
Seperti itulah yang di ketahui oleh orang-orang tentang bagaimana perusahan Louis bisa mengalami kebangkrutan.Padahal kenyataan sebenarnya adalah perusahaan tersebut tak pernah mengalami kebangkrutan sama sekalinya.Dan cerita tentang kebocoran informasi perusahaan hanyalah kebohongan yang sengaja di buat oleh kakek Jihan untuk menangkap para penghianat perusahaan dan mencari orang-orang yang benar-benar tulus bekerja padanya.Siapa yang menyangka bahwa hampir sebagian besar dari pegawai perusahaan adalah penghianat.Mereka langsung berhenti bekerja begitu tahu bahwa perusahaan Louis sedang berada di ujung tanduk dan langsung bekerja di perusahaan saingan mereka.Sedangkan bagi mereka yang masih setia terhadap perusahaan tetap bertahan dan telah mendapatkan kepercayaan oleh tuan Edward dan tetap bekerja di perusahaan hingga sekarang.
Akan tetapi,bukan hanya itu alasan yang membuat Edward menyebarkan berita kebangkrutan palsunya kepada semua orang.Melainkan demi menjaga hak Jihan selaku pewaris sah dari kekayaan keluarga Louis,mengingat betapa lemah dan polosnya pikiran cucunya tersebut yang dengan mudahnya ia di manipulasi oleh orang lain terutama sang ibu, Steffy.Dan benar seperti dugaannya,nama kepemilikan mansion keluarga louis telah beralih nama menjadi milik Steffy,tepat satu bulan setelah kematiannya.Bukan hanya mansion, beberapa hektar tanah perkebunan pun ingin di rebut olehnya,namun tanpa tanda tangan dari Jihan ia belum bisa mendapatkannya, karena Jihan masih di nyatakan menghilang oleh kepolisian.
Steffy masih mengira bahwa Jihan akan melakukan apapun yang ia suruh mengingat betapa patuhnya Jihan kepadanya.Ia tak tahu saja,bahwa Jihan yang sekarang bukanlah Jihan yang di kenal lemah dan selalu mudah menyerah,di karenakan jiwa Jihan telah di gantikan oleh Kyara yang memiliki sifat pemberani dan juga licik.Dengan pemikiran dan sifat Kyara,Steffy takkan pernah bisa lagi mendapatkan harta kekayaan milik kelurga Louis.Karena Kyara telah bertekat untuk mengambil hak yang seharusnya menjadi milik Jihan dari tangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab,juga hal itu ia lakukan untuk bekalnya di masa depan nanti.
Setelah misi balas dendamnya selesai,ia berniat membuat sebuah acara amal untuk membantu panti asuhan yang ada di negara tersebut.Bukan hanya dirinya saja,ia juga akan mengajak Revan dan mengajarinya bagaimana cara menjadi pengusaha yang hebat.Dan setelah Revan dewasa dan sudah mampu mengambil alih perusahaannya,ia bisa pensiun dengan tenang dan hidup bahagianya selamanya.Begitulah rencana Kyara di masa depan nanti.Ia tak berpikir untuk menikah atau mencari cinta seorang pria.Bagi Kyara,selama uang terus mengalir di tangannya entah cinta atau apalah itu namanya, ia tak peduli.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Kyara menghentikan pekerjaan yang sedari tadi seakan tak ada habisnya.Ia beranjak dari duduknya lalu pergi menuju dapur untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan.Seporsi mie instan menjadi pilihan Kyara untuk makan malam,karena ia sudah terlalu lapar dan akan membutuhkan waktu lama untuk memasak makanan lain.
Kyara menyantap makanannya dengan tenang sembari menatap bulan yang bersinar terang di balik jendela kamarnya.
Di saat-saat seperti ini kembali terlintas di benaknya,kenang-kenangan bersama kedua sahabatnya,Raline dan Noah.
Flashback…
"Kyara"
"Jika kau ingin makan mie instan jangan lupa memasukkan nasi di dalamnya"
"Dengan begitu kau akan merasa kenyang lebih lama"ucap Raline dengan nada dan suara yang terdengar cempreng di pendengaran Kyara dan Noah.Jangan lupakan gaya bicaranya yang terdengar persis seperti ibu-ibu yang menyuruh anaknya untuk makan.Kedua sahabatnya tak habis pikir,bisa-bisanya gadis bertampang bule sepertinya memiliki selera seperti orang lokal.
"Tidak,terima kasih"
"Aku lebih suka makan seperti ini"tolak Kyara dan di setujui oleh Noah.
Raline terdengar berdecih.
