Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
39


__ADS_3

Di pagi hari


Jovita menggeliat saat sinar matahari menyinari wajahnya di pagi hari. Saat ia membuka matanya, ia merasa jika ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Dan ia melihat ke samping, tepat di depan wajahnya Jeff tengah tidur dengan lelap dan nyenyak.


Jantung Jovita kembali berdegup kencang saat melihat wajah Jeff yang polos saat tidur. Ia tersenyum dan mencoba melepas pelukan Jeff, namun tangan Jeff seperti tidak rela. Tangan Jeff malah mengeratkan pelukannya pada Jovita dan wajahnya semakin membenam pada Jovita. Tapi pada akhirnya, Jovita dapat melepaskan pelukan Jeff.


Jovita keluar dari kamar Jeff dan masuk ke kamarnya. Ia ingin mandi dan menyegarkan diri. Setelah itu, ia masuk lagi ke kamar Jeff. Ia mulai menyiapkan air untuk Jeff dan mencoba membangunkan Jeff yang masih molor di kasur.


Jovita : “Jeff...bangun, udah pagi nih.”


Jeff : “Hm...”


Jovita : “Ayo bangun, nanti kamu telat ke kantor, lho.”


Jeff : “Hm...”


Jovita mendekatkan dirinya pada Jeff sambil memainkan rambut Jeff. Kebetulan ia memakai parfum, jadi Jeff bisa mencium bau parfum yang dipakai Jovita jika di dekatnya. Jeff mulai mengendus bau Jovita yang wangi lalu ia membuka matanya.


Jeff : “Oh...kau rupanya sudah cantik, sayang.”


Jovita : “Ayo bangun...sayang...”


Dengan suara rendah.


Jeff : “Katakan sekali lagi...”


Jovita : “Tidak ada siaran ulang. Ayo bangun, aku sudah siapin air.”


Jeff menghembuskan nafas dengan berat dan cemberut pada Jovita. Jovita sudah berdiri menuju lemari Jeff, lalu memilih beberapa baju kerja Jeff.


Jovita : “Jeff...kau hanya memiliki warna abu-abu dan hitam? Tidak ada yang lain?”


Jeff : “Apakah salah?”

__ADS_1


Jovita : “Hidupmu sungguh tak ada warna. Ck...ck...ck...”


Jeff bangun, berjalan menuju Jovita. Kemudian ia memeluk tubuh Jovita dari belakang.


Jeff : “Aku kan suka warna itu...”


Jovita : “Ya, kan ada warna yang lain.”


Jeff : “Tapi aku nggak suka...”


Jovita : “Hish...sudah mandi sana, airmu dingin nanti.”


Jovita melepas tangan Jeff yang memeluk tubuhnya. Lalu mendorong tubuh Jeff masuk ke kamar mandi. Jeff cemberut sambil mencibir pada Jovita.


Jovita : “Cepat mandi sana! Atau akanku masukkan kau ke kolam ikan, biar dimandiin sama ikanmu sana.”


Jeff tetap cemberut dan mencibir pada Jovita. Namun, akhirnya ia tetap mau mandi.


Tak lama kemudian, Jeff keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya bagian bawah ditutupi handuk. Jovita menyerahkan celana dan kemeja pada Jeff lalu menyuruhnya masuk ke kamar mandi lagi.


Setelah semua selesai, mereka turun dari lantai dua dan berjalan menuju ruang makan. Mereka langsung menghabiskan sarapan tanpa banyak bicara. Setelah sarapan, Ryan sudah menjemput Jeff. Ryan cukup terkejut melihat bosnya itu sudah rapi dan siap berangkat. Padahal biasanya ia harus mengingatkan bosnya berulang kali baru bosnya bersiap-siap.


Jeff : “Ambil dokumen di ruang kerja.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Ryan pergi menuju ruang kerja, lalu kembali dengan dokumen-dokumen.


Jeff : “Sayang.”


Jovita : “Hm?”


Jeff : “Nanti siang jadikan?”

__ADS_1


Jovita : “Nanti siang? Kemana?”


Jeff : “Bukankah kau akan mengantarkan makan siang untukku?”


Jovita : “Oh...soal itu, nanti ku pikir-pikir lagi deh.


Jeff : “Kok gitu?”


Jovita : “Jika aku tak malas akanku kirim, jika aku malas ya...makanlah di luar.”


Jeff diam saja dan pergi begitu saja. Namun, saat Jeff akan melangkah keluar dari pintu utama, Jovita memanggilnya.


Jovita : “Jeff!”


Jeff berbalik melihat ke arah Jovita yang berlari-lari kecil menyusulnya.


Jeff : “Ada apa?”


Cup...Jovita langsung mencium pipi Jeff.


Jovita : “Kiss morning.”


Jovita berlari menjauh Jeff, sedangkan Jeff memegang pipinya yang baru saja dicium oleh Jovita.


Jeff : “Hei!! Kau curang!”


Ryan yang melihat perubahan sikap Jovita juga membelalakkan matanya. Ia juga terkejut melihat Jovita mencium Jeff. Jovita yang sudah berlari menjauh dari Jeff melambaikan tangannya.


Jovita : “Dadah...kerja yang baik, ya.”


Sambil mengedipkan sebelah matanya.


Jeff : “Dah...”

__ADS_1


Sambil melambaikan tangan pada Jovita.


Jeff dan Ryan berangkat ke kantor.


__ADS_2