Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 58.Identitas Jihan Yang Sebenarnya 3


__ADS_3

Beberapa bulan setelah penikahanku,aku mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan tentang keadaan orangtuaku.Ayah dan ibu tiba-tiba mengalami kecelakaan mobil saat akan pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.Dan naasnya kecelakaan itu menewaskan keduanya.


Aku begitu sedih mendengar kabar itu.Meski aku marah dan kecewa kepada mereka,tetap saja mereka adalah orangtuaku yang sudah melahirkan dan membesarkanku selama ini.


Tentu saja yang paling terpuruk dari kejadian ini adalah Stella.Bagaimanapun juga Stella adalah anak kesayangan ayah dan ibu.Kepergian ayah dan ibu yang me dadak tentu saja menjadi pukulan menyakitkan untuknya.Sepanjang hari setelah pemakaman ayah dan ibu,Stella tidak henti-hentinya menangis.Bahkan ia tidak mau makan dan minum sedikitpun.


Namun entah mengapa,aku tidak merasa iba sedikitpun saat melihat Stella yang menangis.Aku pikir mungkin karena aku membencinya hingga aku tidak bisa merasa kasihan kepadanya.Akan tetapi perasaanku terhadap Stella lebih ke arah curiga akan sesuatu.Entah mengapa aku memiliki firasat buruk terhadapnya.Namun aku mencoba untuk mengenyahkan pikiran tersebut.


Ibu mertuaku yang melihat Stella yang terpuruk seperti itu menjadi kasihan.Ia pun memberi usulan untuk mengajak Stella tinggal bersama di kediaman Louis.Aku yang mendengar usulan mertuaku itu tentu saja sangat tidak setuju.Namun aku tak bisa menolak keinginannya sama sekali.Terlebih suamiku nampak setuju-setuju saja mendengarnya.Hingga dengan berat hati aku terpaksa menerima usulan tersebut.


Beberapa minggu setelah Stella tinggal bersama kami.Semuanya berjalan normal seperti biasanya.Hanya saja semenjak kedatangan Stella,ibu mertuaku lebih sering menghabiskan waktu bersama adikku itu.Awalnya aku tidak merasa keberatan sama sekali.Lagipula aku juga sangat sibuk kuliah dan mengurus perusahaan ayah.


Akan tetapi,kedamaian di rumah itu tiba-tiba mulai goyah saat ibu mertuaku tiba-tiba saja meminta ingin di beri cucu secepatnya.Tentu saja aku dan Leonardo menolak hal itu,bukan karena kami tidak ingin memiliki anak.Hanya saja kami telah memutuskan menundanya sampai pendidikan kami selesai.


Walau kami sudah menjelaskan alasan kami,tetap saja ibu mertuaku bersikukuh tentang keinginannya.Tentu saja tingkah dari ibu mertuaku itu sangat membuatku dan Leonardo menjadi tidak nyaman.Dan akhirnya kami memutuskan untuk pisah rumah untuk sementara waktu.Tentu saja keputusan kami membuat ibu dan ayah mertuaku sangat tidak setuju.Namun demi kenyamanan kami berdua,kami tetap melakukannya,hingga hal itu menimbulkan ke murkaan dari ibu mertuaku.Ia menuduh bahwa aku ingin memisahkan Leonardo darinya.Padahal sedikitpun aku tidak pernah berpikir seperti itu.


Perubahan sikap dari ibu mertuaku yang begitu tiba-tiba membuatku begitu sedih.Bukan hanya aku yang merasa begitu,tetapi Leonardo juga merasa sedih.Dan kami berdua tahu bahwa perubahan mendadak dari sikap ibu mertuaku adalah Stella.Bukan tanpa alasan mengapa kami menganggap bahwa Stella adalah biang keladi dari permasalahan yang sedang terjadi.Karena semenjak kedatangannya di kediaman Louis serta kedekatannya dengan ibu mertuaku sudah menjadi bukti bahwa dia adalah dalangnya.

__ADS_1


Namun aku dan Leonardo tidak bisa melakukan apa-apa untuk menjauhkan Stella dari ibu mertuaku,karena ibu mertuaku sangat menyayanginya.


