Transmigrasi Gadis Pembunuh

Transmigrasi Gadis Pembunuh
eps 38.Bukti 2


__ADS_3

"Saya menyembunyikan sebuah memori card di sana,yang berisi bukti bahwa Nyonya Jihan tidak bersalah atas tuduhan keracunan tuan muda"


"Awalnya saya melakukan hal itu karena takut menghilangkan bukti jika saya membawanya ke kantor polisi"


"Tapi,siapa yang menyangka saya akan mendapatkan musibah seperti itu karena Tarso melaporkan saya kepada tuan Deon"kata-kata Dirman sebelumnya membuat Kyara merasa sangat tersentuh.Di dunia yang di penuhi oleh orang-orang egois ini ternyata masih ada orang yang begitu jujur seperti Dirman.


Tidak heran mengapa Kyara berpikir seperti itu.Terbiasa hidup dengan di keliling orang-orang busuk membuat Kyara selalu berpikir apa masih ada orang baik di dunia ini selain kedua sahabatnya.Dan setelah ia bertemu dengan Jihan,Revan dan juga Dirman,telah mengubah pandangan Kyara bahwa masih banyak orang baik di dunia ini.


🍀


Sesuai petunjuk dari Dirman,Kyara langsung pergi menuju pohon akasia yang di maksudkan oleh pria paruh baya tersebut.Pohon itu terletak di halaman belakang kediaman Anderson di mana letaknya tidak terlalu jauh dari kamarnya berada.Ketika waktu sudah menjelang sore barulah Kyara mencari bukti tersebut.


Setelah memastikan situasi aman,Kyara lalu menggali sebuah lubang di sekitaran pohon tersebut.Tidak sulit untuknya menemukan keberadaan pohon itu,karena di sana hanya ada satu pohon akasia yang sengaja di tanam oleh Jihan sewaktu masih mengandung Revan dulu.Saat itu Jihan mengidam ingin melihat pohon akasia tumbuh di kediaman Anderson.Mengingat hal itu Kyara merasa sangat konyol,padahal bukan Kyara sendiri yang mengalaminya secara langsung tapi justru ia yang merasa malu.Kyara jadi berpikir apakah ia juga akan seperti itu saat hamil anaknya nanti.


Berbicara soal anak,Kyara jadi ingat bahwa ia sudah memilik anak yaitu Revan.Meski bukan anak dalam artian sebenarnya tetap saja Revan adalah anak dari Jihan selaku pemilik tubuh asli yang ia tempati sekarang.Kyara selalu merasa geli saat memikirkan bahwa ia telah memiliki seorang anak di kehidupannya yang sekarang.Padahal di kehidupan yang sebelumnya,jangankan memiliki seorang anak,berpikir untuk menikah saja tak pernah sekalipun terlintas di kepalanya.


Walaupun Kyara masih tidak sepenuhnya menerima keberadaan Revan sebagai anaknya.Perlahan sosok bocah imut itu mulai mengisi kekosongan yang ada di hatinya dengan keimutan serta tingkahnya yang lugu.


Sreek…


Terdengar seperti suara plastik robek di ujung sekopnya saat ia menggali lubang.Kyara mengambil plastik yang berwarna hitam itu lalu membukanya.Dan persis seperti perkataan Dirman sebelumnya, ada sebuah memori card di dalam kantung plastik tersebut.Kyara langsung membawa barang bukti itu ke dalam untuk segera memeriksanya.Namun saat di pertengahan jalan ia tak sengaja berpapasan dengan Deon dan juga Monica yang baru saja datang dari berbelanja.


Kyara langsung membungkukkan badan pada keduanya.Sebisa mungkin ia bersikap biasa saja agar keduanya tidak curiga.

__ADS_1


Monica memutar bola matanya malas karena merasa jengah melihat Kyara yang berpura-pura sopan kepadanya jika ada Deon.


'Dasar bermuka dua'gumamnya dalam hati mengata-ngatai Kyara.Ia lalu melengos pergi begitu saja karena merasa muak melihat Kyara.


