
Sementara itu di kediaman Anderson.Terlihat Revan berjalan mengendap-endap masuk ke dalam kamar sang Daddy.Ia menoleh kesana-kemari untuk memastikan tidak ada yang melihat dirinya.Setelah memastikan situasi sekitarnya aman,bocah imut itu langsung masuk ke dalam kamar itu untuk melakukan sesuatu.
Begitu ia sudah berada di dalam,Revan kemudian melirik ke arah kamar mandi.Terdengar bunyi gemericik air dari dalam sana,menandakan bahwa ada seseorang yang sedang mandi.
Dengan langkah perlahan Revan berjalan menuju ke arah laci yang berada di samping tempat tidur.Ia lalu membuka laci itu dengan perlahan dan mengambil sebuah ponsel yang ada di dalamnya.Setelah berhasil mendapatkan apa yang ia cari,Revan langsung beranjak pergi dari kamar Deon dan segera pergi menuju kamarnya.
Revan menghela napasnya berkali-kali begitu sampai di kamarnya.Ia mengelus dadanya yang sempat berdebar hebat dengan ekspresi yang begitu lega.Padahal ia hanya berniat meminjam ponsel Deon untuk menelpon Kyara,tetapi entah kenapa kondisinya sekarang lebih mirip seperti seorang pencuri.
Revan mengotak-atik layar ponsel itu untuk mencari nomor Kyara.Ia benar-benar sangat merindukan pengasuhnya itu.Padahal mereka baru berpisah selama beberapa hari,namun Revan sudah sangat merindukannya.Lagipula Kyara tidak pernah melarang dirinya untuk tidak menghubunginya.
Setelah menemukan nomor yang ia cari,Revan langsung menekan tombol untuk menelpon lalu menempelkan ponsel itu ke daun telinganya.
Namun setelah beberapa saat, Revan tak mendengar ada nada tersambung di ponselnya pada nomor tersebut.Hanya terdengar nada dari operator telpon yang mengatakan bahwa nomor yang ia tuju sedang tidak aktif.
Revan menghembuskan napas panjang merasa kecewa karena tidak bisa menghubungi Kyara.Akan tetapi Revan tidak menyerah begitu saja,ia terus mencoba untuk menelpon Kyara sampai berkali-kali.
Dan setelah beberapa kali mencoba,akhirnya Revan berhasil menelpon Kyara.Terdengar nada tersambung pada ponselnya menandakan bahwa nomor Kyara telah terhubung dengannya.
Akan tetapi,meski sudah terhubung, Kyara sama sekali tidak mengangkat telpon darinya,bahkan setelah panggilannya berakhirpun pengasuhnya itu tidak terlihat mencoba untuk menelpon kembali atau mengiriminya pesan.Dan hal itu membuat Revan menjadi cemas,ia khawatir sesuatu yang buruk sedang terjadi dan menimpa Kyara.
Dengan tangan yang sedikit bergetar,Revan kembali menelpon pengasuhnya itu.Namun sayang,setelah panggilan berikutnya nomor Kyara kembali tidak bisa di hubungi.
"Bibi…"ucap Revan dengan nada yang sangat khawatir.Tubuhnya terlihat merosot ke bawah bersamaan dengan air matanya yang mulai menetes.
"Tidak"
"Aku tidak boleh menangis"
"Aku sudah berjanji kepada bibi untuk tidak menangis lagi"ucap Revan sembari mengusap air matanya yang sempat menetes.
"Mungkin bibi sedang sibuk"
"Karena itu ia tidak sempat mengangkat telpon dariku"Revan mencoba untuk terus berpikir positif.
"Revan…"Seruan dari Deon membuat Revan terkejut.Bocah itu terlihat gelagapan dan langsung menyembunyikan ponsel Deon yang masih di pegang olehnya.
"Revan…"seru Deon lagi dengan suara yang sedikit lebih keras di banding sebelumnya.
"Ya-ya Daddy…"sahut Revan setelah ia berhasil menyembunyikan ponsel Deon di bawah bantal tidurnya.Ia lalu berjalan keluar untuk menghampiri Deon.
"Apa Daddy memanggilku?"tanya Revan begitu sampai di tempat Deon berada.
"Revan…Apa kau melihat ponsel Daddy?"
"Seingat Daddy…Daddy meletakkannya di laci kamar"
__ADS_1
"Tapi saat Daddy ingin mengambilnya,ponsel itu sudah tidak ada di sana"ujar Deon sembari terus mencari keberadaan ponselnya.
"Mmm…Mungkin Daddy meletakannya di tempat lain"ucap Revan mencoba mengecoh Deon.Jangan sampai Daddynya itu tahu bahwa ia yang sudah mengambil ponsel tersebut.
"Yah…Mungkin saja"
"Daddy terlalu lelah beberapa hari ini"
"Mungkin karena itu Daddy jadi lupa dimana menaruh barang-barang"ucap Deon sembari mengusap wajahnya.Sedangkan Revan ia terlihat menghela napas lega karena berhasil membohongi sang Daddy.
"Revan…Maukah kau membantu Daddy untuk mencari ponsel itu"
"Daddy harus berangkat ke kantor sepuluh menit lagi"ucap Deon dengan tatapan memohon meminta sang anak untuk membantunya.
Revan yang merasa kasihan melihat Deon yang kesusahan karena perbuatannya, akhirnya menyetujui permintaan Deon.
"Baiklah…Aku akan membantu Daddy mencarinya"
"Aku akan mencarinya di ruang tamu"usul Revan kepada sang Daddy dan langsung di setujui oleh Deon.
