
Triing…
Triiiing…
Kyara langsung terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara alarm yang berbunyi.Alarm itu memang sengaja ia pasang sebelum tidur agar memudahkannya untuk bangun lebih awal.Kyara mengerjapkan matanya beberapa kali guna menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.
Kyara melirik ke arah jam dinding,waktu baru menunjukkan pukul 5 pagi.Dalam keadaan masih setengah mengantuk Kyara beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi.
Seusai membersihkan dirinya,Kyara terlihat bersiap-siap untuk turun ke bawah guna mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
Kyara menuruni tangga villanya lalu berjalan menuju dapur.Hal pertama yang ia lihat ialah beberapa pelayan wanita yang sedang memasak.Ada juga yang terlihat sedang mencuci piring bekas makan malam kemarin.Kyara memang sengaja mencari beberapa pelayan untuk menemaninya di villa dan membantunya memasak jika ia sedang merasa lelah.
Kyara masuk ke dapur begitu saja tanpa memperdulikan para pelayan yang terkejut karena kemunculannnya yang tiba-tiba.
"Nyonya Jihan,apa ada yang bisa kami bantu"tawar salah satu pelayan kepada Kyara yang terlihat sedang menuang susu ke dalam mangkuk yang telah terisi sereal.
"Tidak ada"jawab Kyara singkat tanpa menoleh ke arah pelayan tersebut.
Setelah selesai,Kyara menyuruh salah satu dari pelayan yang terlihat lebih dewasa di bandingkan yang lainnya untuk membawakan nampan makanannya ke ruang makan.Dengan sigap pelayan itu melaksanakan perintah tersebut.Sedangkan dua orang lainnya terlihat mengikuti dari belakang.
Kyara menyantap sarapannya itu dengan lahap.Sedangkan ketiga pelayan tadi terlihat setia berdiri di belakangnya.
Seusai menghabiskan sarapannya,Kyara terlihat beranjak dari duduknya lalu berjalan pergi menuju ruang tamu di mana asistennya telah menunggu.Memang sebelumnya Kyara sudah membuat janji bertemu dengan asistennya untuk membahas sesuatu.Sedangkan ketiga pelayan tadi masih setia mengikutinya.
Sesampainya di ruang tamu,sang asisten yang di ketahui bernama Joe itu langsung membungkuk hormat di hadapan Kyara.Kyara hanya berdeham singkat membalas penghormatan yang di berikan asistennya itu.Ia lalu duduk di sofa dengan santainya tanpa memperdulikkan ketiga pelayan yang terlihat menatapnya seperti ingin mengatakan sesuatu kepadanya namun merasa ragu untuk mengutarakanya.
"Apa yang kau bawa hari ini Joe?"
"Aku harap itu kabar bagus"ucap Kyara dingin seakan ia tak ingin mendengar hal lain selain berita baik.Asisten Joe hanya bisa menelan salivanya mendengar perkataan Kyara karena ia sadar kabar yang ia bawa bisa di katakan bukanlah kabar baik.
Ia menghela napas sejenak sebelum mengatakan hal yang mungkin akan membuat atasannya itu marah.
"Nyonya muda,hal yang ingin saya sampaikan ini,ada baiknya jika kita bicarakan secara empat mata"ucap Joe sembari melirik ketiga pelayan yang terlihat masih setia berdiri di sana.
Kyara yang mendengar itu langsung menoleh ke arah para pelayan.
"Kalian bertiga,pergilah"perintah Kyara kepada ketiganya.Namun mereka tidak langsung pergi seperti perintah Kyara.
__ADS_1
Kyara mengangkat sebelah alisnya.
"Apa kalian tidak dengar apa yang kukatakan?"Kyara mendelik tajam ke arah mereka hingga membuat ketiganya takut.Namun salah satu diantara mereka mencoba memberanikan diri untuk menyampaikan maksud mereka.
"A-Anu Nyonya"
"Kami ingin menyampaikan sesuatu yang penting"ucap pelayan itu sedikit terbata-bata.
Kyara terdengar berdecak.
"Memangnya sepenting apa hal itu hingga membuat kalian bertingkah sangat tidak sopan kepadaku"
"Aku bisa saja memecat kalian bertiga karena telah lancang membantah perintahku"Kyara tidak main-main saat mengatakannya,ia benar-benar akan melakukan hal itu jika ketiganya tidak mematuhi perintahnya lagi.
Ketiga pelayan itu hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepala mereka mendengar perkataan Kyara.Mereka tidak berani mengatakan apa-apa lagi.Dalam hati ketiganya menyesal karena tidak mematuhi perintah Kyara.Seharusnya mereka menyadari bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyampaikan maksud mereka.
