Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
54


__ADS_3

Jovita keluar dari kamar dan pergi menyegarkan pikirannya. Ia berjalan-jalan di sekitar vila dengan pikiran kosong. Ia berjalan hingga sampai di taman saat ia dengan Jeff tadi. Kemudian duduk di sebuah bangku kosong di bawah pohon. Ia hanya melamun selama beberapa saat


Jovita tersadar dari lamunannya saat ada seseorang menyentuh bahunya.


Ryan : “Nona...”


Jovita : “Oh! Ryan, ada apa?”


Ryan : “Apakah tuan baik-baik saja?”


Jovita : “Yaahhh...dia sudah tidur dengan nyenyak sekarang atau mungkin.”


Ryan : “Mm...baiklah, nona. Dan terima kasih sudah menjaga tuan.”


Jovita : “Tidak perlu berterima kasih, sudah menjadi tanggung jawabku juga untuk menjaganya dan merawatnya selama masih dalam masa perjanjian.”


Ryan : “Benar...nona...”


Sambil tersenyum tipis pada Jovita.


Jovita : “Oh, ya. Apa kau sudah menikmati keindahan pulau ini?”


Ryan : “Sudah, nona.”


Jovita : “Sudahkah kau keliling seluruh pulau ini?”


Ryan : “Hanya beberapa tempat yang saya kunjungi, hal itu sudah membuat saya lebih santai.”


Jovita : “Hanya beberapa tempat? Cepat sana selesaikan liburanmu, nikmati waktu liburanmu. Mumpung masih ada di sini, nanti malam kita sudah harus kembali berlayar ke kota dan kau akan kembali dengan kegiatanmu yang padat itu.”


Ryan : “Sudah cukup nona, saya dapat mengunjungi beberapa tempat tanpa memikirkan pekerjaan saja sudah cukup.”


Jovita : “Tidak-tidak, sekarang juga pergi sana. Lihat di bagian sana ada tempat yang menarik.”


Sambil menunjuk sembarang arah tanpa berpikir.


Ryan : “Tidak perlu nona, saya sudah bisa beristirahat selama dua jam saja sudah cukup bagi saya.”


Jovita : “Cepat pergi atau kau akan kupecat?”

__ADS_1


Ryan : “Mmm...”


Jovita : “Aku bisa saja meminta Jeff untuk memecatmu nanti. Jadi...kau pilih pergi atau kupecat?”


Ryan : “Baik-baiklah nona, saya akan pergi. Semoga nona dapat menikmati keindahan pulau ini juga.”


Ryan langsung pergi meninggalkan Jovita sendirian di bangku taman. Ia lebih takut untuk dipecat dari pekerjaannya daripada harus menjadi budak. Jovita hanya menghela napas lega saat Ryan meninggalkan dirinya sendirian.


Jovita melihat sekelilingnya sambil tersenyum tipis di bibirnya, saat melihat seorang anak yang tertawa riang bersama dengan ayah dan ibunya. Terlihat juga sepasang kekasih yang riang gembira dan saling canda tawa seperti tidak ada kesalahpahaman di antara mereka. Seketika itu, tanpa sadar Jovita menetaskan sebutir air mata yang keluar dari matanya.


Wanita : “Nona? Apakah kau baik-baik saja?”


Sambil memegang bahu Jovita.


Jovita : “Hm? Oh...ya, aku baik-baik saja.”


Sambil mengusap pipinya yang basah dan berbalik melihat si wanita itu.


Saat melihat wanita itu, Jovita langsung mengenalinya. Wanita itu adalah wanita yang telah menemukan ponsel Jeff.


Jovita : “Kau...wanita yang menemukan ponsel Jeff, kan?”


Wanita : “Iya. Kita bertemu lagi.”


Jovita : “Apa kau...mm...apa Anda sedang menunggu kekasih Anda?”


Wanita itu tertawa sambil menutup mulutnya.


Wanita : “Jangan terlalu formal denganku, aku tidak suka formalitas.”


Jovita : “Mm...”


Sambil mengangguk.


Wanita : “Boleh aku duduk?”


Jovita : “Ha? Oh ya, silakan.”


Jovita menggeser dirinya dan mempersilakan wanita itu duduk. Wanita itu duduk sambil menyilangkan kakinya. Seketika Jovita terkagum-kagum dengan si wanita itu, karena kakinya sangat mulus dan putih, hingga membuatnya iri saat melihatnya.

__ADS_1


Wanita : “Apa ada yang salah?”


Jovita : “Ha? Tidak ada.”


Wanita : “Namaku Reena, namamu?”


Jovita : “Jovi, Jovita.”


Reena : “Kenapa kau menangis tadi?”


Jovita : “Tidak ada apa-apa.”


Reena : “Benarkah?”


Jovita : “Iya, aku baik-baik saja.”


Reena : “Baiklah. Apa kau sibuk?”


Jovita : “Aku?”


Reena mengangguk pada Jovita.


Jovita : “Tidak.”


Reena : “Bisa kita berbincang-bincang?”


Jovita : “Bisa. Tapi...bukankah kita sudah berbincang-bincang?”


Reena : “Maksudku bukan di sini. Di sebelah sana, ada sebuah kafe yang menarik, ayo kita ke sana.”


Jovita : “Tunggu, bukankah kau sedang menunggu kekasihmu?”


Reena : “ Kapan aku bilang menunggu kekasihku?”


Jovita : “Mmm...”


Reena : “Sudahlah, ayo!”


Reena dan Jovita pergi ke kafe yang Reena inginkan.

__ADS_1


*****


maaf baru bisa update🙏🙏🙏


__ADS_2