
Jovita yang kaget langsung reflek menengok ke belakangnya.
Jeff : “Apa kau suka dengan ikan itu?”
Jovita : “Tuan Jeff?”
Jeff : “Kenapa? Kenapa kau berhenti bermain dengan ikan itu? Padahal biasanya dia tak pernah bermain dengan orang asing.”
Jovita : “Benarkah?”
Jeff : “Ya.”
Jovita kembali menempelkan tangannya di kaca akuarium sambil ia gerakkan. Ikan hiu itu pun mengikuti gerakan tangan Jovita kemanapun tangannya pergi.
Jovita : “Tuan Jeff..”
Jeff : “Bukan tuan, sayang. Tapi Jeff...Jeff.”
Jovita : “Em..Jeff?”
Jeff : “Ada apa, sayang?”
Jovita : “Apa ikan ini menyukaiku?”
Jeff mendekati Jovita, ia melakukan hal yang sama dengan Jovita. Ikan itu pun juga mendekat ke tangan Jeff dan kembali mendekat ke tangan Jovita.
Jeff : “Dia akan menyukaimu, jika kau menempelkan tanganmu di kaca dan dia mengikuti gerakan tanganmu. Namun, jika dia tidak menyukaimu, dia akan pergi tak memedulikanmu atau dia akan terlihat marah padamu.”
Jovita : “Sejak kapan kau memelihara ikan ini?”
Jeff : “Aku sudah memelihara dia sejak kecil. Dia adalah temanku.”
Jovita : “Temanmu? Kenapa kau berteman dengan seekor ikan?”
Jeff : “Jangan bertanya tentang masa laluku, aku malas membahasnya.”
__ADS_1
Jovita langsung diam, ia kembali bermain dengan ikan itu.
Jeff : “Ayo bersiap, pesta akan segera di mulai.”
Jovita : “Eh? Bukankah ini masih pukul 3?”
Jeff : “Ini hampir pukul 5, sayang.”
Jovita : “Hampir pukul 5? Tunggu pestanya dimulai pukul berapa?”
Jeff : “Pukul 7 hingga pukul 12 malam, perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Kau harus bersiap sekarang juga.”
Jovita : “Bukankah aku bisa bersiap 30 menit sebelum berangkat?”
Jeff : “Kau harus membersihkan dirimu lagi kan?”
Jovita : “Iya...tapi aku mandi hanya membutuhkan 5 atau 10 menit saja. Kenapa aku harus bersiap mulai dari sekarang?”
Jeff : “Kau mandi hanya 5 menit? Kau pakai sabun atau tidak?”
Jeff : “Sudahlah, cepat pergi ke kamarmu, dua pelayan nanti akan membantumu mandi dan berias.”
Jovita yang merasa kesal langsung pergi meninggalkan Jeff dan tidak menghiraukan perkataan Jeff yang terakhir. Ia membuka pintu kamarnya dan ia sedikit terjengkat melihat dua pelayan tadi yang membantunya mandi. Dua pelayan itu membungkuk dan menyapa Jovita.
Jovita : “Kenapa kalian ada di sini?”
Pelayan : “Kami diminta tuan untuk membantu nona mandi dan merias diri.”
Jovita : “Aku bisa melakukannya sendiri.”
Jeff : “Biarkan mereka melakukan tugas mereka.”
Jeff yang berdiri diambang pintu sejak tadi dan hanya melihat Jovita saja, akhirnya ia mengeluarkan suaranya.
Jovita : “Jeff? Sejak kapan kau ada di sana?”
__ADS_1
Jeff : “Lakukan pekerjaan kalian!”
Dua pelayan : “Baik, tuan.”
Dua pelayan itu memegang lengan Jovita dan menarik Jovita ke kamar mandi. Jovita memberontak dan berteriak-teriak sambil mengumpat pada Jeff. Namun, akhirnya suasana kembali tenang setelah Jovita melakukan ritual-ritual di kamar mandi. Jeff yang sudah tidak mendengar umpatan dan teriakan dari Jovita, kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.
###
Jeff yang sudah rapi, wangi serta tampan pun turun menuju ruang makan. Ia duduk dan meminum kopinya ditemani sekretarisnya, Ryan. Tak lama, Jovita turun dengan anggun, ia terlihat cantik dan berbeda dengan dia saat berada di klub. Ia menggunakan dress selutut dengan rok mengembang berwarna biru gelap. Warna dressnya sangat cocok dengan warna kulitnya.
Jeff : “Halo, nona Jovita.”
Jovita tidak menggubris sapaan Jeff, ia duduk dan meminum tehnya. Ia hanya diam dan menghabiskan tehnya.
Jovita : “Ayo.”
Jeff : “Kemana?”
Jovita : “Bukankah kau mengajakku ke pesta dansa?”
Jeff : “Makanlah itu dulu.”
Di atas meja sudah tersedia potongan buah apel, Jovita mengambil satu potong saja. Jeff juga mengambil potongan apel itu.
Jovita : “Kapan kita berangkat?”
Jeff : “Apa kau sudah tidak sabar berdansa denganku, sayang?”
Jovita : “Berhenti memanggilku sayang dan ya, aku ingin cepat pergi dan cepat menyelesaikannya karena aku ingin menonton serial tv kesukaanku.”
Jeff : “Kau tidak perlu khawatir tentang serialmu itu, kau bisa melihatnya nanti.”
Jovita hanya diam, ia tidak paham dengan perkataan Jeff. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam. Jeff bangkit dari duduknya diikuti dengan Ryan.
Jeff : “Ayo berangkat.”
__ADS_1