Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
10


__ADS_3

Jeff dan Jovita telah menyelesaikan sarapan mereka. Jeff kembali ke kamarnya dan Jovita juga.


Jeff : “Sayang.”


Jovita yang dipanggil dengan sebutan ‘sayang’ tidak menoleh sedikit pun.


Jeff : “Jovita!!”


Jovita : “Ya? Ada apa?”


Jeff : “Kemarilah.”


Jovita masuk ke kamar Jeff.


Jovita : “Apa kau tidak akan membersihkan kamarmu?”


Jeff : “Nanti akan bersih sendiri.”


Jovita : “Tapi aku di kamarmu tidak tahan dengan bau alkoholnya.”


Jeff : “Kau bekerja di klub tapi kau tidak biasa dengan bau alkohol? Padahal biasanya kau menemani bos-bos besar minum.”


Jovita : “Iya, tapi mereka tidak akan membuat sepertimu.”


Jeff : “Bukankah kau juga meminum alkohol? Kenapa kau tidak tahan?”


Jovita : “Memang benar aku minum alkohol, tapi aku minum hanya satu teguk saja. Tidak lebih.”

__ADS_1


Jeff : “Sepertinya kau peminum buruk.”


Sambil tersenyum tipis.


Jovita : “Sudahlah. Apa yang kau inginkan?”


Jeff : “Kemarilah, bantu aku bersiap.”


Jovita : “Untuk apa aku membantumu?”


Jeff : “Karena kau pacarku.”


Jovita : “Kita hanya pacar kontrak, bukan pacar sungguhan.”


Jeff : “Apa kau lupa dengan apa yang tertulis di dalam kontrak?”


Jeff : “Ada di lemari bajumu, sayang. Cepatlah! Aku harus segera ke kantor.”


Jovita hanya menurut, ia membantu Jeff berpakaian untuk pergi ke kantor. Setelah selesai memakaikan jas dan dasi, Jeff langsung mengecup kening Jovita yang sedang menghadap ke arahnya. Karena itu, Jovita langsung mundur tiga langkah dan Jeff langsung tertawa lepas.


Jeff : “Lakukan hal ini setiap hari ya, sayang.”


Sambil tersenyum lebar dan mengedipkan matanya pada Jovita.


Jeff langsung berjalan keluar kamarnya, Ryan sudah ada di mobil. Sedangkan Jovita langsung berlari ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.


###

__ADS_1


Jeff tiba dikantornya pukul 09.30, semua orang yang tahu Jeff tiba langsung membungkukkan badan mereka dan menyapanya. Jeff berjalan dengan gayanya yang dingin dan angkuh. Di belakangnya, Ryan mengikuti Jeff. Saat tiba di ruangan Jeff, Ryan membukakan pintu dan Jeff langsung duduk di kursinya.


Jeff : “Ryan, beritahu bagian desain untuk bersiap. 10 menit sebelum presentasi hasil mereka, mereka harus sudah ada di ruangan.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff : “Dan untuk rapat direksi, aturkan setelah jam makan siang. Jadi 10 menit setelah jam makan siang sudah harus semua direksi harus sudah hadir.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff : “Sudah pergi sana.”


Ryan pergi dan melakukan pekerjaannya. Sedangkan Jeff meneliti dan menandatangani dokumen-dokumen yang menumpuk di mejanya. Saat jam sudah menunjukkan pukul 09.55, Ryan masuk ke ruangan Jeff.


Ryan : “Tuan, sudah pukul 09.55, semua orang sudah hadir di ruang presentasi.”


Jeff : “Baiklah, ayo!”


Jeff merapikan dasinya yang tadi sempat ia kendurkan. Ia berjalan keluar ruangannya dan Ryan mengikutinya. Saat Jeff lewat, karyawan yang berpapasan dengan Jeff langsung membungkukkan badan seperti saat ia datang tadi.


Ryan langsung membukakan pintu ruang presentasi untuk Jeff. Jeff masuk dan semua orang yang ada di sana langsung berdiri dan membungkukkan badan mereka.


Jeff : “Presentasikan desain dari tim 3!”


Tim 3 : “Baik, pak.”


Tim 3 mempersiapkan semuanya dan mempresentasikan hasil desain mereka. Dan ekspresi yang tergambar di wajah Jeff hanyalah dingin, seperti tidak ada gambar puas dari hasil desain mereka. Belum selesai tim 3 presentasi, Jeff menghentikan mereka.

__ADS_1


Jeff : “Ganti! Tim 1 presentasikan milik kalian!”


__ADS_2