Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 28.Alasan Sebenarnya


__ADS_3

Dengan berat hati Joe melakukan apa yang Kyara perintahkan.Ia menyuruh saudarinya untuk menyerahkan berkas tersebut kepada Steffy.Tentu saja hal itu langsung di tolak mentah-mentah oleh Jill.Namun setelah mendengar penjelasan saudaranya bahwa itu adalah perintah dari Kyara.Akhirnya dengan hati yang terpaksa ia pun menyerahkan berkas tersebut kepada Steffy.


Sedangkan Steffy sendiri tentu saja merasa sangat senang.Ia mengira ancamannya sungguh mampu membuat seorang Jill yang di kenal sebagai pengacara yang berani dan jujur menjadi ketakutan.


Steffy melangkahkan kakinya dengan bangga setelah berhasil mendapat apa yang ia mau.Ia tak peduli seperti apa keadaan Jihan sekarang.Yang terpenting baginya ialah ia telah berhasil mengeruk semua warisan keluarga Louis.Setelah ini ia bisa beristirahat sembari menikmati kekayaan yang berhasil ia kumpulkan bersama suaminya yang sekarang.


Sayangnya ia berpikir terlalu pendek.Ia tidak menyadari bahwa hal yang ia lakukan sekarang akan di tentang oleh seseorang yang rupanya juga mengincar hal yang sama dengannya.


"APA…"Deon membanting berkas yang ada di tangannya ke arah sang asisten.


"Bagaimana ini bisa terjadi?"


"Jelas-jelas sebagian besar saham di perusahaan itu adalah milikku"


"Bagaimana bisa mertuaku itu bisa mendapatkan berkas kepemilikan perusahaan"


"Aku sangat yakin wanita tua itu pasti telah melakukan cara licik"


"Tanda tangan itu pasti palsu"Deon menggebrakkan tangannya ke atas meja untuk melampiaskan amarahnya.Meski perusahaan itu hanyalah perusahaan kecil,namun justru karena dana dari perusahaan itulah yang membuat perusahaan Anderson bisa bertahan hingga sejauh ini.


Sebenarnya,ia hanya memiliki saham sekitar 30 persen di perusahaan itu,sedangkan 30 persen sisanya adalah milik Revan yang sengaja di berikan oleh Jihan sebagai kado ulang tahunnya yang ke lima tahun.Meski belum di nyatakan secara sah oleh pengadilan,tapi Jihan telah mengatakannya secara lisan di hadapan para kerabat dan juga para rekan bisnisnya.


Dan karena alasan itu jugalah yang membuat Deon hanya mengusir Jihan yang saat itu menjadi tersangka atas keracunan yang menimpa Revan.Padahal ia bisa saja melaporkan Jihan,namun ia khawatir Jihan akan menarik kembali saham yang pernah ia berikan kepada Revan.Meski pada akhirnya Jihan harus mati ditangannya karena Jihan mencoba menyakiti Monica.


Ada sedikit rasa sesal di hatinya karena telah melakukan hal itu,bahkan sekarang ia pun tak tahu bagaimana kondisi jasad dari Jihan yang telah ia buang waktu itu.


Akan tetapi,rasa penyesalannya itu tak seberapa di banding dengan keserakahan Deon.


"Daniel…Cepat telpon pengacara Ben"


"Kita akan melaporkan mertuaku atas dasar pemalsuan dokumen"ucapnya memberi perintah kepada sang asisten.


"Baik tuan"jawabnya patuh.


Sedangkan di tempat lain,Kyara yang dengan santainya menikmati secangkir teh dan cemilan di halaman belakang villanya.Terlihat juga beberapa pelayan yang sedang sibuk menata taman dan memetik buah untuk persediaan beberapa waktu kedepan.


Sesekali mereka terlihat kepayahan melakukan pekerjaan mereka.Namun mereka tak bisa mengeluh sedikitpun karena sedang di awasi oleh Kyara dari jarak dekat.


Bruukk…


"Akkhh…"karena kurang berhati-hati salah satu dari pelayan yang sedang bertugas memetik apel tiba-tiba terjatuh dari pohon,hingga membuat apel yang semula berada di dalam keranjang yang ia pegang ikut jatuh berserakan.Tak hanya itu,tangga yang ia jadikan pijakan pun turut jatuh dan menimpanya.Bak sebuah pepatah,sudah jatuh tertimpa tangga pula.Untung saja ia tidak jatuh dari ketinggian kalo tidak mungkin lain lagi ceritanya.


"Ppftt…"Kyara mencoba menahan tawanya melihat kemalangan yang baru saja menimpa pelayannya itu.


Ia memang sengaja membuat mereka bekerja keras seperti itu untuk memberi mereka pelajaran karena telah menentang perintahnya.Tapi ia tak menyangka hukuman mereka bisa menjadi hiburan yang sangat lucu untuknya.

__ADS_1


"Nyonya Jihan…Tuan Joe ingin bertemu dengan nyonya"ucap salah seorang pelayan yang baru saja datang dari dalam villa.


