
Masih di tempat yang sama,nampak Monica terlihat duduk meringkuk di salah satu sudut ruang tahanan.Seperti biasa ia selalu mendapatkan perlakuan istimewa dari narapidana lain,yaitu kekerasan fisik dan juga mental.Hanya saja kali ini kekerasaan yang ia dapatkan tidak separah biasanya.
Akan tetapi,di bandingkan memikirkan kekerasan yang ia terima sekarang ,ada hal lain yang jauh lebih mengganggu pikirannya.
Masih terlintas jelas di benaknya kengerian yang baru saja ia saksikan saat sidang berlanjut.Kengerian tentang fakta bahwa pria yang susah payah ia rebut dari tangan sahabatnya ternyata adalah seorang pembunuh berdarah dingin.Pria yang ia lihat sebagai seorang suami yang penuh kehangatan dan juga cinta ternyata menyimpan sebuah kebengisan dalam dirinya.
Jika seorang Jihan yang merupakan cintanya saja bisa ia bunuh semudah itu,lalu apa arti dirinya yang hanya seorang istri simpanan.
Monica memeluk tubuhnya sendiri dengan sangat erat.Seandainya saja orang itu tidak memberinya peringatan tentang Deon sebelumnya,mungkin saat ini ia sudah menjadi seonggok mayat.
Monica tiba-tiba tercenung,ia kembali teringat sosok pria cantik yang baru saja menolongnya dari ancaman maut.
Flashback....
Hanya berselang sekitar beberapa saat setelah Deon menemui dirinya.Tiba-tiba Monica kedatangan tamu lain yang ingin bertemu dengannya.Mau tak mau Monica harus kembali ke dalam ruangan tersebut,tak lupa ia juga membawa sekotak kue coklat yang di berikan Deon sebelumnya.Ia khawatir jika ia meninggalkannya di dalam sel,kue itu bisa saja habis di makan oleh teman-teman satu selnya.
Monica langsung masuk kembali ke dalam ruangan itu dan mendapati seseorang sedang menunggunya.Terlihat seorang pria berparas cantik sedang duduk di ruang tunggu pertemuan dengan tampilan kasual khas seorang tuan muda.Kaca mata hitam bertengger di hidungnya yang mancung,kulitnya yang putih mulus bak porselen itu seakan mengingatkan Monica pada seseorang.Sejenak Monica mengira bahwa pria muda itu adalah seorang wanita yang sedang menyamar,jika seandainya saja pria muda itu tidak mengeluarkan suaranya.
''Si-siapa kau ?''
''A-apa aku mengenalmu'?''tanya Monica agak terbata-bata.Ia tidak mau sampai salah berbicara kepada pria itu.Entah mengapa ia merasa pria yang ada di hadapannya sekarang bukanlah orang biasa.
Pria itu hanya tersenyum samar mendengar suara gugup dari Monica.Ia lalu melepas kaca mata hitam yang sedari tadi bertengger di atas hidungnya dan meletakkannya di atas meja.Netra biru sejernih samudra itu sempat menghipnotis Monica selama beberapa saat.
''Sebaiknya kau duduk terlebih dahulu nona''
''Aku takut hal yang akan ku sampaikan bisa membuatmu jatuh pingsan''ucap pria itu dengan smirk di sudut bibirnya.
__ADS_1
Monica dapat menyadari ada nada sindiran dalam perkataan pria muda yang di hadapannya sekarang.Namun ia tidak memiliki nyali untuk menampilkan wajah yang tersinggung di karena kan aura mengerikan yang di pancarkan oleh pria itu.
Monica duduk dengan patuh sesuai perintah dan meletakkan kotak kue coklat yang ia bawa sebelumnya ke atas meja.Pria muda itu nampak melirik sekilas ke arah kue tersebut dengan tatapan yang datar.
'' Apa kau benar-benar berpikir bahwa dia akan melakukan kesepakatan itu denganmu?''
''Jika kau benar-benar mempercayai perkataannya,maka kau sangat bodoh,nona''ujar pria itu dengan nada sinis yang sangat kentara.
''Apa maksud perkataan mu itu,tuan''
''Aku tidak mengerti?'' jawab Monica berpura-pura tidak mengerti.Ia tidak ingin sampai salah dalam berucap,takutnya akibat ia tidak berhati-hati saat berbicara akan menimbulkan bencana seperti kejadian sebelum-sebelumnya.
Sebenernya Monica agak curiga dengan ucapan pria itu yang sepertinya mengetahui sesuatu yang sedang ia alami.Ia pun tahu si 'dia' yang di maksud oleh pria itu adalah Deon.Bukankah dengan satu perkataan dari pria itu sudah cukup membuat Monica sadar bahwa orang yang ada di hadapannya bukanlah orang sembarangan.
