
"Kau…"
"Mau apa kau datang kemari?"
"Apa kau masih belum puas sudah menghancurkan hidupku"
"Atau…Kau datang kemari karena ingin mengejekku"
"Cih,dasar baj*ngan"umpat Monica kepada pria tersebut yang ternyata adalah Deon.
Mendengar Monica yang mengumpati dirinya,Deon tidak merasa terkejut sama sekali.Ia sudah tahu bahwa Monica akan bereaksi seperti itu.
"Tenanglah Monica"
"Kedatanganku kesini bukan untuk bertengkar denganmu"
"Tapi…Aku ingin menawarkan sebuah kerjasama kepadamu"ucap Deon dengan raut wajah yang santai.Monica yang mendengar perkataan Deon menjadi keheranan.
"Apa maksudmu?"tanya Monica dengan tatapan menyelidik.Entah apa yang akan Deon katakan kepadanya.Tapi yang jelas,ia tidak bisa mempercayai begitu saja perkataan pria yang ada di hadapannya sekarang.Karena meskipun Deon adalah orang yang sangat mudah untuk di manifulasi.Tapi tetap saja,Deon tidak bisa ia remehkan begitu saja.Mengingat Deon yang sangat mudah membunuh dan juga membuang jasad Jihan begitu saja waktu itu,membuat Monica merasa bahwa Deon sebenarnya tidak sebodoh perkiraannya.
"Kau sendiri mengetahui pasti,bukan"
"Bahwa rekaman pembicaraanmu dengan Jihan waktu itu adalah asli"
"Tetapi,aku tidak ingin membahas hal itu,karena itu bukan urusanku lagi"
"Yang ingin kubicarakan adalah tentang siapa yang sudah menyebarkan rekaman itu"
"Aku telah mendengar penjelasan dari polisi,bahwa ternyata rekaman itu sudah di potong"
"Jadi bisa di bilang,masih ada rekaman lain yang mungkin masih di simpan oleh orang itu"ucap Deon menjelaskan.
"Lalu…Apa kau sudah tahu siapa yang telah menyebarkan rekaman itu"tanya Monica agak penasaran.Ia mulai tertarik dengan penjelasan yang di katakan oleh Deon.
Deon menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Monica.
"Aku tidak tahu siapa orangnya"
"Apa tujuannya"
"Apakah dia musuhku atau bukan?"
"Aku tidak tahu"
"Tapi yang jelas,keberadaannya sangat mengancam posisiku sekarang"
"Jadi…Maksud kedatanganmu kemari adalah…"
"Kau ingin aku menutup mulut atas pembunuhan yang kau lakukan kepada Jihan"ujar Monica gamblang.Ia sudah mengerti maksud Deon yang sebenarnya.
"Ya,aku ingin kau menutup mulutmu agar tidak membocorkan rahasia itu"
"Karena jika polisi mengetahui hal itu,aku bisa masuk penjara"perkataannya yang sekarang bukan seperti ingin meminta tolong tetapi memberi perintah.Dan tentu saja Monica tidak menyetujuinya,tidak ada untungnya jika ia menyembunyikan hal yang bisa ia jadikan sebagai alat untuk balas dendam kepada Deon.
"Aku tidak mau"
__ADS_1
"Apa untungnya untukku membantumu"
"Aku harus menderita di penjara,sedangkan kau bisa bebas berkeluyuran di luar sana"
"Hanya orang bodoh saja yang akan mau menerimanya"usai mengatakan hal itu ia langsung beranjak pergi meninggalkan Deon.Ia sudah sangat muak berada satu ruangan bersama pria itu.Namun sebelum tangannya menyentuh gagang pintu keluar,Deon lebih dulu menghentikannya dengan mengatakan hal yang membuat Monica mengurungkan niatnya itu.
"Kau adalah orang yang sudah melakukan kecurangan di pesta malam itu"ucapan itu langsung menghentikan langkah Monica.
Monica hanya diam saja di tempat ia berdiri.Mungkin karena ia masih merasa sedikit kaget mendengar perkataan Deon.
Deon yang melihat reaksi dari Monica,nampak menyeringai.
"Aku juga tahu bahwa Daniel yang sudah membantumu melakukannya"sambung Deon kembali masih dengan ekspresi yang sama.
Beberapa hari sebelumnya,Deon di panggil ke pengadilan atas kasus kecurangan dan perekayasaan undian saham keluarga Abelano.Dan tentu saja ia mengelak tuduhan tersebut dan meminta hakim untuk memberinya waktu untuk mencari bukti bahwa dirinya tidak bersalah.
Untunglah hakim menyetujui permintaannya dan memberi Deon waktu selama satu minggu untuk mencari bukti tersebut.Dan setelah dua hari mencari,Deon akhirnya menemukan bukti itu.Ia begitu kaget saat mengetahui bahwa ternyata asistennya juga turut terlibat melakukan kecurangan tersebut.