Kyara menghela napas panjang.Ia terlihat menoleh ke arah sang asisten.
"Kita bicarakan ini di kantor nanti"
"Ada hal yang harus ku selesaikan lebih dulu"ucap Kyara sambil menoleh kembali ke arah ketiga pelayannya tersebut.
"Apa yang ingin kalian katakan?"ucap Kyara dingin.
Ketiga pelayan itu terlihat saling pandang sebelum salah satu di antara mereka berbicara.
"Begini Nyonya"
"Ka-kami merasa bahwa pekerjaan kami terlalu sedikit"
"Dalam beberapa hari ini kami hanya mengerjakan pekerjaan mudah seperti memasak dan mencuci piring"
"Sedangkan pekerjaan lainnya sudah di kerjakan oleh robot pekerja"Kyara menggelengkan kepalanya tak habis pikir bahwa ternyata hal yang ingin mereka sampaikan hanyalah hal yang tidak penting.
"Ck…Lalu kalian ingin aku bagaimana?"tanya Kyara dengan nada yang kesal.
"Ka-kami ingin mengerjakan pekerjaan kami sesuai yang tertulis di dalam kontrak"
__ADS_1
"Tentunya,gajinya pun harus sesuai dengan yang kami kerjakan"ucap pelayan itu sedikit ambigu.Meski perkataan pelayan itu terdengar seperti mereka ingin pekerjaan mereka sesuai dengan porsi gaji mereka,namun sebenarnya mereka khawatir gaji mereka akan di potong karena pekerjaan yang terlalu sedikit.Dan hal itu langsung di pahami oleh Kyara.
"Oohh…Jadi kalian sebenarnya khawatir kalau kalian akan makan gaji buta karena pekerjaan kalian terlalu sedikit,begitukah?"ucap Kyara berpura-pura tidak mengerti maksud mereka yang sebenarnya.
Ketiga pelayan itu mengangguk hampir bersamaan.Sebenarnya mereka tidak benar-benar ingin bekerja keras.Mereka mengatakan hal itu semata-mata karena takut gaji mereka akan di potong.Dan juga mereka ingin mengambil hati Kyara,siapa tahu gaji mereka akan di naikkan jika mereka berhasil membuat Kyara merasa kagum kepada mereka.
"Baiklah…Aku akan mengabulkan permintaan kalian"ucap Kyara tersenyum penuh arti.Ia lalu terlihat mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"Darel…Tolong matikan semua robot pekerja"perintah Kyara kepada bawahannya yang bertugas sebagai pengendali dari para robot pekerja.
Deg…
Ketiga pelayan itu terlihat terkejut mendengar perkataan Kyara.Bukan itu yang mereka harapkan.
"Tapi nyonya muda,jika semua robot pekerja di matikan,siapa yang akan mengurus villa?"tanya bawahannya itu merasa bingung dengan perintah atasannya itu.
"Kau tidak perlu khawatir soal itu"
"Aku sudah memiliki tiga orang pelayan yang akan mengerjakan pekerjaan rumah"ucap Kyara sambil melirik ke arah para pelayan yang terlihat cemas karena perkataannya.
"Lagi pula,biaya perawatan robot pekerja itu sangat mahal"
"Jika aku bisa mengurangi pengeluaran kita,kenapa tidak"sambung Kyara lagi.Mendengar jawaban Kyara yang di rasa memang masuk akal membuat Darel tak mempertanyakan perintah dari Kyara lagi.Ia langsung menjalankan perintah Kyara dengan patuh.
"Baik nyonya muda"ucap Darel patuh.
Kyara menutup sambungan ponselnya lalu kembali menatap ketiga pelayan tadi.
"Masalah sudah terselesaikan"
"Setelah ini kalian akan bekerja sesuai keinginan kalian"ucap Kyara sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan berangkat sekarang"
"Sampai jumpa nanti sore"Kyara langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan ketiga pelayan yang menunjukan ekspresi masam mendengar perkataannya.
"Oh iya…Aku hampir lupa"
__ADS_1
"Selama bekerja keras semuanya"ucap Kyara lagi yang terlihat menghentikan langkahnya sejenak sembari menokeh kembali ke arah ketiganya.Meski ia mengatakannya sambil tersenyum,sangat terdengar jelas nada ejekan di setiap kata-katanya.Dan ketiga pelayan itu tidak bisa tidak tertunduk malu mendengarnya.Lagi-lagi mereka hanya bisa menyesali keputusan mereka.