Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
1


__ADS_3

Di salah satu tempat VIP sebuah klub malam


Jovita sedang bersama seorang lelaki berumur 50 tahunan, orang itu gendut dan botak. Jovita menuangkan minuman pada gelas lelaki itu. Sesekali lelaki itu juga merangkul Jovita dan seorang wanita di sampingnya.


Lelaki : “Jovi, tuangkan lagi. Tuangkan lagi.”


Jovita menuangkan minuman ke botol lelaki itu lagi, lagi, dan lagi. Sebelumnya lelaki gendut dan botak itu sudah menghabiskan 3 botol minuman. Dan ini sudah botol ke empatnya, ia sendiri yang menghabiskan 4 botol minuman. Ia menghabiskan minumannya ditemani dengan 4 orang wanita yang mengelilinginya.


Lelaki : “Jovi, tuang lagi. Tuang lagi, Jovi.”


Padahal lelaki itu sudah mabuk kepalang, tapi ia tetap ingin minum. Jovita beranjak dari duduknya, tapi saat ia berdiri, lelaki itu menarik tangannya.


Lelaki : “Jovi...kemana kau akan pergi, Jovi...Jovi...Jovi...”


Jovita : “Tuan..aku akan mengambil minuman untukmu.”


Lelaki itu tersenyum dan melepaskan tangan Jovita. Jovita pergi keluar dari ruang VIP itu. Ia pergi ke bar untuk mengambil minuman. Keadaan di bar lebih ramai daripada ruangan VIP tadi.


Jovita : “March, dua botol lagi untuk Tuan Tampson.”


March : “Dia sudah habis 4 botol, apa dia tidak mabuk?”


Jovita : “Sebenarnya dia sudah mabuk kepalang, tapi dia ingin minum lagi. Cepat ambilkan dan tulis di struknya.”


March : “Tanpa kau suruh, aku akan tulis sendiri. Nih.”


Jovita : “Yeyeye.”


Jovita pergi dari bar dengan membawa dua botol minuman. Ia kembali masuk ke ruang VIP lagi. Tuan Tampson yang tadinya masih setengah sadar, sudah tak sadarkan diri. Wanita yang dirangkulnya tadi sudah setengah telanjang dan dua wanita yang lainnya masih utuh dengan pakaian minim mereka.


Jovita : “Dia sudah tidur?”


Wanita : “Sudah, kak.”

__ADS_1


Wanita yang setengah telanjang sudah kembali memakai pakaiannya. Ia juga merapikan penampilannya yang make upnya tadi sempat berantakan. Jovita meletakkan botol minuman yang ia bawa. Ia meminta dua wanita lainnya untuk membantunya mengangkat tamunya ke ranjang. Setelah membaringkan tamunya ke ranjang, Jovita dipanggil oleh wanita lainnya.


Wanita lain : “Kak Jovi, kakak dipanggil madam Ella.”


Jovita : “Aku akan segera naik. Kembalilah lebih dulu.”


Wanita lain : “Baik, kak.”


Jovita : “Luisa, apa kau diminta untuk menemaninya?”


(Luisa, wanita setengah telanjang tadi)


Luisa : “Iya, kak.”


Jovita : “Temani dia dengan baik. Dan kalian berdua kembalilah.”


Dua wanita itu hanya mengangguk dan mengikuti langkah Jovita yang keluar dari ruang VIP. Jovita langsung masuk ke dalam lift. Ia menekan tombol 5, lantai teratas dari bangunan itu. Sedangkan dua wanita yang mengikuti Jovita menekan tombol 2, mereka pergi ke lantai 2.


Jovita : “Halo, madam.”


Madam Ella : “Halo, sayang. Kemarilah.”


Jovita mendekati madam Ella, ia berdiri di dekat madamnya.


Madam Ella : “Tuan Jeff, dia adalah Jovita, putriku. Vita, kenalkan dia adalah Tuan Jeff.”


Jovita : “Halo, Tuan Jeff.”


Sedikit membungkuk pada dua lelaki yang ada di depannya.


Jeff : “Oh, dia yang Anda ceritakan pada saya?”


Madam Ella : “Benar, Tuan Jeff.”

__ADS_1


Jeff : “Berapa kontraknya?”


Madam Ella : “Dia terlalu sempurna, mungkin aku tidak akan membuatnya terikat dengan kontrak apapun.”


Jeff : “Sesempurna apapun dia, dia tetaplah seorang wanita penghibur bukan?”


Sambil menyeringaikan sebuah senyuman.


Jovita : “Maafkan saya menyela Tuan Jeff. Tapi saya bukanlah wanita penghibur seperti biasanya.”


Jeff : “Kalau begitu j***** profesional?”


Jovita : “Saya juga bukan seorang j*****.


Jeff : “Kalau begitu aku harus menyebutmu apa?”


Jovita : “Tangan kanan madam.”


Jeff : “Berani juga kau mengatakan seperti itu dihadapan madammu.”


Madam Ella : “Benar Tuan Jeff, dia adalah tangan kananku, manajer klub ini, dan juga putri tersayangku.”


Jeff : “Luar biasa. Tapi aku ingin meminjamnya.”


Madam Ella : “Maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa.”


Jeff : “Aku tidak akan menyentuhnya. Aku hanya akan menggandeng tangannya saja. Aku hanya meminjamnya selama 1 bulan saja untuk menjadi pacar kontrakku.”


Madam Ella : “Maaf tuan. Saya benar-benar tidak bisa.”


Jeff : “Akan aku berikan semua hal yang dia inginkan dan madam inginkan. Aku juga akan menggajinya dengan harga tinggi. Bagaimana?”


Madam Ella : “Eemm...”

__ADS_1


__ADS_2