
Satu hari berlalu dengan cepat.Pagi ini pengacara Jill yang baru saja menyelesaikan hukumannya mengelilingi halaman villa sebanyak seribu kali sebagai hukuman untuknya karena sudah menentang Kyara.Hukuman itu benar-benar membuat Jill seperti mau mati,kedua belah telapak kakinya terlihat melepuh dan memerah.Seluruh tubuhnya terasa lemas juga ngilu terutama di bagian pergelangan kakinya.
Jill jatuh terduduk di samping pohon Cemara yang daunnya sudah mulai berguguran karena memasuki awal musim dingin.Ia menyenderkan tubuhnya di batang pohon itu sambil menghela nafas panjang.Sesekali ia terdengar melenguh karena merasakan sakit.
Namun, meskipun seluruh tubuhnya terasa seperti akan remuk karena hukuman yang diberikan oleh Kyara,ia tidak sedikit pun mengeluh atau merasa marah akan hal itu.Ia justru merasa lega karena Kyara hanya menghukumnya dan tidak memecatnya.Bagi Jill,menjadi pengacara pribadi keluarga Louis adalah sebuah kebanggaan mutlak.Meskipun kini keluarga Louis sudah tidak berada di ambang kejayaannya lagi,itu tidak mengubah pikiran Jill untuk terus mengabdi kepada keluarga itu.
Pengacara Jill menolehkan pandangannya ke arah samping kanannya karena merasakan kedatangan seseorang.Nampak Joe yang sudah siap dengan setelan jas khas seorang asisten pada umumnya.Dia kedua belah tangannya terlihat dua cup kopi panas yang ia buat sendiri.Ia lalu menyodorkan minuman yang ada di tangan kirinya kepada saudari kembarnya itu.Jill menerima minuman itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Aroma kuat dari kopi itu mampu membangkitkan semangat Jill kembali.Jill akui bahwa saudaranya itu sangat pandai membuat kopi.
''Apa kau lelah?''tanya Joe tanpa mengubah ekspresi datarnya.
''Ya lumayan''jawab Jill sekenanya sembari menyeruput kopi yang ada di tangannya.
''Aku akan pergi ke kantor pusat bersama nyonya''
''Nyonya berpesan agar kau istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan diri''ujar Joe memberitahu.
''Hmm...Baiklah''balas Jill singkat.
''Aku pergi''Jill hanya mengangguk sebagai balasan.Setelahnya Joe langsung beranjak pergi meninggalkan Jill seorang diri di sana.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Selama satu jam perjalanan tak ada sedikitpun percakapan di antara Kyara dan Joe.Joe yang sibuk dengan tabletnya karena harus mengurus sesuatu yang cukup penting,sedangkan Kyara sendiri sibuk dengan lamunannya.Entah apa yang ada di pikiran wanita itu,tak ada yang mengetahuinya.Yang jelas hari ini adalah hari yang sangat penting untuknya.
Supir membelokkan jalur ke arah belakang gedung yang mana hal itu telah di perintahkan oleh Kyara sebelumnya.Alasannya karena mereka sedang menghindari para wartawan yang sedang berkumpul di depan gedung perusahaan keluarga Louis.Para awak media sengaja di kumpulkan oleh Kyara untuk membantunya menyelesaikan permasalah yang sedang terjadi hari ini.
Setelah keluar dari mobil,Kyara dan Joe langsung masuk ke dalam gedung melalui pintu rahasia.
''Apakah semuanya sudah berkumpul?''tanya Kyara kepada Joe.
Joe langsung mengangguk.
''Iya nyonya,mereka semua sudah saya kumpulkan sesuai instruksi anda''jawab Joe.
''Baiklah kalau begitu''ucap Kyara.
Langkah keduanya pun terhenti di depan sebuah pintu yang mana itu adalah pintu penghubung ke ruangan rapat perusahaan.
''Berikan aku alatnya''dengan sigap asisten Joe langsung menyerahkan sebuah alat penyadap suara kepada Kyara.
Kyara langsung memakainya dan mencoba mendengarkan percakapan yang sedang terjadi di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Bukankah ini sudah jelas"
"Hanya tuan Albarez yang paling cocok untuk memimpin perusahaan ini"
"Kalian sendiri sudah dengar sendiri bukan,apa yang terjadi kepada tuan Anderson dan juga nyonya Arsen"
"Kita sendiri juga tidak bisa mengharapkan putra dari Jihana karena dia masih sangat kecil"
"Kenapa kalian masih ragu untuk memilih tuan Albarez sebagai pemimpin"ucap seseorang dari balik pintu.
"Bukannya kami tidak setuju,rasanya tidak etis saja jika kita langsung mengganti kepemimpinan perusahaan di saat seperti ini"
"Terlebih saat ini perusahaan masih atas nama nona Jihana"
"Kita tidak bisa mengubahnya semau kita"ucap yang lain.
