Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
45


__ADS_3

Jeff, Jovita, dan Ryan naik ke kapal pesiar salah satu klien Jeff. Mereka disambut langsung oleh tuan rumah. Robert adalah nama dari tuan rumah atau klien Jeff.


Robert : “Halo Tuan Jeff.”


Jeff : “Halo, Mr. Robert.”


Robert : “Sepertinya hari ini Anda membawa kekasih tercinta Anda.”


Jeff : “Mungkin...hahaha...”


Robert : “Hahaha...”


Jeff : “Acara apa ini, hingga sekretarisku tidak memberitahuku?”


Robert : “Hohoho...aku memang sengaja tidak memberitahu semua orang yang kuundang. Karena aku akan mengumumkannya pada saat inti acara nanti.”


Jeff : “Aku akan menunggunya, Mr.”


Robert : “Aku juga akan menunggu sesuatu darimu.”


Jeff : “Oh, ya. Aku hampir lupa.”


Robert : “Hohoho...apa karena ada seorang wanita cantik di sampingmu? Hingga kau melupakan hadiah untukku?”


Jeff : “Mungkin, karena saking cantiknya dia aku melupakan hadiahmu, Mr.”


Robert : “Hahahaha...”


Jeff : “Ryan.”


Ryan langsung merogoh tas yang selalu ia bawa ke mana pun. Ia menyerahkan sebuah dokumen pada Jeff. Lalu Jeff menyerahkannya pada Robert. Robert menerima dengan baik dan membuka dokumen itu.

__ADS_1


Robert : “Ada pulpen?”


Ryan : “Ini, Mr.”


Robert menerima pulpen Ryan dan menandatangani dokumen itu. Lalu kembali menyerahkan pulpen pada Ryan. Dan dokumen itu, ia bawa.


Robert : “Semoga kita tetap bisa menjadi teman selamanya.”


Jeff : “Tentu.”


Mereka berjabat tangan menandakan jika kesepakatan mereka berlanjut.


Robert : “Silakan nikmati pestanya. Kita akan segera berlayar.”


Jeff : “Tentu.”


Robert pergi dari sana dan menyerahkan dokumen yang ia bawa pada asistennya. Ia kembali menyapa tamu-tamu undangannya lagi. Dan tak lama kemudian, kapal berlayar.


Tuan rumah menyambut semua tamu undangan. Dan memberi sedikit sambutan, serta membeberkan acara dan alur yang ia gelar. Ia juga mempersilakan para tamu untuk menikmati pesta.


Jovita : “Jeff, aku ingin minum, haus.”


Jeff : “Ayo kita ke sana.”


Sambil menunjuk ke arah deretan makanan dan minuman.


Jovita : “Apakah aku tidak boleh minum yang dibawa para pelayan itu?”


Jeff : “Itu alkohol, sayang. Aku tidak ingin kau mabuk-mabukan.”


Jovita : “Oke.”

__ADS_1


Mereka berjalan mendekati meja yang berisi makanan dan minuman. Jovita mengambil minuman koktail dan Jeff tidak mengambil apa pun.


Jovita : “Kau tidak minum?”


Jeff : “Tidak. Aku tidak haus. Ayo kita ke sana.”


Mereka mengambil tempat duduk terdekat mereka. Dan saat duduk ada seorang lelaki yang akan duduk juga di meja itu. Lelaki itu dan Jeff sama-sama memegang kursi yang sama, sedangkan Jovita sudah duduk manis.


Lelaki : “Oh maafkan aku tuan. Anda bisa duduk di sini...”


Jeff : “Oh, kau rupanya, tuan Walker.”


Lelaki itu adalah David Walker, musuh dari Jeff. Entah permusuhan apa yang terjadi di antara mereka, hingga mereka saling menyimpan dendam.


Jovita : “Oh, bukankah Anda tuan cerewet?”


Sambil berdiri di samping Jeff.


Jeff dan David : “Tuan cerewet?”


Jovita : “Iya...kau tahu Jeff saat aku mengambil minuman pada pesta beberapa hari yang lalu? Ia terus saja mengoceh tanpa henti, padahal aku tidak mendengarkan apa yang ia katakan. Tapi ia terus...saja mengoceh.”


Jeff hanya tersenyum miring, lalu merangkul pinggang Jovita.


Jeff : “Tuan Walker, oh maaf salah, tuan cerewet...terima kasih sudah mau menawarkan saya untuk duduk di meja ini. Tapi sepertinya saya tidak tertarik untuk duduk di sini. Ayo sayang kita cari tempat yang lebih nyaman.”


Jeff dan Jovita pergi dari sana dan David hanya menggenggam erat sandaran kursi di sampingnya. Ia hanya diam dan tidak membalas apa pun, lalu duduk. Jeff dan Jovita memilih tempat duduk yang ada di tengah, mereka menikmati minuman masing-masing. Jeff meminum bir yang ditawarkan seorang pelayan dan Jovita meminum koktail miliknya.


*****


Maaf terlambat update...

__ADS_1


__ADS_2