Mendengar jawaban Monica yang lebih memilih untuk berpura-pura tidak tahu apapun,membuat senyum sinisnya kembali mengembang.Tanpa berbicara lagi,pria muda itu lalu menyerahkan sebuah botol kaca kecil yang berisi cairan berwarna perak.
''Ada racun di dalam kue itu''ucapnya singkat namun jelas.
Monica menautkan kedua alisnya menanggapi perkataan dari pria muda tersebut.Ada setitik perasaan tak suka dihatinya saat mendengar perkataan dari pria itu yang mengatakan bahwa kue pemberian Daniel mengandung racun di dalamnya.Akan tetapi ketika ia mengingat siapa yang telah menyerahkan langsung kue itu kepadanya,membuat Monica sedikit mempercayai perkataannya.Entah benar atau tidaknya perkataan pria muda itu semua bisa ia buktikan sekarang.
Tanpa berbasa-basi lagi Monica segera membuka kotak kue itu dan meneteskan cairan pendeteksi racun ke atasnya.Ia melakukan hal itu bukan karena ia benar-benar mempercayai perkataan pria itu,ia hanya sekadar ingin memastikan kebenarannya.
Satu detik,dua detik.
Cairan perak itu mulai bereaksi.Kue yang awalnya terlihat sangat menggugah selera itu tiba-tiba mengeluarkan setitik asap pekat yang berbau sangat menyengat,yang menandakan bahwa kue tersebut memang benar beracun.
Mata Monica terbelalak kaget mendapati hal tersebut.Ternyata yang di katakan oleh pria itu memang benar terbukti.
__ADS_1
Monica langsung melempar kue itu sekenanya tanpa arah.Perasaan marah dan kecewa kembali muncul.Ia tidak menyangka bahwa Deon ternyata benar-benar bengis dan tak berperasaan.Hampir saja nyawanya kembali terenggut karena kebodohannya yang masih mau mempercayai pria brengs*k itu.
''Deon sint*ng''
''Bajingan itu...Beraninya dia menipuku''Monica mengepalkan tangannya sendiri dengan sangat kuat hingga menimbulkan bunyi bergemeratak.
''Sekarang kau percaya bukan,bahwa orang itu tidak benar-benar ingin bekerjasama denganmu''
''Dia hanya ingin kau menutup mulut atas kejahatan yang telah ia lakukan terhadap Jihan''.
Mendengar perkataan pria itu amarah Monica semakin memuncak.Ia bersumpah akan membalas perbuatan Deon dengan sangat kejam,bahkan lebih kejam di bandingkan apa yang telah di lakukan Deon terhadapnya.Tapi sebelum itu ia harus membuat rencana terlebih dahulu sebelum membalas Deon.
Monica kembali menoleh ke arah pria muda tadi dengan ekspresi wajah yang di penuhi oleh amarah dan juga dendam.
''Aku tidak tahu siapa kau dan untuk apa kau melakukan ini?''
''Tapi ada satu hal yang membuatku yakin,bahwa kau juga menginginkan kehancuran Deon''
Pria itu nampak tersenyum puas mendengar perkataan Monica,inilah jawaban yang sudah ia tunggu-tunggu sedari tadi.
Hay...Hay....
Balik lagi bareng author Queena ✌️😉.
Sebelumnya author mau minta maaf karena baru update lagi setelah berbulan-bulan 😭.Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa author jadi gak update waktu itu.Dan alasan utamanya adalah hp author rusak dan gak bisa di pake sama sekali.Tanpa adanya hp author gak bisa nulis,boro-boro mau nulis kontek-kontekan sama saudara jauh aja gak bisa.Tapi Alhamdulillah author di kasih rezeki sama Allah dan bisa beli hp baru😇.Tapi biarpun udah ada hp author belum bisa langsung update, karena akun noveltoon punya author gak bisa login sama sekali gara-gara author lupa sandinya😮💨
Tapi sekali lagi Alhamdulillah banget ternyata Allah masih sayang sama author🥺. Tiba-tiba author dapat chat dari editor noveltoon kalo ternyata akun author bisa balik lagi.Sumpah sih pas denger itu author seneng banget dan gak berselang satu Minggu akhirnya author bisa login ke akun yang ini☺️. Tapi meskipun author udah balik,author harus kembali ngulang baca novelnya karena author lupa sama alur ceritanya.Jadi author minta pengertian reader kalo seandainya author jarang update atau ada bab yang kurang sesuai sama alur cerita yang sebelumnya.Tapi Insyaallah author bakal terus mantau dan revisi semua bab cerita yang gak sesuai.Okey...Sampai di sini aja ya...Jangan lupa like dan komennya ya✌️😉.Bye...Bye🌻
__ADS_1