Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 53.Menyelamatkan Musuh


__ADS_3

Malam harinya….


Hujan rintik-rintik turun perlahan, bersamaan dengan angin yang menerpa tiap helaian daun pada tangkainya.Satu persatu daun mulai berguguran ke tanah menandakan musim gugur akan segera tiba.Hawa dingin yang terasa menusuk kulit,membuat orang-orang semakin mendekapkan selimut ke tubuh masing-masing.


Di saat semua orang sedang terbuai lelap dalam mimpi mereka.Seorang wanita muda terlihat masih terjaga dari tidurnya.Ia terlihat sedang melakukan persiapan untuk melakukan sebuah misi rahasia,yaitu misi menyelamatkan nyawa musuhnya.


Wanita muda yang tak lain adalah Kyara itu terlihat sudah siap dan ia langsung menyala mesin motornya untuk pergi ke suatu tempat.


Jalanan kota yang basah akibat di guyur hujan tadi sore,masih menyisakan genangan-genangan air di berbagai sisi jalan.Angin yang membawa hawa dingin di malam itu kian menerpa tubuh Kyara yang terbalut jaket kulit.Meski begitu,hal itu tidak sedikitpun mengusik kenyamannya.Kyara terus memacu motornya dengan kecepatan penuh membelah jalanan kota.


Setengah jam telah berlalu,Kyara pun akhirnya sampai ke tempat yang di tuju,yaitu rumah sakit tempat di mana ia di rawat sebelumnya.


Kyara memarkirkan motornya di pangkiran depan rumah sakit.Setelah melepas jaket dan helmnya yang basah akibat guyuran rintik hujan malam itu,ia lalu berjalan mendekati gerbang rumah sakit yang ternyata sudah di kunci.Hal itu sangat wajar terjadi,karena waktu saat itu sudah menunjukan pukul tengah malam.


Kyara memperhatikan sekitarnya.Di beberapa sudut terlihat beberapa kamera cctv yang masih menyala.Dengan sigap Kyara mengambil sesuatu di saku celananya yang ternyata adalah sebuah senter kecil.Akan tetapi benda itu bukan sekadar senter biasa.Senter yang hanya sebesar pena itu mampu mengacaukan kinerja peralatan elektronik apapun hanya dengan menyorotkan sinarnya ke benda yang di akan tuju.Namun sayangnya efek dari senter itu hanya bertahan selama lima menit.


Kyara mengarahkan senter itu ke arah salah satu cctv yang menghadap ke arah gerbang.


Biib….


Terdengar sebuah bunyi'Biib' sesaat setelah Kyara melesatkan senter itu, yang menandakan bahwa efek dari senter itu telah berhasil.


Dengan cekatan Kyara membuka gembok gerbang itu dengan sebuah alat khusus.Hanya dalam satu menit Kyarapun berhasil membukanya gembok itu.


Kyara berjalan memasuki halaman depan rumah sakit dengan mengendap-endap.Matanya selalu menatap awas kesekelilingnya,berjaga-jaga jika ada seseorang yang melihat gerak-geriknya.


Setelah memastikan situasi sekitarnya telah aman,Kyara langsung berjalan mendekat ke arah pintu masuk.


Deg….


Tiba-tiba saja seorang penjaga terlihat ke luar dari pintu rumah sakit tersebut.Untung saja saat itu Kyara lebih dulu bersembunyi di balik tanamam rambat yang ada di sana sebelum panjaga itu melihat dirinya.Kyara terus menunggu sampai penjaga itu pergi dari sana.

__ADS_1


Setelah kepergian penjaga itu,Kyara lalu kembali mengarahkan senter tersebut ke arah salah satu cctv yang terletak di atas pintu masuk.Usai melakukan hal itu Kyara lalu melangkah masuk dengan santainya ke dalam rumah sakit.Tak lupa ia memakai masker lebih dahulu agar tak ada yang mengenali wajahnya saat di dalam nanti.


Tak…Tak…Tak…


Suara ketukan hak sepatunya terdengar menyatu pada lantai ubin hingga menimbulkan bunyi gemeretuk pada tiap langkahnya.Meski begitu tak ada satupun orang yang terganggu oleh suara ketukan sepatunya.


Walaupun Kyara terlihat sangat santai pada langkahnya,tak menampik bahwa jari-jari tangannya sedang sangat sibuk mengarahkan senter ke arah cctv yang ada di sana.Kyara benar-benar tidak ingin keberadaannya di ketahui meskipun tidak akan ada yang mencurigai nantinya.Tapi,lagi pula tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga lebih dulu.Kyara lalu memasuki lift yang akan membawanya ke lantai atas,tepat di mana Monica sedang di rawat.


Kyara melirik arloji yang ada di tangannya,ia hanya memiliki waktu sekitar dua puluh menit lagi.


Ting….


Pintu lift pun terbuka,Kyara langsung keluar dari lift tersebut dan langsung berjalan menuju ruang rawat Monica.


Ting….


