
Hari itu adalah Sin Cia atau perayaan Tahun Baru Imlek pada tahun Masehi 1932. Tak terasa waktu sudah berlalu dua tahun sejak Wan Siang bertemu Si Manis. Suka duka sudah dilewati bersama, hingga mereka hidup bahagia dengan kehadiran Giok Ling.
Semua anggota keluarga Liem dan menantu berkumpul di rumah Tuan dan Nyonya Liem. Kebahagiaan terbesar pada hari tahun baru Imlek adalah ketika seluruh keluarga berkumpul, tetapi ada hal lain yang membuat tahun baru itu menjadi begitu istimewa.
Siaw Cing dan Antony Gwie telah berteman baik selama beberapa bulan. Seperti janjinya, Antony sering mengajak Siaw Cing berjalan-jalan dan berpetualang keliling kota dengan mobilnya. Siaw Cing akhirnya percaya bahwa pemuda itu sebenarnya adalah orang yang baik.
Siaw Cing telah diperkenalkan kepada orangtuanya dan ternyata Tuan dan Nyonya besar Gwie adalah orang yang baik. Walaupun kaya, mereka memilih untuk berpenampilan sederhana dan suka beramal.
Mereka berdua menyukai Siaw Cing yang polos dan apa adanya, dan yakin kalau gadis itu akan jadi istri yang baik untuk anak laki-laki sulungnya. Nilai-nilai keluarga Gwie yang diajarkan kepada Antony membuat pemuda itu tidak silau dengan penampilan luar seseorang.
Pada Sin Cia kali itu, Siaw Cing menghadirkan Antony Gwie di hadapan seluruh anggota keluarga Liem.
Semua orang di ruangan itu sudah diberitahu tentang latar belakang Antony oleh Ny. Liem yang menceritakannya dengan penuh semangat. Jadi mereka tak perlu menanyakan lagi kepada Antony maupun Siaw Cing sendiri.
“Pada hari ini, aku ingin mengumumkan, kalau... tiga bulan lagi kami akan menikah, tentunya kami akan menjalani proses lamaran terlebih dahulu,” ucap Siaw Cing.
“Sebagai calon anggota baru keluarga Liem, saya mohon bimbingannya,” kata Antony.
Semua orang jadi bahagia dibuatnya, sebab pernikahan Siaw Cing tentunya yang paling ditunggu-tunggu semua orang. Siaw Cing adalah gadis yang mujur, karena dapat memikat hati anak laki-laki tertua keluarga Gwie.
***
Zaman meleset tentunya menjadi zaman yang masih sulit untuk perusahaan keluarga Liem. Walaupun sudah melakukan pemangkasan di sana-sini, perusahaan keluarga Liem tampaknya tidak akan mampu bertahan, sebab harga gula semakin lama semakin merosot, karena sulit dijual ke luar negeri meski pasokan terus datang.
Namun karena keluarga Liem memiliki anggota keluarga yang berhubungan erat dan saling peduli, ditambah dengan koneksi yang baik, perusahaan mereka dapat terus berjalan, walaupun harus mengubah arah.
Siaw Cing dan Antony Gwie akhirnya menikah, dan keluarga Gwie memberikan pemecahan yang baik untuk masalah keluarga Liem. Yaitu kerja sama dalam mendirikan pabrik rokok dengan merk dagang “Walet Terbang”. Perusahaan rokok turunan NV. Gwie Ting Tjiang, namun dengan produk rokok dengan harga yang lebih murah daripada produk utama mereka, yaitu rokok merk “Kapal Lajar.” Dengan begitu, keluarga Liem tetap dapat bertahan pada zaman meleset yang serba susah tersebut.
Hidup itu sendiri adalah seni untuk terus bertahan, dan peran keluarga tentunya sangat besar agar semua orang bisa bertahan, kemudian keluar dari segala kesusahan dan ujian hidup. Apa pun kesulitan yang terjadi, baik pada masa kini maupun masa mendatang, keluarga selalu memegang peran penting dalam pemecahan masalah. Tentunya keluarga yang penuh kasih sayang dan anggotanya saling peduli satu sama lain.
TAMAT
Ucapan terima kasih dan proses kreatif novel ini:
__ADS_1
Terima kasih kepada semua pembaca yang sudah setia mengikuti novel ini sejak awal, bahkan semua yang sudah membaca karya saya sejak menulis “Gadis rampasan Nippon”. Novel ini tidak akan mungkin tamat tanpa dukungan dari kalian semua.
Saya sungguh mengalami pasang surut dalam menulis novel ini. Tentunya saya menulis tidak selalu dalam keadaan bahagia, tetapi juga sedih karena satu dan lain hal. Yang saya ingat adalah, saya harus terus menulis demi para pembaca yang masih setia dan selalu mendukung saya.
Walau bagaimanapun, novel ini sangat membantu saya untuk terus bertahan di tengah-tengah wabah Covid-19. Di blok rumah saya sendiri terdapat 3 rumah yang penghuninya terkena virus ini, dari total 12 rumah yang ada. Enam orang dinyatakan positif dan satu orang di antaranya meninggal dunia, tanpa kami bisa melayatnya. Sungguh menyedihkan sebenarnya.
Apa lagi yang saya bisa lakukan selain mencoba bertahan dari virus? Salah satunya dengan menulis kisah yang membuat saya bahagia, karena saya cuma bisa mengandalkan kekebalan tubuh sebagai senjata utama melawan virus. Selain itu saya secara rutin mengonsumsi vitamin D3 dan makan makanan yang bergizi.
