Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
9


__ADS_3

Jovita pergi ke kamarnya, saat melewati kamar Jeff, ia mendengar Jeff berteriak memanggil Ryan. Tak lama kemudian Ryan datang dan masuk ke kamar Jeff segera. Jovita memasuki kamarnya dan saat di dalam kamar, ia mendengar Jeff berteriak-teriak kepada Ryan dan ada suara barang-barang pecah juga.


Jovita tidak ingin memedulikan yang dilakukan Jeff. Ia segera mengganti bajunya dan turun ke ruang makan. Pak Sam tengah menyiapkan makan malam. Jovita segera duduk dan makan.


Jovita : “Pak Sam.”


Pak Sam : “Iya, nona. Apakah ada sesuatu yang nona butuhkan?”


Jovita : “Em...sampai kapan Jeff akan marah-marah seperti itu?”


Pak Sam : “Saya tidak tahu, nona. Namun, biasanya saat tengah malam tuan akan pergi begitu saja nanti.”


Jovita hanya mengangguk dan kembali memakan makanannya. Ryan turun, ia langsung berjalan menuju pintu depan. Dan suara Jeff yang berteriak-teriak sudah tidak terdengar lagi. Jovita segera menyelesaikan makannya dan ia kembali ke kamarnya untuk melihat seriak tv kesukaannya.


###


Keesokan paginya, Jovita terbangun dan ia berjalan menuju kamar mandi. Ia keluar dari kamarnya, menuju ruang makan. Saat ia melewati kamar Jeff, ia mencium bau alkohol dan pintu kamar Jeff sedikit terbuka. Jovita sedikit mengintip ke dalam kamar Jeff.


Di dalam kamar Jeff hanya terdapat beberapa pecahan kaca yang berserakan dan kertas-kertas dokumen yang tercecer di mana-mana. Jovita tidak melihat ada Jeff di kamar itu, ia juga merasa jika kamar itu sangat dingin. Jovita berbalik, namun ia menabrak seseorang dan nengaduh sambil menggosok dahinya. Ia mendongak dan terkejut.


Jeff : “Ada apa sayang? Apa kau ingin masuk ke kamarku?”


Jovita : “Jeff? Kau...kau...kau dari mana?”


Jeff menggandeng tangan Jovita dan menarik Jovita masuk ke kamar Jeff. Jeff menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Jovita sedikit panik, melihat Jeff mengunci kamar, ia berjalan menjauhi Jeff. Jeff berjalan mendekati Jovita dan Jovita terus berjalan mundur menjauhi Jeff.


Kaki Jovita menabrak meja dan Jeff semakin dekat dengannya. Ia terduduk di atas meja dan memejamkan matanya. Jeff melewati Jovita dan duduk di sofa. Ia mendekatkan dirinya dan membisikkan kata di telinga Jovita dari belakang.

__ADS_1


Jeff : “Ada apa sayang? Kenapa kau tegang sekali?”


Jovita terkejut mendengar bisikan Jeff, ia berdiri dan menutupi wajahnya. Jeff tersenyum tipis, ia kembali duduk dengan santai.


Jeff : “Duduklah di sini sayang.”


Sambil menepuk sofa.


Jovita : “Tidak. Aku tidak mau, aku...aku...ingin sarapan.”


Jeff : “Kemarilah lebih dulu, setelah itu kita sarapan bersama-sama.”


Jovita hanya menurut dan duduk di sebelah Jeff. Ia duduk sedikit jauh dari Jeff. Sebenarnya ia takut jika Jeff akan menerkamnya. Jeff merogoh sakunya dan mengeluarkan sebungkus rokok serta pemantiknya. Ia menyalakan rokok itu dan menghisapnya.


Jovita : “Ada apa?”


Jovita hanya diam saja dan meremas ujung bajunya.


Jeff : “Kau bicara apa dengannya kemarin?”


Jovita : “Bicara? Aku? Dengan siapa?”


Jeff : “Jangan berpura-pura tidak tahu. Semalam kau bicara apa?”


Jovita : “Oh...itu...semalam, dengan David?”


Jeff : “Jangan sebut namanya di depanku. Aku memperingatkanmu kali ini, namun jangan harap untuk lain kali.”

__ADS_1


Jovita : “Ups...em...semalam kami hanya berkenalan saja.”


Jeff : “Aku lihat tidak seperti itu.”


Jovita : “Aku tidak bohong, semalam kami hanya berkenalan saja. Dan dia bicara apa setelah itu, aku tidak mempedulikannya.”


Jeff : “Benarkah? Kau tidak berbohongkan?”


Jovita : “Benar. Aku tidak bohong.”


Jeff : “Baiklah, ayo.”


Jovita : “Kemana?”


Jeff : “Kau tidak ingin sarapan? Apa kau ingin bersamaku sepanjang hari di kamarku?”


Jovita : “TIDAK.”


Jovita langsung berdiri, Jeff mematikan rokoknya dan berjalan menuju pintu. Jeff membuka pintu dan Jovita langsung ngibrit keluar kamar Jeff. Jeff tersenyum tipis melihat Jovita berjalan dengan cepat menuju ruang makan.


Jeff mengambil ponselnya di saku celananya. Ia menekan telepon dan menelepon seseorang.


Jeff : “Ryan, cari tahu apa yang David bicarakan dengan Jovita semalam.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff menutup sambungan teleponnya, ia berjalan menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan. Ia bergabung dengan Jovita yang sudah menyantap sarapannya lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2