Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
31


__ADS_3

Jeff berangkat dengan tergesa-gesa, rambutnya saja belum dirapikan dengan benar. Jeff merapikan bajunya di dalam mobil sambil melakukan kebiasaannya di pagi hari. Ia melihat-lihat entah apa yang ada di tabletnya.


Setibanya di kantor, Jeff langsung masuk ke dalam liftnya menuju ruangannya. Ryan selalu di belakangnya, Ryan termasuk orang yang sangat terampil dan cekatan. Sehingga Jeff masih ingin tetap mempertahankan sekretarisnya itu. Dan tak lama kemudian, ia sampai di ruangan Jeff.


Jeff : “Ryan, kirim dokumen yang aku tanda tangani ke tempat asalnya. Dan kirim dokumen yang lainnya ke asalnya juga. Minta mereka perbaiki hal-hal yang aku tandai.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff : “Laksanakan perintahku, lalu kau bisa kembali ke ruanganmu, dan saat rapat akan dimulai panggil aku.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff : “Ryan, minta Sam untuk beritahu Jovita. Aku ingin makan siang dengannya dan kau jemput dia.


Ryan : “Baik, tuan.”


Ryan keluar dari ruangan Jeff, sedangkan Jeff kembali berkutik dengan dokumen-dokumen yang kemarin ditumpuk Ryan di mejanya.


Saat rapat akan dimulai, Ryan masuk dan meminta bosnya untuk ke ruang rapat pemegang saham. Jeff merapikan sedikit penampilannya yang terburu-buru berangkat tadi pagi. Lalu berjalan keluar ruangan menuju ruang rapat.


Saat rapat, Jeff tidak terlalu emosional. Ia bahkan memperhatikan semua hal yang dirapatkan dan membeberkan hal-hal yang perlu dibeberkan pada pemegang saham. Akhirnya rapat berjalan dengan mulus dan lancar tanpa adanya amarah dari Jeff.


Saat keluar ruangan, Jeff mengendurkan dasinya dan membuka kancing atas kemejanya. Ia merasa kegerahan karena suasana cukup panas dan ia sudah berada di dalam ruangan selama dua jam.


Ryan : “Tuan, sekarang sudah jam istirahat. Apa tuan ingin makan siang sekarang?”

__ADS_1


Jeff : “Ya, aku akan menyetir sendiri. Dan kau jemput Jovita.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff dan Ryan langsung menuju lift dan Ryan menekan tombol 1, menuju parkiran basement. Setibanya di perparkiran, Jeff berjalan menuju mobilnya dan Ryan berjalan menuju mobil kantor yang selalu ada di perparkiran.


Jeff mengendarai mobilnya ke sebuah restoran kesukaannya, sedangkan Ryan menuju rumah Jeff untuk menjemput Jovita. Tak lupa, sebelum Jeff masuk ke mobil, ia memberitahu Ryan untuk mengantar Jovita ke restoran kesukaannya. Dan Ryan hanya mengangguk serta melaksanakan perintah yang diberikan.


###


Jovita yang sedang melamun di kolam, mulai tersadar. Lalu berdiri dan kembali ke kamarnya. Tak lama kemudian, dua orang pelayan yang selalu memandikannya dan meriasnya datang. Jovita hampir lupa dengan pesan Pak Sam, jika Jeff memintanya untuk makan siang bersama. Kali ini Jovita mulai menurut dan merias diri dibantu dua pelayan tadi.


Saat Jovita menuruni anak tangga, Ryan sudah ada di ruang tamu menunggu Jovita dan ada Pak Sam juga. Jovita mengenakan dress selutut dengan motif garis-garis hitam putih dan lengan sesiku. Serta ada sabuk yang melilit di pinggangnya, ditambah high heels warna krem. Ia terlihat cantik dengan rambutnya yang diikat setengah saja.


Jovita : “Ayo, Ryan.”


Jovita masuk ke dalam mobil dan Ryan duduk di belakang kemudi. Jovita hanya melihat ke arah jendela seperti biasanya. Ia menikmati pemandangan mobil yang lalu lalang dan gedung-gedung, serta pepohonan dari dalam mobil.


Jovita : “Ryan, dimana tuanmu?”


Ryan : “Nona, tuan sudah ada di restoran.”


Jovita : “Dia sudah di sana? Aku pikir kita akan ke kantor dulu, menjemput tuanmu.”


Ryan : “Tidak, nona. Tuan sudah ada di restoran, beliau menyetir mobilnya sendiri.”

__ADS_1


Jovita : “Benarkah? Aku kira kau yang mengantarnya.”


Ryan : “Tidak, nona.”


Jovita : “Oh, ya Ryan.”


Ryan : “Ya, nona. Ada perlu apa?”


Jovita : “Kenapa kau selalu menjadi sopir pribadi Jeff. Anu...em...maksudku, kenapa Jeff tidak memiliki sopir pribadi? Kenapa dia lebih memilih sekretarisnya yang menjadi sopir pribadinya?”


Ryan : “Kenapa nona bertanya pada saya? Bukannya kepada tuan?”


Jovita : “Aku tidak ingin bertanya padanya. Jika aku bertanya padanya, hanya akan ada cekcok, nggak ada jawabannya.”


Ryan : “Tuan sudah percaya pada saya.”


Jovita : “Maksudnya?”


Ryan : “Tuan sangat sulit untuk mempercayai orang, jadi saya bisa dikatakan sebagai sekretaris tuan, asisten pribadi tuan, bodyguard tuan, bahkan sopir pribadi tuan.”


Jovita : “Tapi kan, biasanya orang kaya, em...maksudku orang seperti Jeff selalu memiliki sopir pribadi sendiri dan bodyguard sendiri, em...mungkin jika asisten pribadi masih bisa merangkap sebagai sekretaris. Tapi kenapa dia harus memintamu melakukan dua pekerjaan itu juga?”


Ryan : “Jawabannya tetap sama, nona. Karena tuan, sulit, bahkan sangat sulit untuk mempercayai orang.”


Jovita : “Hanya itu sajakah? Tidak ada yang lain?”

__ADS_1


Ryan : “Benar, nona.”


Ryan mematikan mesin dan turun dari mobil, ia membukakan pintu untuk Jovita. Jovita keluar dari sana dan Ryan langsung memandunya menuju meja Jeff duduk.


__ADS_2