Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 14.Terbongkarnya penyamaran?


__ADS_3

Daripada mendengar celotehan dari Monica,Deon lebih memilih menghampiri putranya Revan yang sedang asyik menggambar bersama Kyara di tepi kolam renang.Melihat Revan yang seperti itu membuat perasaannya sangat tenang.Inilah yang Deon inginkan,bisa melihat putranya bahagia meski tanpa Jihan di sampingnya.


Revan yang sedari tadi fokus melukis langsung menolehkan pandangannya ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekat.Seulas senyum mengembang di bibirnya yang mungil begitu melihat siapa yang datang.


"Daddy"Revan langsung bangkit dari tempat duduknya kemudian memeluk Deon.Ia lalu menarik Deon agar lebih mendekat ke mejanya untuk melihat hasil lukisannya.Karena terlalu antusias Revan tak sengaja membuat Deon kehilangan keseimbangan.


Tangan Deon tanpa sengaja menarik kursi yang sedang di duduki Kyara dan membuat Kyara ikut terjatuh bersamanya.


Kyara yang tidak siap akan kejadian tersebut akhirnya terjatuh di atas tubuh Deon.Dengan posisi Kyara terlentang menghadap ke atas sedangkan Deon berada di bawahnya dengan posisi yang sama.Meski tidak intim tetap saja bisa membuat seseorang terbakar api cemburu.


Monica yang sedari tadi hanya memperhatikan dari jarak jauh,langsung menghampiri keduanya dan tanpa peringatan ia langsung menampar pipi Kyara dengan sangat keras.


Plakk…


Plakk…Bukan hanya satu ia bahkan sampai menampar Kyara hingga beberapa kali.


"APA YANG KAU LAKUKAN…."sentak Deon saat melihat apa yang Monica lakukan.Ia langsung mencegat istrinya yang masih terlihat ingin menampar Kyara.


"LEPASKAN AKU…"


"Aku akan memberinya pelajaran"


"Berani-beraninya dia memelukmu"


"Dasar wanita murahan"Monica terus memberontak,ia sudah kehilangan akal sehatnya.Itu semua terjadi karena perkataan Deon sebelumnya,di tambah ia memang sudah cemburu kepada Kyara karena Deon membelanya.Dan sekarang saat ia melihat kejadian Deon dan Kyara membuat amarahnya tak dapat terbendung lagi.

__ADS_1


Sedangkan Kyara terlihat bangkit dari duduknya lalu menyeka darah yang ada di bibirnya.Pipinya terlihat lebam karena tamparan tersebut.Ia sedikit tak menduga seorang seperti Monica memiliki tenaga yang cukup kuat untuk melukainya.Namun hal itu tak membuat ia takut atau pun gentar sedikitpun,ia malah merasa senang.Di otaknya tercetus sebuah ide gila untuk membalas perbuatan Monica dan ia jadi tak sabar ingin segera melakukan idenya itu.


Revan yang sedari tadi bersembunyi di belakang Kyara hanya bisa menangis.Ia sangat takut melihat Monica yang mengamuk seperti orang gila.Ia pun langsung berlari ketakutan.


Namun nahas.Revan tak sengaja terpeleset di tepian kolam yang licin.Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam kolam renang.


Byurr…


"REVAN…"teriak Deon dan Kyara secara bersamaan.Terlihat Revan yang berusaha berenang namun bukannya menepi tubuhnya justru semakin ketengah kolam. Dan karena terlalu banyak bergerak tubuhnya pun mulai melemah.


Tanpa berpikir panjang Kyara langsung melompat ke dalam kolam mencoba menyelamatkan Revan di ikuti oleh Deon yang berniat melakukan hal yang sama.Sedangkan Monica ia terdiam membisu melihat Revan yang tercebur ke dalam kolam.Dalam hati sebenarnya ia berteriak kegirangan,ia berharap Revan tak selamat.Dengan begitu rencananya untuk mendapatkan warisan keluarga Anderson bisa menjadi lebih mudah.Namun harapannya pupus begitu melihat Kyara berhasil menyelamatkan Revan.


Kyara langsung membawa Revan yang tak sadarkan diri ketepian kolam.Wajahnya terlihat sangat khawatir,bahkan saking khawatirnya ia tak menyadari gigi tonggos yang selalu ia pakai sebagai penyamaran terlepas dari mulutnya.


Monica langsung menghampiri Revan dengan raut wajah pura-pura khawatir,ia tak ingin sampai Deon curiga kepadanya.Akan tetapi,di saat dia ingin menyentuh Revan,Kyara langsung menepis tangannya.


Monica langsung terdiam,tubuhnya membeku seketika melihat Kyara.Dengan nada yang bergetar ia berkata dengan lirih.


"Jihan…"Monica terlihat sangat syok.Sedangkan Deon yang merasa aneh dengan perkataan Monica ikut menatap Kyara.Ia langsung tersentak kaget.


"JIHAN…"teriaknya tak menyangka melihat wajah Kyara yang sangat mirip dengan Jihan istrinya.


Sedangkan Kyara ia tak memperdulikan keduanya,ia lebih fokus dengan kondisi Revan yang sedang tak sadarkan diri.Dengan cekatan ia langsung menggendong Revan dan membawanya ke dalam kamar.


"Cepat panggil dokter…"perintah Kyara pada keduanya yang terlihat masih terkejut.Deon yang mendengar itu langsung menelpon dokter sesuai perintah Kyara.

__ADS_1


"Nyonya tolong elus kaki Revan"


"Kita harus memastikan dia tetap hangat"perintah Kyara kepada Monica,namun Monica menolaknya dengan angkuh.


"Kenapa aku harus mendengar perintahmu?"


"Kau itu hanya PELAYAN"ucapnya sambil menekan kata pelayan kepada Kyara.Kyara hanya bisa mendengus kesal mendengarnya,lalu ia kembali fokus menangani Revan.


Sekitar setengah jam dokter pun akhirnya datang dan langsung memeriksa keadaan Revan.


"Bagaimana kondisinya dokter"ucap Deon dan Kyara bersamaan.


Deg…


Mereka terlihat bertatapan sejenak.Deon merasakan jantungnya berdebar kencang saat menatap mata Kyara yang terlihat sangat indah.Perasaan itu sama seperti saat pertama kali ia menatap mata Jihan yang berhasil membuatnya jatuh cinta,mengingat itu Deon merasa sedih.Sedangkan Kyara ia langsung memutus kontak mata itu,jujur saja ia tak merasakan apapun terhadap Deon kecuali perasaan benci.Dan ia tak ingin kehilangan kendali karena perasaan tersebut.


"Tuan muda baik-baik saja"


"Dia hampir saja terkena hipotermia"


"Tapi karena penanganan yang tepat,hal itu bisa di hindari"ucap dokter itu menerangkan.Kyara menghela nafas lega begitu juga dengan Deon.Berbeda dengan Monica yang merasa sangat kesal mendengar penuturan dokter tersebut.


"Terima kasih dokter"ucap Deon tulus,ia merasa sangat lega.Dokter itu hanya menganguk lalu pergi setelahnya.


Sedangkan ketiganya nampak diam membisu,suasana canggung begitu terasa terlebih bagi Deon dan juga Monica.

__ADS_1


Mereka menatap Kyara yang sedari tadi hanya diam.Deon menyalangkan tatapan menyelidik ke arahnya.


"Siapa kau?"


__ADS_2