"Kalau seperti itu kalian tidak akan kenyang"
"Lihatlah tubuh kalian hanya ada kulit dan tulang"
"Bagaimana bisa itu di anggap sudah cukup"
"Ayolah Kyara…Noah"
"Kalian harus banyak makan agar memilik tubuh ideal seperti diriku"ucap Raline bangga sambil memperlihatkan lekuk tubuhnya yang terlihat lebih berisi di antara mereka bertiga.Terutama di bagian depan perut yang terlihat sedikit menonjol karena terdapat lemak di dalamnya.
__ADS_1
Kyara hanya diam memperhatikan kelakuan aneh Raline yang dengan bangganya menunjukkan lemak perutnya di hadapan mereka berdua.Sedang Noah ia terlihat beranjak pergi dari sana tanpa menghabiskan makanannya.Melihat tingkah Raline yang seperti itu membuatnya sadar,bahwa makanan instan bisa membuat darah tersumbat dan menyebabkan aliran darah ke otak menjadi tidak lancar atau sebutan lainnya bisa membuat seseorang menjadi bodoh,contohnya Raline.
"Hei Noah…Habiskan makananmu dulu baru pergi"teriak Raline dengan kencang ke arah Noah yang terlihat acuh.
"Ck…Aku sudah kenyang mendengar ocehanmu"
"Aku duluan"ucapnya tanpa menoleh ke arah kedua sahabatnya.
Blamm…
Noah langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan teriakan dari Raline.
"Huuh…Lihat tingkahnya itu"
"Hanya orang tidak waras saja yang mau berteman dengannya"sungutnya kesal tanpa berpikir bahwa ia sedang menyindir dirinya sendiri dan juga Kyara.Kyara hanya mengangkat alisnya mendengar perkataan Raline,tapi ia tak berniat untuk protes atau menyela.
Di lain waktu…
"Raline…Coba buka mulutmu"ucap Noah secara tiba-tiba muncul di hadapan Raline.Raline yang saat itu sedang makan langsung tersedak.
Uhuk uhuk…
Hap
Belum selesai ia berbicara,Noah langsung memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.
"Emm…Rasanya manis"
"Apa ini"tanya Raline di sela-sela kunyahannya.
"Ini adalah obat racikkanku"wajah Raline seketika berubah berbinar mendengarnya.
"Wow…Noah"
"Kau bisa membuat obat dengan rasa seperti permen"
"Kau memang luar biasa"
"Omong-omong apa kegunaannya?"
__ADS_1
"Aku ingin mencobanya lagi"Raline meraih kembali obat yang berada di tangan Noah lalu memakannya tanpa berpikir khasiat dari obat tersebut.Noah hanya membiarkannya saja,lagi pula itu bukan obat berbahaya yang bisa mengancam nyawa.
"Coba kita lihat apakah obat ini berhasil"
"Raline kau bisa melanjutkan makanmu"dengan senang hati Raline melakukan perintah tersebut.
Namun baru satu suap ia memasukkan makanan ke dalam mulutnya,ia langsung muntah.
"Hueekk…Apa-apaan ini"
"Rasanya sangat menjijikan"Raline merasakan seperti ada bau busuk yang sangat menyengat di mulutnya.
"Hahaha…Tidak ku sangka obat buatanku sangat manjur"Noah tertawa bangga saat menyadari eksperimennya telah berhasil.
Raline yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Noah,ia menarik kerah baju sahabatnya itu dengan wajah yang kesal.
"Noah…Obat apa yang kau berikan padaku"ucap Raline kesal namun tak menutupi bahwa ia masih merasakan mual di perutnya.
"Hanya obat diet yang ku buat khusus untukmu"
"Kau tenang saja,obat itu tak memiliki efek samping"
"Hanya saja kau akan merasa mual setiap kali kau memasukkan makanan ke dalam mulutmu"ucap Noah menjelaskan dan langsung di pahami oleh Raline.
"Jadi,kapan efek obat ini menghilang"
"Aku tidak bisa menahan makanan untuk tidak masuk ke dalam mulutku"Noah terlihat mengetuk dagunya seperti sedang berpikir serius.
"Satu butir obat hanya memiliki efek hingga 12 jam"ujar Noah santai tanpa menyadari perubahan dari wajah Raline.
"APAA…"Raline sangat syok mendengar perkataan Noah.Karena ia sadar bahwa ia telah menelan obat itu hingga 10 butir.Itu berarti ia harus menahan lapar hingga 120 jam.Sedangkan biasanya,baru 3 jam saja ia sudah merasa lapar.Sekarang, ia harus menahan hingga selama itu,baru memikirkannya saja sudah membuat Raline jatuh lemas.Untuk pertama kalinya bagi Raline,ia menyesal karena makanan.
Flashback off…
Kyara terkekeh geli setiap kali ia mengingat momen itu.
"Aku sangat merindukkan kalian"
"Bagaimana kabar kalian di sana"Kyara memandang jauh kearah langit seakan-akan ia bisa melihat kedua sahabatnya di sana.
__ADS_1