
Di sebuah bar yang terletak di pinggiran kota,terlihat Deon yang sedang asik menenggak minuman beralkohol hingga membuatnya mabuk berat.Semenjak kejadian di hari itu,ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermabuk-mabukan.Banyaknya masalah yang terjadi secara bersamaan membuat Deon sangat frustasi dan nyaris gila.
Glek…Glek…Glek….
Deon terus menenggak minuman yang ada di depannya,entah sudah botol ke berapa yang ia minum saat itu.Yang jelas Deon akan terus minum seperti itu hingga ia tidak sadarkan diri.
Masalah yang menimpanya benar-benar membuat Deon hampir kehilangan segalanya.Ia tak habis pikir bagaimana bisa kesialan selalu menimpa dirinya.
Deon sudah cukup pusing karena harus menghadapi perusahaannya yang hampir bangkrut dan juga harus menutupi tentang kematian Jihan.
Dan di saat ia sudah berhasil menemukan solusi untuk masalahnya itu,masalah baru justru muncul lagi dan menghancurkan semua rencananya.
Seandainya saja,ia mengetahui lebih awal tentang kebenaran bahwa Revan adalan anaknya bersama Jihan,mungkin kondisinya tidak akan menjadi seperti ini.
Sungguh,ia benar-benar menyesali kebodohannya selama ini.Seandainya saja ia bisa mengulang semuanya dari awal lagi.Maka ia tidak akan pernah menyia-nyiakan Jihan dan akan selalu mempercayai istrinya itu.
Namun apa gunanya ia menyesal.Rasa sesalnya itu tidak akan pernah bisa mengembalikan semua yang telah ia buang.
Jihan telah tiada,perusahaannya hampir bangkrut dan sekarang ia harus menghadapi tuntutan dari keluarga Abelano atas penipuan yang tidak pernah ia lakukan.
Beberapa hari yang lalu Deon mendapat kabar dari Daniel bahwa ia di tuntut oleh keluarga besar itu karena sudah melakukan kecurangan atas undian saham di malam itu.Nama perusahaannya ternyata tercantum lebih dari satu dari yang seharusnya hingga hal itu membuat perusahaan lain yang juga ikut berpartisipasi menjadi geram dan meminta keluarga Abelano untuk menindak hal tersebut.Padahal Deon tidak pernah melakukan kecurangan itu dan ia yakin pasti ada yang sudah memfitnahnya.
'Apa yang harus kulakukan?'
'Rasanya aku ingin mati saja'gumam Deon dalam hati.Ia benar-benar tidak bisa memikirkan cara untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah itu.
Belum lagi rencananya untuk menghabisi Monica telah gagal.Ia tidak menyangka bagaimana bisa Monica berhasil selamat dari racun yang telah ia berikan.
Ia tidak bisa membiarkan wanita itu hidup atau wanita itu akan ikut menyeretnya masuk penjara,karena bagaimanapun juga Monica adalah saksi kunci dari kematian Jihan.
Ya…Meskipun nantinya ia bisa saja masuk penjara karena tuntutan dari keluarga Abelano.Akan tetapi hukuman yang akan ia dapatkan mungkin hanya sebatas sanksi atau membayar denda kerugian, itupun jika ia di nyatakan bersalah.Namun jika ia berhasil menunjukkan bukti bahwa dirinya tidak bersalah maka ia akan terbebas dari semua tuduhan.Dan bisa saja ia akan menuntut balik atas dugaan pencemaran nama baik di sertai fitnah dan hal itu akan sangat menguntungkan dirinya.
Akan tetapi beda halnya jika ia terbukti telah melakukan pembunuhan terhadap Jihan.Ia bisa di tuntut lebih berat dan akan masuk penjara untuk waktu yang sangat lama.Semua orang tentu tau,jika seorang pengusaha atau pejabat masuk kepenjara karena suatu kasus yang berat,itu adalah sebuah awal dari kehancuran karir mereka.Karena menurut undang-undang dan pasal yang berlaku di negara itu.Siapapun yang telah melakukan tindakan kejahatan yang merugikan orang ramai,maka selain di penjara untuk waktu yang lama,semua aset dari yang pribadi hingga non pribadi akan di sita oleh pemerintahan.Memang terdengar kurang adil bagi para pelaku,apalagi dari pihak keluarga,namun setelah undang-undang itu di berlakukan,kejahatan-kejahatan di negara tersebut berkurang setiap tahunnya.
Deon tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.Satu-satunya cara agar ia tidak masuk kepenjara adalah dengan cara menghabisi Monica.Bukan hanya Monica,ia juga harus menyingkirkan saksi lainnya,yaitu Dirman dan juga Tarso.
