
Jeff berhenti dan kembali menutup pintu. Ia berbalik menatap Ryan.
Ryan : “Ada apa, tuan?”
Jeff : “Aku tahu.”
Ryan : “Tahu apa tuan?”
Jeff : “Ya itu, sesuatu yang kurang.”
Ryan : “Sesuatu? Yang kurang? Memangnya apa tuan?”
Jeff : “Ponsel. Ponselku tertinggal di rumah.”
Ryan : “Ponsel?”
Jeff : “Ya, ponselku tertinggal di rumah. Ada di kamarku, di...di kasurku.”
Ryan : “Apa perlu saya ambilkan, tuan?”
Jeff : “Huft...tidak perlu. Ayo.”
Jeff membuka pintu ruang presentasi, ia masuk lebih dulu dan duduk di tempat ia biasanya duduk. Dan dua tim desain sudah duduk di kursi yang ada. Sedangkan Ryan berdiri di samping Jeff.
Jeff : “Selamat siang.”
Tim desain : “Selamat siang, pak.”
Jeff : “Selamat untuk kalian, karena presentasi milik kalian sangat bagus. Dan tidak sia-sia aku menggaji kalian. Dan aku harap kalian juga mempresentasikan hasil presentasi kalian dengan baik.”
Tim desain : “Baik, pak.”
__ADS_1
Jeff : “Ryan.”
Ryan : “Baiklah, tim 3, kalian bisa mempresentasikan milik kalian.”
Tim 3 : “Baik, pak.”
Tim 3 langsung memasukkan file presentasi milik mereka ke laptop dan tak lama kemudian muncul hasil presentasi milik tim 3. Mereka langsung mempresentasikan dan menjelaskan hasil presentasi mereka. Jeff terlihat sangat memperhatikan presentasi dari tim 3, sesekali ia mengangguk dan memberi komentar dan juga pertanyaan. Dan tim 3 dapat menjawab semua pertanyaan dari Jeff. Jeff merasa puas dengan pertunjukan presentasi tim 3.
Jeff : “Bagus, kalian bisa kembali duduk.”
Tim 3 : “Terima kasih, pak.”
Tim 3 kembali duduk ke tempat mereka semula.
Ryan : “Tim 1, kalian bisa mulai presentasi.”
Tim 1 : “Baik, pak.”
Tim 1 mulai bersiap dan mereka langsung mempresentasikan milik mereka. Jeff tetap memperhatikan dengan seksama dan teliti. Sesekali ia juga memberi pertanyaan ataupun komentar. Dan tim 1 juga dapat menjawab dan menjelaskan dengan baik. Saat presentasi berakhir, Jeff merasa puas dengan kedua tim.
Tim 1 : “Baik, pak.”
Tim 1 kembali duduk.
Jeff : “Kalian sudah melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini. Kalian juga berusaha untuk membuat presentasi sebaik-baiknya. Aku menghargai kerja keras kalian. Aku ingin kalian pertahankan hal ini, agar aku tidak perlu mencari karyawan baru.”
Tim desain : “Baik, pak.”
Jeff : “Selamat siang.”
Bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
__ADS_1
Tim desain : “Selamat siang, pak.”
Semua tim desain bernapas lega, karena Jeff tidak mengeluarkan amarahnya pada mereka. Mereka merasa sudah cukup mendengar omelan Jeff kemarin. Setelah itu, mereka kembali ke ruang kerja mereka.
###
Setelah keluar dari ruang presentasi, Jeff berjalan menuju lift dan Ryan berjalan di belakangnya. Saat di dalam lift, tidak ada percakapan apa pun antara Jeff dengan Ryan. Jeff berjalan keluar lebih dulu menuju ruang kerjanya. Ryan tetap mengikuti bosnya hingga masuk ke ruangan bosnya.
Jeff : “Kau kembalilah ke ruanganmu. Aku akan menyelesaikan tumpukan ini, setelah itu kita pulang. Dan tidak akan ada lembur hari ini.”
Ryan : “Baik, tuan.”
Ryan berbalik badan, namun Jeff menghentikannya.
Jeff : “Ryan.”
Ryan : “Iya, tuan. Ada yang perlu saya bantu?”
Jeff : “Mmm...sudahlah, nggak jadi. Kembalilah ke ruanganmu.”
Ryan : “Baik, pak.”
Ryan kembali ke ruangannya, sementara Jeff melanjutkan melihat dokumen yang tertumpuk di mejanya. Hingga jam pulang, Jeff masih berkutik dengan dokumen-dokumen di mejanya. Ryan masuk ke ruangan Jeff sambil membawa beberapa dokumen yang harus dilihat dan ditandatangani oleh Jeff.
Ryan : “Tuan, ini dokumen yang perlu ditandatangani. Apa perlu saya bawa pulang?”
Jeff : “Nggak perlu, bawa pulang yang ini saja.”
Ryan mengambil dokumen yang ditunjuk oleh Jeff. Ia menunggu bosnya yang masih berkutik dengan satu dokumen.
Ryan : “Tuan, sudah waktunya jam pulang.”
__ADS_1
Jeff : “Ya. Ini, bawa sekalian.”
Ryan menerima dokumen itu, Jeff berjalan keluar ruangan menuju lift.