Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
11


__ADS_3

Tim 3 yang sedang presentasi dan belum selesai sudah dihentikan, hanya dapat memasang wajah lesu saja. Mereka kembali ke tempat duduk mereka semula. Dan tim 1 mulai mempresentasikan hasil kerja mereka. Lagi-lagi, Jeff juga melakukan hal yang sama lagi. Dan Jeff memanggil tim lainnya lagi dan menghentikan lagi sampai semua tim mempresentasikan milik mereka dengan nasib sama.


Jeff : “Apa sebenarnya pekerjaan kalian selama ini?? Tidur? Makan? Liburan?”


Jeff membuka kancing jasnya dan mengendurkan dasinya. Ia mulai meluapkan amarahnya pada seluruh tim desain karena mereka tidak dapat memberikan hasil yang dapat memuaskan Jeff.


Jeff : “Untuk apa kalian bekerja, jika hasilnya hanya seperti ini? Buang-buang uang saja aku gaji kalian.”


Ryan yang ada di samping Jeff hanya diam saja. Ia sudah tak berani berkomentar atau nanti ia akan dapat amarah dari Jeff. Ryan hanya dapat merasa kasian kepada semua tim desain. Karena Jeff terus berbicara tanpa henti dan menyalahkan mereka semua.


Jeff : “Segera buatkan desain baru, aku ingin sebelum jam pulang, harus sudah ada di mejaku!”


Tim desain : “Baik, pak.”


Jeff meninggalkan mereka semua diikuti dengan Ryan. Jeff berjalan ke ruangannya dan langsung duduk.


Jeff : “Berapa lama lagi raat direksi dimulai?”


Ryan : “Dua setengah jam lagi, tuan.”


Jeff : “Batalkan semua janji temu dengan klien selama tiga hari ke depan.”


Ryan : “Baik, tuan.”

__ADS_1


Jeff : “Aku ingin makan di restoran seperti biasanya untuk makan siang, jadi jemput Jovita sekarang.”


Ryan : “Baik, tuan. Ada hal yang perlu saya lakukan lagi, tuan?”


Jeff : “Tidak. Sudah cepat jemput Jovita.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff : “Dan minta dia untuk berdandan juga.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Ryan keluar dari ruangan Jeff, ia langsung pergi ke tempat parkir dan mengendarai mobil menuju rumah Jeff.


Jovita sedang bersiap-siap, ia ingin pergi ke tempat madam Ella. Ia menggunakan kemeja kotak-kotak warna biru gelap dan putih dengan celana jeans warna hitam. Ia membiarkan rambutnya tergerai dan menambahkan sedikit lipstik warna pink di bibirnya. Ia juga membawa tas kecil warna putih tulang yang berisi ponsel dan dompetnya.


Jovita yang sudah selesai merias diri dan memakai sepatu ketsnya, turun menuju pintu depan. Pak Sam yang mengetahui Jovita akan pergi langsung menghampiri Jovita.


Pak Sam : “Nona, apakah Anda akan pergi keluar?”


Jovita : “Ya. Aku ingin pergi ke tempat madam.”


Pak Sam : “Maaf, nona. Anda tidak boleh keluar.”

__ADS_1


Jovita : “Kenapa?”


Pak Sam : “Ini perintah dari tuan. Tuan tidak mengijinkan nona pergi kemana pun tanpa ijin dari Tuan Jeff.”


Jovita : “Apa dia bermaksud untuk mengurungku?”


Pak Sam : “Tidak, nona.”


Jovita : “Lalu kenapa aku tidak boleh keluar? Aku tidak akan main dengan lelaki, tapi aku ini pergi ke tempat madam.”


Pak Sam : “Nona, jika nona ingin pergi keluar, silakan nona meminta ijin kepada Tuan Jeff lebih dulu.”


Jovita : “Untuk apa aku harus ijin dengan Jeff? Aku ini hanya pacar kontraknya bukan pacar sungguhannya.”


Pak Sam : “Maaf nona, tapi jika nona belum ijin Tuan Jeff, saya tidak bisa mengijinkan nona untuk keluar rumah.”


Jovita : “Atas hak apa aku harus ijin dengannya? Aku memiliki kehidupan pribadiku sendiri. Kenapa aku harus ijin jika aku ingin pergi??”


Pak Sam : “Maaf nona, ini perintah dari tuan.”


Jovita : “Aarghhh....menyebalkaaan....”


Jovita melempar tasnya ke sofa dan melemparkan tubuhnya ke sofa juga. Ia melipat tangannya di dadanya dan cemberut.

__ADS_1


Jeff : “Ada apa kau cemberut, sayang?”


__ADS_2