"Ya aku juga tahu bahwa Jihana pemimpin perusahaan ini, tapi dia tidak benar-benar berniat memimpin perusahaan"
"Sejak kematian tuan Edward,tuan Albarez lah yang membantu perusahaan ini agar tetap beroperasi "
"Sedangkan cucunya sendiri justru lebih asyik mengelola perusahaan kecil dan dan juga keluarganya"
"Bahkan dia sendiri tidak pernah menginjakkan kakinya ke perusahaan ini"
"Tuan Frans tolong jangan bahas ini lagi"
"Sebentar lagi asisten Joe akan segera tiba"
"Tidak baik jika hal seperti ini sampai di dengar olehnya"tegur yang lain kepada seseorang yang di panggil sebagai tuan Frans.
"Cih, meskipun dia bisa mendengarnya memangnya dia bisa apa"
"Dia hanyalah anak muda kemarin sore yang baru saja mengenal perusahaan"
"Lagipula jika bukan karena kebaikan dari tuan Edward''
''Apakah bisa seorang anak panti asuhan bisa menjadi seorang asisten muda yang berbakat seperti itu''ujar Tuan Frans dengan nada yang merendahkan.
Kyara yang mendengarnya,hanya bisa menahan rasa marahnya mendengar hinaan yang di tujukan kepada Joe.Mereka tidak tahu saja,Joe yang mereka sebut sebagai anak panti asuhan itu justru sudah Kyara anggap sebagai keluarganya.Dan Kyara sangat tidak senang mendengar keluarganya di hina.
Joe hanya terdiam memperhatikan Kyara yang terlihat marah di depannya.Entah apa yang barusan di dengar oleh Kyara hingga membuat junjungannya itu sampai mengepalkan tangan karena menahan emosi.Yang jelas itu pasti bukan hal yang bagus.
''Bagaimana?Apa kalian setuju dengan pendapatku''ujar tuan Frans kepada para pengelola dan pemegang saham perusahaan itu.
__ADS_1
''Tuan Frans tolong jangan seperti ini''
''Sebentar lagi asisten Joe akan datang''
''Sebaiknya anda mengusulkan hal seperti ini di hadapannya saja''bujuk seorang lagi di antara para pengelola perusahaan.
''Ck,kalian hanya perlu berkata setuju atau tidak''
''Untuk asisten Joe aku dan tuan Albarez yang akan mengurusnya''
''Sekarang kalian tinggal menandatangani berkas ini''
''Jika kalian menandatanganinya berarti kalian setuju kepemimpinan perusahaan akan di berikan kepada tuan Albarez''ucap tuan Frans sembari membagikan berkas tersebut kepada semuanya.
Beberapa dari para pemegang saham perusahaan nampak menganggukkan kepala mereka.Sepertinya mereka menyetujui apa yang di katakan oleh tuan Frans.Lagi pula perusahaan tidak akan bisa berjalan jika hanya mengandalkan rasa belas kasihan.Sedangkan yang lainnya, terlihat masih sangat ragu untuk menyetujuinya.
Ketika sebagian dari mereka akan menandatangani berkas itu, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka dengan kuatnya hingga menimbulkan bunyi yang sangat keras.Tatapan semua orang yang berada di ruangan itu seketika langsung beralih ke arah pintu.
''Maaf mengejutkan kalian karena kedatanganku yang tiba-tiba seperti ini''
''Ada hal yang membuatku sedikit kesal ,hingga tanpa sadar aku sudah menendang pintu ini''ucap Kyara dengan senyum manisnya seakan yang ia lakukan hanyalah masalah sepele.
Sedangkan orang-orang yang berada di ruangan itu hanya bisa terperangah mendengarnya.Mereka tidak bisa mempercayai bahwa wanita muda itulah yang baru saja menendang pintu hingga menimbulkan bunyi yang keras seperti tadi.
Belum selesai rasa terkejut mereka,mereka kembali di buat syok saat wanita muda itu membuka kacamata hitam besarnya yang hampir menutupi separuh dari wajahnya.
"Ji-Jihan...Ba-bagaimana bisa?''ucap tuan Frans agak terbata-bata.Ia sangat terkejut melihat kedatangan Jihan yang jelas-jelas di beritakan telah mati oleh media.Tak hanya dirinya,yang lainpun sama terkejutnya.
''Aku tahu kalian pasti akan terkejut''
''Tenang saja, setelah ini aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada diriku saat itu''
''Tapi, sebelum itu..."Kyara menjeda ucapannya.
"Aku menginginkan berkas yang ada di depan kalian"ujar Kyara meminta semua yang berada di sana untuk menyerahkan berkas itu.Dan mau tidak mau merekapun menyerahkan berkas itu ke tangan Kyara.
Kyara menatap berkas itu tanpa ekspresi apapun di wajahnya.Dan tanpa melihat apa yang tertulis di dalamnya, ia langsung merobek berkas itu hingga hancur berkeping-keping.Semua orang yang berada di sana,terkecuali Kyara dan Joe , terlihat terkejut melihat apa yang Kyara lakukan.
"Jihan,apa yang kau lakukan"sentak tuan Frans kepada Kyara.Matanya melirik ke arah robekan berkas yang terjatuh dengan wajah yang sangat syok.
"Apa lagi?"
"Tentu saja menghentikan kudeta yang kalian tujukan kepadaku"ucap Kyara dingin.
__ADS_1