Sampai saat ini belum mendapatkan kabar apapun dari Tarso tentang keberadaan Dirman.Ia harus segera menemukan keberadaan Dirman dan menghabisinya.Dan setelah menghabisi Dirman maka ia juga akan menghabisi Tarso,karena Deon sudah tidak bisa mempercayai siapapun lagi saat ini.
__ADS_1
Deon juga harus mencari siapa sosok yang sudah membongkar kebusukan Monica.Deon ingin memastikan apakah orang tersebut teman atau justru musuhnya.Karena menurut Deon justru orang itulah yang paling berbahaya untuknya.Karena bisa saja ternyata orang itu adalah musuhnya yang mencoba untuk menghancurkan dirinya.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Di tempat lain,tepatnya di villa yang di tempati oleh Kyara.Terlihat Kyara yang sedang sibuk mengerjakan beekas-berkas kantornya bersama dengan Joe.
Tidak sulit bagi Kyara untuk mengerjakan pekerjaan itu.Dengan berbekal ingatan dari Jihan dan juga kemampuan otaknya yang jenius,Kyara bisa langsung memahami isi berkas itu hanya dengan mendengar penjelasan singkat dari Joe.
"Joe,bagaimana dengan pemasaran perhiasan batu ruby kita di negara xxx?"tanya Kyara kepada asistennya itu.
"Pemasaran batu ruby di sana tidak terlalu bagus"
"Karena negara itu lebih suka memakai produk dalam negeri"
"Terlebih orang-orang di sana lebih suka memakai perhiasan emas di bandingkan bebatuan"ucap Joe menjelaskan.
"Berapa keuntungan yang kita dapat di negara itu?"tanya Kyara lagi.
"Mmm…Hanya sekitar tiga persen,nyonya muda"jawab Joe sambil melirik sekilas ke arah Kyara.Ia ingin lihat apa yang akan di lakukannya nyonyanya itu untuk mengatasi hal itu.Jika tuan besar Edwadr yang menanganinya mungkin beliau akan memerintahkannya untuk menarik semua barang-barang yang mereka ekspor dari negara itu dan menjualnya ke negara lain.
"Hanya tiga persen ya…"ujar Kyara sambil manggut-manggut.
"Tarik semua perhiasan-persiasan lama dari negara itu lalu ganti dengan model yang baru"ucap Kyara memberi perintah.
"Ta-tapi nyonya"
"Bukankah hasilnya akan sama saja"
"Walaupun kita menggantinya dengan model baru,tetapi itu tidak akan berpengaruh banyak"ucap Joe dengan nada yang tidak enak hati,khawatir jika Kyara tersinggung dengan perkataannya.Ia merasa bahwa ide Kyara tidak akan menguntungkan perusahaan.
"Tenang saja Joe"
"Aku sudah memperhitungkannya dari beberapa menit yang lalu"
"Dan aku yakin bahwa apa yang kulakukan itu sudah benar"
"Jika kau masih ragu,aku akan mengirim semua berkas yang berisi tentang ide-ide untuk pemasaran kita di negara itu"
__ADS_1
"Kau bisa melihatnya sebelum melakukan perintahku"
"Dan jika kau merasa ada sesuatu yang kurang di dalam berkas itu,kau juga bisa menambahkan ide-idemu ke dalamnya"ucap Kyara menjelaskan.Joe hanya bisa mengangguk setuju setelah mendengar penjelasan dari Kyara.
Triiing…
Di saat keduanya masih sibuk bekerja,tiba-tiba ponsel Kyara berbunyi.Kyara lalu mengangkat panggilan telpon itu setelah melihat siapa yang menelponnya.
"Ada apa Darel?"tanya Kyara tanpa basa-basi kepada bawahannya itu.
"Nyonya muda"
"Ada seseorang yang mencoba melacak keberadaan nyonya"ucap Darel denngan nada sedikit panik kepada Kyara.
Kyara mengerutkan keningnya merasa aneh dengan perkataan Darel.
"Bukankah itu hal yang biasa Darel"
"Kau tidak perlu sepanik itu"
"Tidak ada yang bisa melacak keberadaanku,karena aku sudah mengunci semua akses dari luar villa"ucap Kyara santai.
"Tapi nyonya…Orang itu tidak melacak villa ini"
"Tetapi…Dia melacak nomor ponsel nyonya"
"Aku tidak bisa menghentikannya"
"Dia terlalu kuat"
Mendengar penjelasan dari Darel Kyara menjadi sedikit penasaran tentang orang telah berhasil meretas sistemnya.
"Baiklah kalau begitu"
"Kau terus awasi pergerakan orang itu dan cegah sebisa mungkin agar semua dataku tidak jatuh ke tangannya"
"Aku akan segera kesana secepat mungkin"
__ADS_1
"Baik nyonya muda"ujar Darel patuh.Kyara lalu menutup sambungan telponnya dan langsung pergi menuju ke tempat anak buahnya itu berada.