Di saat Kyara hampir menyentuh gagang pintu itu,tiba-tiba lift itu kembali terbuka.Dengan sigap Kyara langsung bersembunyi di salah satu sudut koridor lain.Terlihat dua orang polisi,seorang dokter dan juga beberapa perawat keluar dari dalam lift itu dan berjalan mendekat ke arah ruang Monica.Sepertinya polisi itu telah menerima kabar tentang kondisi Monica yang semakin memburuk.


Kyara kembali melirik arlojinya,waktu yang tersisa hanya tinggal lima belas menit lagi.Kyara tidak memiliki banyak waktu untuk terus menunggu.Ia lalu merogoh sesuatu di saku celananya yang lain.Sebuah benda yang hanya berukuran sebesar kelereng itu,langsung di lempar oleh Kyara ke arah dua polisi yang sedang berdiri di depan pintu ruangan tersebut.


Benda itu langsung mengenai kepala keduanya hingga membuat benda itu pecah dan mengeluarkan asap yang mengandung racun pelumpuh.Belum sempat kedua polisi itu memahami situasi yang terjadi keduanya langsung ambruk pingsan akibat terhirup asap beracun dari benda itu.


Melihat kedua polisi itu sudah tak sadarkan diri Kyara lalu bergegas mendekati pintu ruangan tersebut.Sebelum masuk ke ruangan itu,Kyara lebih dulu memasukan benda yang sama kedalam ruangan itu.


Setelah satu menit berlalu barulah Kyara masuk ke dalam ruangan itu.Tak lupa ia memakai masker khusus terlebih dahulu agar dirinya tidak ikut terhirup asap beracun.


Begitu ia masuk ke dalam ruangan itu,terlihat para perawat dan dokter yang sudah tak sadarkan diri.Kyara lalu berjalan mendekat ke arah ranjang rawat Monica.


Nampak tubuh dan wajah Monica yang berubah membiru akibat racun yang terkandung di dalam tubuhnya.Kyara menatap tubuh Monica yang sedang terbaring itu dengan tatapan sinis.


"Heh…Kalian memang pasangan yang sangat serasi"

__ADS_1


"Sama-sama suka menggunakan racun untuk menghabisi nyawa orang lain"ucap Kyara dengan nada yang sinis.


"Kalian benar-benar menyusahkanku untuk menyelesaikan misi ini"


"Seharusnya aku senang karena salah satu musuhku akan mati"


"Tapi…Aku sendiri belum puas melihat kehancuran kalian"Kyara terdengar menggerutu kesal.Ia mengambil beberapa jarum perak yang ia bawa dan menusukkannya ke beberapa titik akupuntur yang ada di tubuh Monica untuk memperlambat aliran darah agar racun itu tidak semakin menyebar.Meski tidak semahir Noah,namun Kyara bisa melakukannya sedikit.


Setelah menusukkan jarum-jarum itu,Kyara lalu menekan bagian perut Monica untuk mengeluarkan racun yang ada di tubuhnya.


Tak berselang lama,mulut Monica terlihat memuntahkan cairan kental berwarna hitam.Bukan hanya bagian mulut saja,tetapi kedua lubang hidungnya pun mengeluarkan cairan yang sama.Sepertinya Kyara terlalu kencang menekan perut Monica hingga membuat kesalahan seperti itu.Kyara mencoba menahan tawanya karena kesalahannya itu.Benar kata Noah,ia tidak cocok untuk melakukan pekerjaan seperti itu.


Setelah berhasil mengeluarkan racun yang bersarang di tubuh Monica,Kyara lalu mengambil obat penawar racun yang ia bawa untuk menyembuhkan organ-organ tubuh Monica yang rusak karena racun.Kyara lalu menyuntikkan penawar itu tepat di jantung Monica,alasannya ia menyuntikannya di sana,karena jantung merupakan organ tubuh yang paling cepat untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh.


Setelah memastikan bahwa jantung Monica telah menyerap penawar racun yang ia suntikkan,barulah Kyara mencabut seluruh jarum perak yang ada di tubuh Monica.


Dan beberapa saat kemudian,terlihat perubahan yang terjadi pada tubuh Monica.Tubuhnya yang awal terlihat membiru,kini telah kembali seperti sedia kala.


"Fuuhhh…"Kyara menyeka dahinya sendiri seakan ada keringat yang mengalir di sana.


"Ternyata praktik pertamaku berjalan cukup lancar"


"Haah…Tentu saja,aku adalah Kyara"


"Apapun yang kulakukan pasti berhasil"ucapnya membanggakan diri sendiri.


"Nah…Monica"


"Tugasku untuk menyelamatmu sudah selesai"


"Sekarang giliranmu untuk melakukan misi selanjutnya"

__ADS_1


"Tolong hancurkan Deon,sehancur-hancurnya,okey"ucap Kyara berbisik di samping telinga Monica,seakan wanita itu mampu mendengar suaranya.


Usai mengatakan hal itu kepada Monica,Kyara lalu pergi begitu saja dari ruangan itu dengan ekspresi wajah yang santai.


__ADS_2