlihat menancap di kulitnya hingga mengeluarkan darah.Monica bersumpah akan membalas perlakuan Deon kepadanya.
Deon langsung berlari tergesa-gesa sambil menggendong Kyara.Jujur saja hatinya merasa sangat khawatir terhadap pengasuh anaknya tersebut.Entah kenapa ia merasa takut kehilangan Kyara.Perasaan itu sama seperti di saat ia dan Jihan saling menjauh satu sama lain.Sebuah perasaan takut akan kehilangan cinta untuk kedua kalinya.
Deon pov on…
Harusnya aku tak pernah membawa Monica ke keluarga kita.Keluarga kecil yang kita bina bersama seketika hancur karena keegoisanku.Aku sadar apa yang kulakukan memang salah bahkan sangat salah.Namun aku menutupi kesalahan itu dengan tidak memperdulikan perasaanmu.Rasa bersalahku terhadap Monica membutakan mataku hingga tanpa sadar aku telah membuatmu menderita.Aku memang pria brengsek.
Namun di saat aku melihat senyum di wajahmu setelah melihat Revan.Membuatku berpikir bahwa keputusanku untuk membawa Monica adalah keputusan yang sangat tepat.
Dan…Disinilah letak kesalahan terbesarku.
Tragedi yang menimpa Revan membuatku menyadari,seharusnya aku tak pernah mengambil keputusan itu.Aku tahu aku adalah pria brengsek.Tapi kau sendiri adalah wanita paling jahat yang pernah ku temui Jihan…
Tega-teganya kau mencoba membunuh putraku satu-satunya.Mengapa harus putraku yang kau jadikan pelampiasan dendammu.
Aku telah memberimu kesempatan hidup hanya dengan mengusirmu karena aku masih mencintaimu.Tapi kau malah mencoba membunuh Monica yang notabene adalah sahabatmu sendiri.
Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku.
__ADS_1
Mengapa kau bisa sekejam itu Jihan…
Kau tak seperti Jihan yang ku kenal.
Jihan yang selalu tersenyum.
Selalu ceria.
Selalu bersikap baik.
Dan selalu lemah lembut.
Kemana Jihanku itu,kemana perginya…
Deon pov off…
"Bagaimana kondisinya dokter?"tanya Deon kepada seorang dokter yang baru saja menangani Kyara.
"Luka yang di alami pasian tidak terlalu parah"
"Namun tetap saja hal ini tidak bisa di sepelekan"
"Terlebih lagi sepertinya ia memiliki tubuh yang lemah hingga mendapat benturan kecil pun akan membuatnya pingsan".
"Sebaiknya ia di rawat beberapa hari di sini untuk memastikan tak ada cedera di bagian dalam"
"Kami akan kembali memeriksanya setelah pasien sadar"ucap dokter itu panjang lebar.Deon hanya mengangguk mendengarnya.
Setelah dokter itu pergi,Deon terlihat duduk di samping pembaringan.Ia menatap Kyara dengan wajah sendu.
"Kau tidak boleh pergi lagi Jihan"ucapnya dengan nada yang pilu.Ia menganggap bahwa Kyara adalah Jihan.
"Wajah ini adalah milikku"
"Aku takkan pernah membiarkan siapapun menyakitimu Jihan"Deon mengelus pipi Kyara dengan lembut,tatapannya di penuhi oleh kerinduan yang mendalam.
Kini tangannya beralih ke bibir Kyara yang terlihat ranum di matanya.Deon lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Kyara mencoba mencium gadis tersebut.Hasrat ingin mencium bibir tersebut tak mampu ia tahan lagi karena perasaan cinta dan rindu menutupi logikanya yang mengatakan bahwa gadis itu bukanlah Jihan istrinya.
__ADS_1