Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 32.Kecurigaan


__ADS_3

Tap tap tap…


Terdengar langkah seorang pria yang tergesa-gesa berjalan masuk menuju sebuah restoran.Di tangannya terdapat sebuah berkas berisi informasi mengenai seseorang.Pria yang tak lain adalah Daniel itu terlihat berhenti di depan pintu privat room kemudian mengetuknya.


Pintu ruangan pun terbuka dan nampaklah Monica yang sedang duduk di kursi rodanya dan sedang menatap Daniel dengan tatapan penuh harap.


"Bagaimana?"tanya Monica begitu Daniel sudah berada di hadapannya.


"Aku sudah membawa apa yang kau minta"ucap Daniel seraya menyerahkan berkas yang ada di tangannya kepada Monica.


"Kalau aku boleh tau,mengapa kau memintaku mencari informasi mengenai adik Jihan?"tanya Daniel penasaran.


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu"jawab Monica singkat.


"Apa itu?"tanya Daniel lagi.


"Bukan hal yang penting"balas Monica sembari tersenyum kepada Daniel.


"Baiklah,aku harus pergi sekarang"


"Terima kasih karena sudah mau membantuku Daniel"


"Aku akan mentransfer sedikit uang ke rekeningmu sebagai tanda terima kasih dariku"ucapnya lagi.


"Ti-tidak perlu begitu,Monica"


"Aku benar-benar tulus menolongmu"


"Lagipula ini hanya pekerjaan sepele"ucap Daniel menolak dengan halus pemberian Monica.


Monica nampak tersenyum.Ia tahu Daniel pasti akan menolak pemberian darinya dan itu sangat menguntungkan untuknya.Monica merasa sangat beruntung memiliki orang seperti Daniel yang sangat mudah di manfaatkan dan di bodohi.


"Daniel,kau selalu menolak pemberian dariku"


"Padahal kau sendiri selalu membantuku selama ini"


"Jika kau terus menolak seperti ini"


"Maka sampai kapanpun aku takkan pernah bisa membayar hutang budimu"ucap Monica dengan ekspresi berpura-pura sedih.


"Apa yang kau katakan"


"Tak ada yang namanya hutang budi di antara kita"


"Semua yang kulakukan untukmu adalah murni karena keinginanku sendiri"

__ADS_1


"Kau tak perlu memikir hal yang tidak penting seperti itu"ucap Daniel merasa tidak suka dengan ucapan Monica.


Monica terlihat menundukkan kepalanya.


"Maaf Daniel,aku tidak bermaksud membuatmu marah"


"Aku hanya merasa tidak enak, karena terus meminta bantuanmu secara gratis seperti ini"


"Sesekali aku juga ingin melakukan sesuatu untuk menyenangkan hatimu"Monica tidak benar-benar ingin melakukannya.Ia berkata seperti itu hanya karena ingin membuat Daniel terus merasa iba dan mengasihaninya.


"Sudahlah,aku tak membutuhkan apapun sebagai balasannya"


"Asalkan kau selalu merasa bahagia itu sudah cukup untukku"Daniel benar-benar tulus saat mengucapkannya.


Grep…


"Terima kasih Daniel"ucap Monica di sela-sela pelukannya bersama Daniel.


"Sama-sama"balas Daniel dengan senang hati.


'Dasar bodoh'gumam Monica di dalam hati,menghina kebodohan Daniel.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Sedang di kediaman Anderson,Kyara terlihat sedang asyik bermain ayunan bersama Revan.


"Baiklah"ucap Kyara menuruti permintaan Revan.Ia mendorong ayunan itu sedikit lebih kencang dari sebelumnya.


Revan nampak sangat senang bermain ayunan.Bahkan saking senangnya,Revan tak menyadari bahwa ayunan yang ia naiki terlihat miring di sisi kanannya.Saat di teliti ternyata tali ayunan itu terlihat hampir putus.Untunglah Kyara menyadari hal itu dan langsung menghentikan laju ayunan tersebut sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Bibi kenapa berhenti?"tanya Revan bingung karena Kyara menghentikan ayunannya secara tiba-tiba.


"Tali ayunan sebelah sini hampir putus,Revan"


"Kau bisa saja terjaruh jika bibi tidak menghentikan ayunannya"ucap Kyara menjelaskan.


"Tapi bibi,aku masih ingin bermain ayunan"Revan terlihat kecewa,ia menatap Kyara dengan wajah memelas berharap Kyara mau mengijinkannya kembali bermain ayunan.


Kyara yang di tatap sedemikian rupa oleh Revan tentu saja merasa tidak tega.


Kyara menghela napas.


"Baiklah…"


"Kau boleh bermain ayunan lagi"Kyara akhirnnya menyerah.

