Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
56


__ADS_3

Ryan dan Jovita mulai memandikan Jeff. Jeff yang diseret menuju kamar mandi memberontak, namun mereka berdua tetap memaksa Jeff untuk ke kamar mandi. Jeff langsung dimasukkan ke dalam bathtub dan pembersihan segera dilakukan.


30 menit kemudian...


Jovita : “Fiuh...akhirnya selesai juga.”


Ryan hanya diam sambil menyeka peluh di dahinya.


Jovita : “Ryan, ayo bawa dia ke tempat tidur.”


Ryan : “Baik, nona.”


Jeff dibopong menuju tempat tidur. Sebenarnya Jeff sudah sadar sepenuhnya, namun ia malas membuka matanya. Dan saat tiba di tempat tidur Jeff menepis tangan orang yang telah membantunya mandi. Lalu ia melemparkan tubuhnya ke atas kasur.


Jovita yang sebal dengan kelakuan Jeff yang sangat manja langsung memukul punggung Jeff. Dan Jeff mengaduh kesakitan, sementara Ryan hanya menahan tawanya.


Jeff : “Kenapa kau memukulku?”


Sambil teriak pada Jovita.


Jovita : “Kau sudah sadar tapi masih malas-malasan dan bermanja-manja ria. Kau pikir kami tidak kesulitan membersihkan tubuhmu yang bau alkohol itu?”


Jovita balik teriak pada Jeff sambil melingkarkan tangannya di pinggang. Ia sudah seperti seorang ibu yang memarahi putranya. Dan Jeff hanya diam, lalu melihat Ryan yang menahan tawanya. Seketika Ryan menjadi lampiasan dari Jeff.


Jeff : “Kau berani tertawa?”


Ryan : “Maaf tuan.”


Jeff : “Pergi!!”


Ryan : “Baik, tuan.”


Ryan pergi meninggalkan sepasang kekasih kontrak itu. Jeff mencoba membujuk Jovita yang sedang mencari pakaian untuk dirinya dan Jeff. Jeff membujuk Jovita seperti seekor anak kucing yang ingin dibelai oleh tuannya. Sementara Jovita cuek dengan sikap Jeff yang bermanja-manja dengannya.


Jovita : “Pakai ini.”


Jeff : “Pakaikan...”

__ADS_1


Jovita : “Pesta akan dimulai, apa kau ingin terlambat?”


Jeff : “Kumohon...”


Jovita : “Pakai sendiri atau kau nanti akan...”


Jeff : “Baiklah...”


Jeff memakai pakaiannya sendiri, sementara Jovita merias dirinya serta mengenakan gaunnya.


###


Pesta digelar di pinggir pantai saat malam hari. Jeff dan Jovita mengenakan pakaian dengan warna yang sama dan terlihat tampan serta cantik. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang berkelas dan sangat serasi dalam pesta itu, selain kedua mempelai pengantin.


Semua orang menikmati pesta dengan suka cita. Namun pesta digelar tak lama, karena semua para tamu harus kembali ke kota malam itu juga. Selama pesta berlangsung, Jeff dan Jovita saling menyapa dan berbincang dengan para tamu untuk menyampaikan salam perpisahan. Mereka juga berpamitan dengan tuan rumah yang menyelenggarakan pesta itu.


Jeff : “Mr. Robert, inikah acara yang kau maksudkan?”


Mr. Robert : “Benar, Tuan Jeff. Aku ingin menyelenggarakan pesta pernikahan putriku dengan mewah dan rahasia, agar media tidak terlalu mengikutiku dan memberitakan tentang diriku. Hahaha...”


Mr. Robert : “Maka dari itu, aku hanya ingin memunculkan berita yang mengatakan jika aku mengajak para kolegaku ke sebuah pulau. Hahaha...”


Jeff : “Itu pasti akan menjadi berita yang besar besok.”


Sambil tersenyum pada Mr. Robert.


Mr. Robert : “Nona cantik, nikmatilah pesta ini mumpung masih ada di pulau indah ini.”


Jovita : “Tentu, Mr. Robert.”


Mr. Robert : “Hahaha...aku pergi ke sana dulu Tuan Jeff.”


Jeff : “Tentu.”


Mr. Robert : “Selamat menikmati pesta terakhir. Hahaha...”


Jeff tersenyum pada Mr. Robert dan Mr. Robert pergi meninggalkan Jeff dan Jovita.

__ADS_1


Jovita : “Jeff, aku ingin koktail.”


Jeff : “Ayo kita ke sana.”


Jeff dan Jovita berjalan menuju kios minuman. Jeff mengambil segelas bir dan Jovita mengambil koktail. Merela meminum di kios itu sambil duduk dan berbincang-bincang.


David : “Halo, nona cantik.”


Jeff dan Jovita menoleh ke arah David. Dan David duduk tepat di sebelah Jovita serta memesan segelas bir. Jeff seketika tersulut api kemarahan.


Jeff : “Apa yang kau lakukan di situ?”


David : “Apa kau tidak bisa melihat? Aku sedang duduk.”


Jeff : “Bukankah di sampingku ada tempat duduk yang banyak? Kenapa kau duduk di sana?”


David : “Apakah tempat ini milikmu?”


Jeff : “Bukan. Tapi kenapa kau harus duduk di samping wanitaku?”


David : “Ini bukan tempatmu, jadi siapapun berhak duduk di sini. Dan dia mungkin...sekarang adalah wanitamu, tapi entah esok atau kapan dia bisa saja menjadi wanitaku, benarkan, nona?”


Jeff : “David!!”


Sambil meletakkan gelas secara kasar.


Jovita : “Tenang Jeff, setelah ini kita tidak akan bertemu dia lagi.”


Jeff : “Tapi kata-katanya membuatku...”


Jovita : “Sudah! Anggap saja dia burung yang mengoceh tidak aturan.”


Jeff kembali duduk dengan tenang dan meminum birnya lagi.


David : “Kapan kontrakmu berakhir, nona cantik? Dan dimana alamat klubmu itu?”


Seketika Jovita tersedak dan ia membelalakkan matanya pada David. Sementara Jeff juga terkejut bukan main.

__ADS_1


__ADS_2