"Aku tidak tahu apa yang akan di lakukan keluarga Abelano kepada kalian berdua"
"Yang pasti itu bukan hal yang baik"
"Apalagi yang memegang kuasa atas keluarga Abelano sekarang adalah orang yang di kenal sangat kejam"
"Kau pasti juga sudah tahu,hukumanmu akan semakin berat jika aku menunjukan bukti-bukti itu"
"Bahkan bukan hanya dirimu,tetapi Daniel juga akan ikut terseret masuk ke penjara"
Mendengar hal itu,Monica menjadi sangat khawatir.Satu hari di dalam penjara saja sudah membuat dirinya sangat sengsara,apalagi jika hukumannya di tambah.Ia juga tidak bisa membiarkan Daniel ikut terseret.Karena hanya Daniel satu-satunya orang yang bisa membantunya untuk membalaskan dendam serta memberinya tumpangan hidup jika ia sudah keluar dari penjara nanti.
"Kau memang pria yang licik"balas Monica dengan tatapan yang tajam menusuk.Kedua tangannya terkepal dengan kuat.
Deon hanya menaikan sudut bibirnya mendengar jawaban dari Monica.
Dengan hati yang terpaksa akhirnya Monica menyetujui penawaran yang Deon berikan.Ia benar-benar tak memiliki pilihan lain selain menyetujui hal itu.
"Baiklah…Aku akan melakukannya"jawab Monica akhirnya.Mendengar jawaban dari Monica,Deon merasa sangat puas.
"Pilihan yang bagus"ucap Deon dengan senyum penuh kepuasan.
"Tetapi,aku memiliki tiga syarat untuk itu"senyum Deon langsung pudar setelah mendengarnya.
"Aku ingin kau tidak menyeret Daniel atas kasus kecurangan yang aku lakukan"
"Itu adalah yang syarat pertama"ujar Monica dengan wajah serius.Sedangkan Deon terlihat manggut-manggut mendengar syarat pertama yang di ajukan oleh Monica.
"Syarat kedua,aku ingin kau menyewakan pengacara hebat untuk membantuku di acara persidangan nanti"
"Hmm…Itu agak sulit…"
"KETIGA"
"Aku ingin kau memberiku sepuluh persen saham yang kau miliki di perusahaanmu"
"APA!"
__ADS_1
"Apa kau sudah gila HAAH…"
"Sampai kapanpun,aku tidak akan pernah menyetujuinya"
"Perjanjian kita batal"
Begitulah bayangan yang ada di pikiran Monica akan reaksi Deon setelah mendengar syarat terakhir darinya.Namun ternyata, itu hanya ekspektasinya saja.
Di luar dugaannya Deon justru menyetujui permintaannya dengan sangat mudah.
"Baiklah…Aku menyetujuinya"ucap Deon dengan santainya.Tak terlihat wajah terbebani atau merasa keberatan sama sekali di wajahnya.Seakan permintaan Monica bukanlah apa-apa bagi Deon.
Sangat berbanding terbalik dengan Monica yang terlihat sangat terkejut juga kebingungan.Reaksi santai Deon benar-benar di luar perkiraannya.Meski di sisi lain ia merasa senang karena Deon menyetujui syarat yang ia berikan.
Akan tetapi…Tetap saja terasa sangat aneh.
Tok…Tok…Tok…
Ketukan di pintu seketika membuyarkan lamunan Monica.
"Waktu berkunjungku sudah habis"
"Aku harus segera pergi"ujar Deon seraya berdiri dari tempat duduknya.Ia kembali memasang masker yang ia gunakan sebelumnya untuk menutupi sebagian wajahnya agar orang lain tidak mengenali dirinya.
Monica hanya berdeham singkat membalas ucapan Deon.
"Oh iya,aku hampir melupakan sesuatu"Deon terlihat merogoh sesuatu di balik jaket tebal yang ia kenakan.
Sekotak kue coklat berukuran sedang ia letakan di depan Monica.
"Ini adalah titipan dari Daniel untukmu"ucap Deon kepada Monica.Usai mengatakan hal itu Deon langsung pergi begitu saja meninggalkan Monica sendirian di ruang itu.
Monica menatap kotak yang berisi kue kesukaannya itu dengan pandangan yang sayu.Bahkan di saat seperti ini pun Daniel masih sangat perhatian kepada dirinya.
Monica langsung menangis seketika sambil mendekap kotak kue itu.Bayang-bayang kenangan indah bersama Daniel terlintas begitu saja di benaknya.
Monica sangat menyesal karena sudah menyia-nyian Daniel sebelumnya.Di dalam hatinya,Monica telah bertekad untuk tidak melakukan hal yang sama lagi kepada Daniel.
Sayangnya…Monica sudah sangat terlambat menyesalinya,karena Daniel sudah sangat-sangat kecewa kepada dirinya.
Monica terlalu larut ke dalam pikirannya sendiri.
Sampai-sampai ia tidak menyadari.
Bahwa bahaya lain sedang mengintai dirinya saat ini.
Sorry ya guys😖author jarang update akhir-akhir ini.Selain karena author gak ada waktu alias sibuk…Alasan lain adalah karena author lagi gak ada S.I.M.
Sinyal, Ide dan Mood.
Kalo gak ada ketiganya author gak bakal bisa update😭
Jadi reader harap maklum ya kalo author jarang update(︶^︶)
Sekali lagi author minta maaf😭🙏
__ADS_1
🌹author Queena🌹