Tahun 2020 yang katanya kelam dan penuh masalah memang sempat membuat saya sedih dan depresi. Tetapi karena itu pula saya menemukan titik balik, yaitu saya bisa berkarya dan itu cukup membuat saya bahagia. Perasaan sedih tentu ada karena kehidupan masih sangat sulit, tapi karena menulis, saya jadi tidak begitu memperhatikan berita-berita buruk, yang mana itu sangat baik untuk kondisi kesehatan mental dan tubuh saya pada era pandemi ini.
Saya sendiri terharu melihat diri saya berhasil menamatkan dua novel pada era pandemi, satu pencapaian yang belum pernah saya dapatkan. Tentu ini tak ada hubungannya dengan jumlah view, like atau bahkan penghasilan.
Yang terpenting adalah perasaan bahagia yang saya dapatkan dari menulis, sehingga saya bisa terus bertahan hidup sampai sekarang. Juga karena saya bisa mentransfer ilmu yang saya punya kepada para pembaca. Berbagi ilmu adalah suatu hal yang menyenangkan, yang membuat saya bahagia.
***
Kisah Tuan Muda Liem ini berawal dari perjumpaan saya dengan seorang lelaki bermarga Liem, yang dengan suka rela menceritakan kisah hidupnya yang waktu muda pernah menjadi bandar judi. Dari kisah-kisah yang ia ceritakan itu, saya mengambil beberapa bagian, menambah dan mengurangi sehingga terjalin cerita yang sesuai saya harapkan.
Lalu kepada J, seorang akuntan dari salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, yang sangat pandai bermain piano dan punya cita rasa seni yang tinggi, ramah dan baik budi. Terima kasih buat curhatannya selama ini, sehingga aku bisa menulis tokoh bernama Sun Kwan.
Juga kepada R, teman saya yang sejak kecil bersekolah lalu kuliah di Eropa, dan sekarang telah kembali menjadi seorang komisaris perusahaan konstruksi. Pembawaanmu membuatku terinspirasi untuk menulis tokoh bernama Antony Gwie.
Seorang teman author di Noveltoon bernama Xiao Lien yang kini sudah menghilang entah ke mana, karena dukungan dan doronganmu, aku yang tadinya agak kurang giat menulis, jadi bisa up tiap hari. Banyak hal yang kamu lakukan untukku, hingga aku tidak down dan bersemangat.
Kamu janji kan mau baca novel Tuan muda Liem ini sampai tamat? Aku menulis novel ini sampai tamat, salah satunya biar kamu bisa mampir, entah itu meninggalkan jejak atau cuma jadi pembaca ghoib. Intinya aku ingin kamu nggak penasaran dengan ending novel ini. Dan semoga kamu puas dengan endingnya.
Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada saya tentunya adalah, “Kak, visualnya Wan Siang siapa sih?”
Nah ini adalah awal mula saya ingin menulis Tuan Muda Liem, sebab saya tertarik dengan seorang aktor Taiwan yang pernah menjadi trainee K-pop di Korea, namanya Wang Yibo.
Melihat Wang Yibo, yang tampan dan sangat berbakat, bisa akting, jadi MC, nyanyi, menari, main skateboard, dan juga seorang pembalap motor itu, saya ingin mempelajari sifatnya. Jadi ya... saya melakukan studi karakter kecil-kecilan mengenai sifat asli Wang Yibo yang unik, dari banyak video tentangnya yang saya tonton.
Saya lihat banyak pembaca yang suka visual Wan Siang, jadi di novel berikutnya, saya akan tetap memakai visualnya untuk tokoh utama saya. Jadi... terima kasih Wang Yibo, you are my MUSE and my inspiration. Muse di sini artinya adalah sosok yang sangat menginspirasi seseorang untuk menghasilkan karya.
__ADS_1
Tidak lengkap rasanya kalau saya tidak beritahu siapa saja yang saya pilih untuk visual:
Wan Siang : Wang Yibo
Si Manis : Prisia Nasution
Sun Kwan : Kim Dong Hee
Siaw Cing : Kim Da Mi
Nona Hu : Chae Soo Bin
Antony Gwie: Lee Jong Suk
Pasti penasaran kan dengan cerita Kak Otor selanjutnya....
Karena saya sudah dua kali menulis novel bergenre sejarah yang menguras otak saya, izinkan kali ini saya menulis kisah dengan setting masa kini. Sekalian menantang diri saya, apakah saya juga bisa menulis tentang masa kini sebaik menulis dengan setting masa lalu.
Sebuah novel psikologi, berkisah tentang seorang pemuda bernama Michivery Strevino yang mengalami sindrom Oedipus complex, yaitu laki-laki yang memiliki kecenderungan menyukai perempuan yang usianya lebih tua darinya.
Kisahnya diawali saat Michi bertemu dengan seorang wanita bernama Fany yang 10 tahun lebih tua darinya, hingga pantas untuk dipanggil Tante oleh Michi.
Pasti akan ada reader yang bertanya, “Kapan rilisnya Thor?”.
Tunggu pengumuman selanjutnya, yang jelas novel ini jangan dihapus dari daftar favorit dulu, biar bisa dapat notifikasi.
Akhir kata terima kasih untuk semua yang selama ini sudah like, komen, vote atau hanya sebagai pembaca ghoib yang jumlahnya terpampang sebagai jumlah view. Tanpa kalian semua, kak Otor belum tentu bisa bertahan dan waras sampai sekarang
__ADS_1