"Oh baiklah,terimakasih"ucap Kyara sembari beranjak dari duduknya.


"Oh ya,tolong ambil kotak p3k di lemari"


"Sepertinya temanmu itu membutuhkannya"ucap Kyara seraya menunjuk ke arah dua orang pelayan yang di antaranya sedang memapah temannya yang terjatuh tadi.


"B-baik nyonya"jawab pelayan itu yang baru saja menyadari bahwa salah satu temannya sedang terluka.


Meninggalkan ketiga pelayannya yang sedang bermain dokter-dokteran.Kyara langsung berjalan pergi menuju ruang tamu di mana asistennya sedang menunggu.


Dan sesampainya di ruang tamu,tak hanya asisten Joe saja yang berada di sana namun pengacara Jill pun juga ada.


Kyara mengerutkan keningnya menatap kedua saudara kembar beda jenis itu.


"Ada apa ini?"


"Kalian tidak bilang padaku bahwa akan datang"ucapnya dengan nada yang bingung.Ia lalu duduk di sofa yang bersebrangan dengan kedua kakak beradik itu.


Tanpa menjawab pertanyaan darinya,kedua saudara kembar itu langsung berlutut di hadapannya hingga membuat Kyara terlonjak kaget.


"Hei…Apa yang kalian lakukan?"


"Cepat bangun"Kyara langsung menyuruh keduanya untuk bangkit.Namun keduanya tak mendengarkan perintahnya.


"Kami tidak akan bangkit sebelum nyonya muda menerima ucapan terima kasih dari kami"ucap Joe yang masih bersujud di hadapan Kyara.


"Benar nyonya muda"


"Bahkan ini pun belum bisa membayar pengorbanan besar yang nyonya lakukan untuk kami"


"Kami sungguh sangat-sangat berterima kasih"sahut Jill yang juga berada dalam posisi yang sama.


Kyara memijat pelipisnya merasa pusing dengan perbuatan dari kedua bawahannya itu.


"Astaga…Kalian berdua"


"Cepat bangun atau ku pecat"mendengar ancaman Kyara keduanya langsung bangkit dengan cepat.


"Duduk"perintah Kyara lagi.Keduanya pun duduk dengan patuh.


"Apa kalian tidak punya harga diri hingga berbuat seperti itu"


"Aku ini hanya manusia bukan Tuhan yang harus kalian sembah seperti tadi"

__ADS_1


"Lagi pula,memangnya apa yang sudah kulakukan untuk kalian"


"Hingga kalian harus berterima kasih padaku seperti itu"


"Jika kalian berterima kasih karena aku menyerahkan berkas perusahaanku itu demi kalian"


"Maka kalian salah besar"keduanya terlihat terkejut.


"Jadi,jika bukan karena kami"


"Lalu mengapa nyonya menyerahkan berkas itu kepada nyonya Steffy?"kali ini Jill yang bertanya.


"Tentu saja untuk kepentinganku sendiri"jawab Kyara santai.Namun jawabannya justru membuat keduanya semakin bingung.


"Maksud nyonya muda?"tanya Joe bingung.


"Kalian tahu bukan,aku memiliki saham sekitar 70 persen di sana"


"Sedangkan 30 persen lainnya milik suamiku"mereka berdua terlihat mengangguk.


"Lalu dua tahun yang lalu aku memberikan 30 persen sahamku kepada Revan namun belum sah secara pengadilan"


"Dan Deon mengira saham Revan berarti miliknya juga"


"Jadi dia mengira total sahamnya sekarang adalah 60 persen"


"Karena Deon tahu bahwa aku sudah mati,maka otomatis ia akan berpikir perusahaanku akan menjadi miliknya jika di hitung dari nilai saham yang ia punya"


"Namun yang dunia tahu aku hanya menghilang"


"Dan ibuku yang baik hati serta budiman itu memalsukan tanda tanganku untuk mengambil perusahaanku"


"Lalu menurut kalian apa yang akan terjadi selanjutnya"tanya Kyara di akhir kalimatnya.


"Tuan Deon akan melaporkan apa yang nyonya Steffy lakukan"Kyara menjentikkan jarinya.


"Tepat sekali"


"Dia akan menentang keputusan ibuku dan memberi bukti-bukti bahwa tanda tangan yang di berikan ibuku itu adalah palsu"


"Dan meski Deon berhasil membuktikan bahwa tanda tangan itu palsu"


"Ia tak akan bisa mendapatkan perusahaan itu,karena statusku yang masih di nyatakan menghilang"Keduanya langsung terperangah mendengar penjelasan Kyara.


"Jadi,karena aku tidak bisa melaporkan perbuatan ibuku"

__ADS_1


"Maka biarkan orang lain yang akan melaporkannya"ucap Kyara santai tanpa memperdulikkan tatapan kedua bawahannya yang menatapnya dengan raut wajah yang ngeri.


'Ternyata nyonya Jihan jauh lebih menakutkan'batin keduanya.


__ADS_2