Sedangkan Deon ia masih tetap berdiri di sana sambil memperhatikan Kyara yang juga masih berada di sana.


"Kyara"panggil Deon.


"Ya tuan"sahut Kyara seperti biasanya.


Deon terlihat membuka paperbag yang ia pegang satu-persatu lalu menyerah salah satunya kepada Kyara.


"Ambillah"ucap Deon sembari menyerahkan paperbag itu kepada Kyara.


Kyara mengerutkan kening bingung.Ia menatap Deon penuh tanda tanya.


"Pakaian ini untukmu"


"Anggap saja ini sebagai hadiah karena kau sudah membantuku memilih jas kemarin"tentu saja itu hanyalah kebohongan belaka,niat Deon sebenarnya ialah karena ia ingin mengambil hati Kyara.


'Cih…Sungguh menggelikan'Kyara berdecih di dalam hatinya karena mengerti maksud Deon yang sebenarnya.


"Terima kasih tuan"ucap Kyara seraya menerima paperbag itu.Sebenarnya ia sangat malas menerima pemberian Deon.Tapi karena ia tak ingin membuang lebih banyak waktu bersama Deon di sana,jadi lebih baik ia terima saja.

__ADS_1


"Oh iya,aku baru saja ingat"


"Beberapa hari lagi akan ada acara penobatan pewaris keluarga Abelano"


"Aku berniat ingin mengajakmu juga ke sana untuk menjaga Revan"


"Dan kau bisa memakai pakaian itu untuk ikut menghadiri acara tersebut"


"Itu pun jika kau mau ikut?"ucap Deon memberi tahu Kyara.Ia sangat berharap Kyara mau ikut menghadiri acara tersebut.


Kyara nampak tertegun sejenak,mempertimbangkan ajakan Deon kepadanya.


"Baiklah Tuan"


"Memang sudah menjadi tugas saya untuk terus menjaga Tuan muda"ujar Kyara menyetujui ajakan Deon.


Deon yang mendengar jawaban Kyara tentu saja merasa sangat senang.


Malam harinya,Kyara langsung memeriksa isi dari memori card tersebut.Agak sulit untuknya bisa memulihkan data yang ada dalam memori card tersebut karena ada beberapa file yang mengalami error.Mungkin karena memori card itu sempat terkena air saat terkubur di dalam tanah.Ya wajar saja bila hal itu terjadi karena Dirman hanya membungkusnya dengan kantung plastik yang sangat tipis dan mudah sobek.


Sekitar dua jam lebih barulah Kyara berhasil memulihkan data yang ada di memori card tersebut.Seandainya saja ada Raline di sini mungkin waktu pemulihan hanya menghabiskan waktu sekitar setengah jam saja.


Raline memang sangat ahli dalam bidang tersebut.Bahkan ia bisa menghancur data sebuah perusahaan yang membuat masalah dengannya hanya dalam sekejap saja.Namun sehebat-hebatnya seseorang dalam suatu bidang pasti ada saja kekurangan di dalamnya.Contohnya Raline yang sering kali bertindak ceroboh hampir pada setiap misi yang di jalannya oleh mereka bertiga.Untunglah ada Kyara dan Noah yang selalu mengatasi masalah yang selalu terjadi akibat kecerobohan Raline.

__ADS_1


Kyara membuka file data terbaru dari memori card tersebut.Terdapat satu rekaman suara di dalamnya.Kyara mengklik rekaman itu dan mendengarkannya dengan sangat serius.Rekaman suara yang hanya berdurasi sekitar 2 menit itu berisi percakaan dua orang yang suaranya sangat Kyara kenali.


Kyara terlihat tersenyum menyeringai setelah mendengar rekaman suara tersebut.Hanya dengan menunjukkan bukti ini sudah cukup mampu untuk menghancurkan musuh-musuhnya.Kini ia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembalasan dendamnya itu.Dan Kyara sudah menentukan waktu yang tepat itu.


__ADS_2