__ADS_1


"Tapi,tali ini harus di ganti terlebih dahulu"


"Bibi akan mengambilkan tali yang ada di dalam gudang"


"Kau tunggu di sini saja dan jangan melakukan apapun sampai bibi kembali,mengerti"ucap Kyara menasehati Revan.


"Baik bibi"jawab Revan patuh.


Setelahnya Kyara pun berjalan pergi menuju gudang yang terletak di belakang kediamaan Anderson.


Sesampainya di gudang,Kyara langsung mencari tali yang akan ia gunakan untuk membuat ayunan.Tak perlu waktu lama ia berhasil menemukan apa yang ia cari.Namun saat ia ingin keluar dari gudang,tiba-tiba ia seperti mendengar suara rintihan seseorang.Meski terdengar samar,Kyara dapat memastikan bahwa suara tersebut seperti suara meminta pertolongan.Namun di saat Kyara ingin mencari sumber dari suara tersebut,tiba-tiba terdengar suara seorang pria mengintrupsi langkahnya untuk berhenti.


"Sedang apa kau di sini"tanya pria itu yang tak lain adalah penjaga gerbang kediamaan Anderson.Ia bernama Tarso yang merupakan rekan dari Dirman.Ia juga menjadi salah satu dari orang yang ikut terlibat pembuangan jasad Jihan.Sedangkan Dirman ia di berhentikan untuk mengurangi pengeluaran biaya penjaga.Namun sejak di berhentikan dari bekerja,kabar Dirman tak pernah terdengar lagi.Tak ada satupun dari sanak keluarga yang mencarinya,karena ia memang hidup sebatang kara.


"Aku sedang mencari tali"jawab Kyara dengan tenang sambil memperlihatkan tali yang ada di tangannya.


Tarso nampak manggut-manggut mendengar penjelasan Kyara.Ia pun menyuruh Kyara untuk segera keluar dari dalam gudang.


Meski Tarso tak terlihat menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan,namun Kyara dapat mengetahui bahwa penjaga itu sedang menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan suara yang ia dengar tadi.Sepertinya ada hal penting yang terlewatkan olehnya.Dan Kyara harus mencari tahu apa yang sebenarnya sedang di sembunyikan oleh penjaga itu.


Malam harinya…


Tepat saat semua orang telah terlelap dalam tidur mereka.Kyara langsung melancarkan aksinya untuk menyelidiki asal dari sumber suara yang ia dengar dari dalam gudang.


Kyara memakai pakaian yang sama persis dengan yang ia pakai untuk melakukan pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran di kehidupan yang lalu.Selain praktis dan nyaman,pakaian yang ia kenakan pun bisa membuat tubuhnya samar di gelap malam,sehingga ia bisa menyelinap dengan mudah tanpa harus khawatir ada yang curiga.


Kyara ke luar menyelinap lewat jendela kamarnya.Untunglah kamarnya itu terletak di lantai satu hingga ia tak memerlukan tali untuk bisa turun.


Kyara berjalan mengendap-endap menuju pos penjaga.Sesampainya ia di sana,Kyara terlihat merogoh sesuatu di kantongnya.Semacam obat bius level sedang ia masukkan ke dalam teko air yang berada di pos tersebut.


Tak berselang lama Tarso pun datang.Kyara langsung bersembunyi di balik tembok sambil terus memperhatikan Tarso yang terlihat menuang air yang ada di dalam teko lalu meminumnya.


Sekitar lima menit kemudian,efek obat itu mulai muncul.Tarso yang tak bisa menahan rasa kantuknya pun akhirnya tertidur nyenyak di sana.


Setelah memastikan Tarso telah tertidur,Kyara pun langsung pergi menuju gudang.


Dengan mudah ia membuka pintu gerbang dengan kunci yang sebelumnya sudah ia ambil dari Tarso.


Setelah pintu terbuka,Kyara langsung masuk ke dalam gudang.Kyara menyalakan senter kecil yang ia bawa untuk menerangi penglihatannya.Kyara terlihat berhenti tepat di tempat ia mendengar suara misterius sebelumnya.Ia lalu melirik sekitarnya dengan serius.Jika di lihat dengan seksama,luas gudang tersebut terlihat lebih kecil saat berada di dalam.Padahal luas ukuran gudang tersebut adalah 15×8 meter persegi jika di ukur dari luar.Sedangkan di dalam hanya memiliki luas sekitar 12×8 meter persegi.Itu berarti ada sebuah ruang tersembunyi di dalam gudang tersebut.


*Hai…Hai…


Jumpa lagi sama author Queen…


Maaf ya author baru bisa up sekarang,soalnya kemaren author sibuk.Sebenarnya hari ini pun masih sibuk.Tapi demi para readers semua,author rela sempet-sempetin waktu buat updatr 😆😆

__ADS_1


Oh iya…Author juga mau ucapin selamat hari raya idul adha,untuk para readers yang sedang merayakan🙏🙏


Bye…Bye✌️😉*


__ADS_2