Aku pikir dengan pindahnya kami berdua dari kediaman Louis akan membuat kami merasa tenang.Namun nyatanya tidak begitu.


Setiap kali Leonardo pergi,ibu mertuaku akan datang bersama Stella ke rumah baru kami dan mencaci-makiku.Bukan hanya itu,ia juga selalu membandingkan diriku dengan Stella dan mengatakan bahwa Stella jauh lebih cocok menjadi menantunya.


Jujur,perkataan ibu mertuaku itu sangat menyakitkan hatiku.Namun aku lebih memilih diam saja.Karena aku sangat tahu seperti apa mertuaku itu.Jika ada yang melawan perkataannya maka ia akan semakin marah.Aku juga tidak pernah menceritakan hal yang ku alami itu kepada Leonardo,karena aku tidak ingin membuatnya semakin sedih.


Namun sesabar-sabarnya diriku menghadapi perlakuan tidak mengenakkan dari ibu mertuaku.Lama-kelamaan aku mulai merasa lelah dan frustasi.


Rasa frustasi itu kadang membuat emosiku tidak terkendali dan terkadang Leonardo lah yang menjadi pelampian amarahku.


Selama satu minggu lebih kami tidak saling berkirim kabar.Aku dapat mengerti bahwa Leonardo pasti sangat marah kepadaku,karena bagaimanapun juga akulah yang bersalah dalam pertengkaran kami waktu itu.


Akupun sudah memutuskan jika nanti ia kembali,aku akan menceritakan kebenarannya kepada Leonardo.Bukan karena aku ingin menghancurkan hubungan yang terjalin antara ibu dan anak.Tetapi aku ingin mengabulkan keinginan ibu mertuaku yang ingin memiliki cucu.


Malam harinya saat aku sedang tertidur lelap.Tiba-tiba aku seperti merasakan seseorang memeluk tubuhku dari belakang.Dari aroma parfumnya yang tercium aku dapat mengenali siapa yang sedang memelukku.

__ADS_1


Aku membiarkan Leonardo terus memelukku seperti itu tanpa berniat untuk mengakhirinya.Aku memilih untuk terus berpura-pura tidur sampai Leonardo melepaskan pelukannya sendiri.


Namun di sela-sela pelukan itu,tiba-tiba aku merasakan pundakku basah.Samar-sama aku mendengar isakan tangis Leonardo.Ku dengar beberapa kali ia mengucapkan kata maafnya kepadaku.


Dalam keadaan seperti itu aku tidak bisa lagi untuk berpura-pura tidur.Aku langsung berbalik dan menatap wajah Leonardo.


Aku bertanya apa yang terjadi kepadanya.Namun ia hanya diam


dan langsung memelukku.Aku membalas pelukannya tak berniat untuk bertanya lagi.


Lalu Leonardo berkata dengan lirih di sela-sela pelukan kami.Ia berkata bahwa ia sudah tahu semua yang telah terjadi kepadaku dan meminta maaf atas hal itu.Ia juga meminta maaf padaku karena ia sudah menghianati diriku.


Sekarang aku mengerti bahwa ternyata Leonardo sudah mengetahui kejadian yang menimpaku.Jujur hatiku menjadi sedikit lega mendengarnya.


Setelah kejadian itu kami akhirnya berbaikan lagi dan bahkan jauh lebih harmonis dari sebelumnya.Terlebih ibu mertuaku tak pernah lagi datang ke rumah kami untuk memarahiku.Di tambah ternyata Stella sudah keluar dari kediaman Louis semakin menambah kelegaan yang ada di dalam hatiku.


Meski aku dan Leonardo sudah berbaikan.Tak menampik setiap malam Leonardo selalu memelukku sambil mengucapkan kata maaf berkali-kali kepadaku.Awalnya kupikir ia begitu karena sangat menyesali pertengkaran kami hari itu.Padahal aku sudah bilang padanya bahwa aku sudah memaafkannya dan menyuruhnya untuk melupakan kejadian itu.Namun Leonardo tetap bertingkah seperti itu hingga membuatku memilih untuk membiarkannya saja.

__ADS_1


Tenang guys…Besok adalah bab terakhir flahsback Steffy…Jadi buat yang kangen Kyara harap bersabar sampe besok ya…😉


__ADS_2