
Jeff dan Jovita menghabiskan makan malam mereka bersama. Setelah itu, Jeff kembali ke ruang kerjanya melanjutkan pekerjaan yang ia lakukan sejak tadi. Sedangkan Jovita kembali ke kamarnya.
Selama di kamar, Jovita merenungkan diri tentang perkataan Jeff soal pekerjaan menjadi kekasih kontraknya. Ia tidak merasa dirinya salah, karena ia sendiri belum pernah berkencan dengan siapa pun. Dia memang wanita malam, tapi dia hanya menuangkan minuman pada tamu-tamu VVIP madamnya, tak lebih dari itu.
Jovita : “Benar juga, sih kata-kata Jeff. Aku pernah liat film-film gitu sih dan mereka pasti sangat romantis. Eh...itukan film yang ceritanya pacaran beneran, kan beda sama aku sekarang.”
Ia bicara sendiri di kamar, sambil menatap langit-langit kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur.
Jovita : “Tapi...kalo aku inisiatif romantis, nantinya dia malah ngelakuin hal-hal yang nggak-nggak.”
Jovita : “Iihh...gimana sih, apa aku tanya Vania aja, ya. Masak iya aku tanya Vania, nanti pasti Vania ngejek-ngejek aku lagi. Tapi kan kalo nggak tanya dia aku nggak tahu harus apa? Akhh...”
Jovita membalik tubuhnya, otaknya sangat bekerja keras saat itu. Ia berpikir antara bertanya dengan Vania atau tidak. Dan ia stres sendiri karena pikiran itu. Alhasil, ia bangun dari tidurnya dan mengambil ponselnya. Ia mulai menghubungi Vania via telepon.
*telepon*
Jovita : “Halo, Vania.”
Vania : “Iya, kak. Ada apa?”
Jovita : “Kamu dimana sih? Kok kayaknya rame banget.”
Vania : “Apa kakak lupa? Ini kan sudah malam, jadi club sudah buka dan pastinya ramailah, kak.”
Jovita : “Iya, aku tahu. Tapi kamu sekarang ada dimana?”
Vania : “Lantai dua.”
Jovita : “Oh...”
Vania : “Kenapa kakak telepon?”
Jovita : “Oh, ya. Anu...bisa nggak kamu ke kamarmu? Atau ke kamarku boleh kok.”
Vania : “Oke, sebentar ya. Aku harus kirim bir dulu.”
__ADS_1
Jovita : “Oke. Tapi teleponnya tetap ke sambung, ya?”
Vania : “Iya, kakakku sayang.”
Mereka masih dalam telepon, sedangkan Vania yang masih tersambung teleponnya, sedang mengantarkan bir ke salah satu ruangan. Lalu tak lama ia keluar dari ruangan dan naik ke lantai lima menuju kamar Jovita.
Vania : “Sudah, kak. Aku ada di kamar kakak.”
Jovita : “Bagus, kalau gitu kakak boleh ceritakan?”
Vania : “Bolehlah, kak. Ceritakan semuanya, apa yang terjadi pada kakak? Apa saja yang kakak lakukan? Bagaimana keseharian kakak? Pokoknya semuanya akan Vania dengarkan.”
Jovita : “Gini...aku boleh tanya, kan?”
Vania : “Boleh dong, kakak.”
Jovita : “Gimana sih, caranya jadi kekasih?”
Vania : “Ha?”
Vania : “Status kakak berubah?”
Jovita : “Status? Maksudnya?”
Vania : “Kan status kakak mulanya adalah kekasih kontrak, lalu sekarang ganti jadi kekasih, gitu?”
Jovita : “Nggak, status kakak tetap jadi kekasih kontrak, tapi gimana caranya jadi...gimana ya cara jelasinnya. Gini lo, kakak ingin kayak sandiwara kita itu, kayak kita beneran pacaran, gitu.”
Vania : “Emang kakak udah lakuin apa aja?”
Jovita : “Makan siang bersama, pergi ke pesta bersama...mmm...hanya itu.”
Vania : “APPAA??? Kalian tidak tidur seranjang? Atau makan suap-suapan, atau berciuman di depan umum...mmm...minimal cium dahilah. Nggak pernah gitu, kak?”
Jovita : “Nggak.”
__ADS_1
Vania : “WHAATT??? Parah kak, parah kamu kak. Pantas Kak Jeff kayaknya belum punya berita baik.”
Jovita : “Berita baik? Berita baik apa?”
Vania : “Sudahlah, jangan bahas itu. Sekarang waktunya perbaiki sikap kakak. Kakak harus sedikit romantis atau paling tidak kakak harus menunjukkan bahwa kakak adalah kekasih atau wanita milik Kak Jeff. Dan Vania akan menjadi gurumu mulai sekarang.”
Jovita : “Baiklah, aku akan mencoba mendengarkan semua saran darimu.”
Vania : “Jadi, hal yang pertama perlu kakak lakukan adalah di pagi hari kakak harus menyiapkan semua keperluan Kak Jeff, seperti pakaian, sepatu, tas, ponsel, bahkan air mandi juga. Dan jangan lupa untuk membantunya berpakaian.”
Jovita : “Aku sudah pernah lakukan itu.”
Vania : “Bagus, lanjutkan hal itu. Lalu yang kedua, kakak harus memberikan kiss morning atau Kak Jeff.”
Jovita : “Harus, ya?”
Vania : “Iya, HARUS. Minimal kakak cium pipilah. Dan kalau bisa ambil fotonya juga, lalu upload di medsos, biar semua orang tahu jika kakak adalah wanita milik Kak Jeff.”
Jovita : “Mungkin...masih bisa.”
Vania : “Bukan mungkin kak, tapi harus. HARUS. Yang ketiga, buatkan kopi...”
Jovita : “Aku tidak boleh masuk dapur.”
Jovita memotong perkataan Vania.
Vania : “Baiklah, skip itu, ganti dengan menyajikan atau mengambilkan nasi dan lauk pauk untun Kak Jeff. Dan sebelum berangkat kerja, kiss morning lagi dan katakan ‘sampai jumpa sayang, jangan kangen aku ya.’ Seperti itu. Yang keempat...”
Jovita : “Tunggu-tunggu, kiss morning lagi?”
Vania : “Yaps, HARUS. Yang keempat, antarkan makan siang pada Kak Jeff dan pakai pakaian santai, sexy, manis, dan elegan. Yang kelima....”
*****
#Boleh banget loh...kasih saran untuk melancarkan pengajaran Vania pada Jovita😆😆😆 author bingung nih😆😆😆#
__ADS_1