"Baiklah,kau cari di ruang tamu,Daddy akan mencarinya di ruang kerja"Revan hanya mengangguk.Bocah imut itu segera berjalan keluar dari kamar Deon dan langsung kembali ke kamarnya.
"Untunglah Daddy percaya perkataanku"
"Maaf karena sudah membohongi Daddy"ucap Revan merasa bersalah karena sudah berbohong.
"Daddy…Aku menemukannnya…"teriak Revan ke arah Deon.Deon langsung menoleh ke arahnya setelah mendengar teriakannya.Terlihat wajah Deon yang berbinar melihat Revan datang membawakan ponselnya yang sedari tadi ia cari.
"Akhirnya ketemu juga…"
"Ponsel ini sangat penting untuk Daddy"
"Banyak nomor-nomor penting di dalamnya"ucap Deon sambil menghela napas lega.
"Oh ya…Di mana kau menemukannya?"tanyanya lagi kepada Revan.
"A-aku menemukannya di…Di bawah me-meja ruang tamu"
"Ya,aku menemukannya di sana"ujar Revan agak tergagap memberikan penjelasan tentang di mana ia menemukan ponsel tersebut.
Deon yang mendengar penjelasan dari sang anak merasa sedikit aneh,akan tetapi Deon tidak punya waktu untuk memikirkannya dan memilih untuk mengabaikannya saja.
"Oh baiklah kalau begitu"
"Terima kasih karena sudah membantu Daddy mencarinya"
__ADS_1
"Daddy harus pergi bekerja sekarang"
"Jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa memintanya kepada miss Luna,oke"ujar Deon seraya mengusap pucuk kepala Revan.Revan yang mendengar hal itu,hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Usai mengantarkan kepergiaan Deon,Revan langsung terduduk lemas di tempat ia berdiri.Jantungnya berdegup sangat kencang.Ia tidak pernah merasa segugup itu sebelumnya.Sekarang Revan jadi mengerti tentang nasihat 'jangan pernah berbohong,terutama kepada orangtua'.Karena rasanya sangat tidak nyaman dan menyusahkan diri sendiri,karena harus memikirkan berbagai alasan untuk menutupi kebohongan yang ia buat.
Sedangkan di tempat Kyara berada sebelumnya.Nampak Kyara dan Darel yang sibuk membereskan beberapa barang-barang yang ada untuk ikut di bawa pergi bersama mereka.
Setelah mengemasi beberapa barang yang mereka anggap penting.Kyara langsung memerintahkan Darel untuk pergi lebih dulu.
"Darel…Kau pergilah lebih dulu dengan motorku"
"Ada satu hal penting yang harus kulakukan"ujar Kyara memberi perintah.
"Ta-tapi Nyonya muda"
"Aku tidak mungkin meninggalkan nyonya sendirian di sini"balas Darel dengan wajah yang sangat khawatir.
"Tenang saja,aku tidak akan lama"
"Kau tunggu saja aku di dekat danau besar"
"Jika dalam waktu tiga puluh menit aku belum datang juga"
"Kau bisa menelpon bantuan"ucap Kyara lagi.
"Tapi…"Darel masih merasa berat untuk meninggalkan Kyara sendirian di tempat itu.Karena bagaimanapun juga,tempat mereka berada sekarang adalah hutan belantara di mana berbagai macam binatang buas berkeliaran bebas di sana.
"Jangan banyak bertanya dan lakukan saja apa yang ku perintahkan"ujar Kyara dengan nada yang terdengar kesal.
Darel menelan salivanya susah payah melihat wajah Kyara yang sudah berubah tidak ramah.Dengan berat hati Darel melakukan perintah dari nyonya itu.
"Baik Nyonya muda"usai mengatakan hal itu,Darel lalu menyalakan mesin motor dan langsung pergi dari sana sesuai perintah dari Kyara.Kyara menatap kepergian anak buahnya itu dengan raut wajah yang datar.
Setelah memastikan Darel sudah hilang dari pandangannya.Kyara lalu masuk ke dalam gudang yang berada di samping bangunan itu dan mengambil sebuah jerigen besar yang berisi bensin.Ia kemudian menyiramkan bensin tersebut kesekitar bangunan dan juga di dalamnya.
Setelah itu,Kyara lalu meninggalkan bangunan tersebut dan berjalan menuju ke arah danau besar di mana Darel akan menunggunya.
Tak berselang lama kemudian,datang beberapa mobil dari arah jalan besar dan berhenti tepat di depan bangunan tersebut.Terlihat beberapa orang keluar dari dalam mobil itu dan langsung masuk ke dalam bangunan tersebut.
Akan tetapi,baru beberapa saat setelah orang-orang itu masuk ke dalam bangunan,tiba-tiba mereka langsung berlari keluar dengan wajah yang panik.
Dan sesaat setelah mereka masuk kembali ke dalam mobil masing-masing.
Tiba-tiba….
__ADS_1
BOOOMM…!!!
Sebuah ledakan besar muncul dari dalam gedung tersebut,hingga menimbulkan bunyi yang mampu memekakkan telinga orang-orang yang berada dekat di gedung itu.Bahkan akibat dari ledakan tersebut,salah satu mobil yang berada paling dekat dari gedung sampai terpental jauh dan terbalik.Asap hitam terlihat membumbung tinggi ke atas langit.Api terlihat sangat cepat menghanguskan sisa-sisa gedung yang hancur akibat ledakan sebelumnya.Orang-orang yang baru datang itu,memilih untuk pergi dari tempat itu setelah sebelumnya mereka lebih dulu menolong teman mereka yang terluka.Mereka tidak ingin mengambil resiko jika seandainya ternyata masih ada bom yang tersembunyi di tempat itu.