Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
24


__ADS_3

Mobil Jeff memasuki halaman kantor, Ryan keluar dari mobil setelah ia mematikan mesin mobil. Seorang satpam membukakan pintu mobil untuk Jeff. Ryan langsung menyerahkan kunci mobil kepada satpam itu dan ia membungkukkan badan kepada Jeff.


Jeff : “Sudah kau bereskan?”


Ryan : “Sudah, pak.”


Jeff : “Bagus.”


Jeff masuk ke dalam lift khusus, diikuti oleh Ryan. Selama di dalam lift Jeff hanya menatap angka dari lift, Ryan pun juga melakukan hal yang sama.


Jeff : “Sudah sampai mana kau mencari karyawan baru.”


Ryan : “Saya sudah meminta HRD untuk membuka lowongan, tuan. Dan nanti pukul 10 akan diadakan seleksi formulir.”


Jeff : “Hm.”


Lift terbuka, Jeff melangkah keluar dan berjalan masuk ke ruangannya. Ia duduk di tempat biasanya ia duduk, lalu membuka laptop yang ada di depannya.


Jeff : “Dimana presentasi tim 1?”


Ryan : “Ada di folder D, tuan.”


Jeff membuka folder yang dimaksud, di dalam folder terdapat banyak file presentasi di dalamnya.


Jeff : “Yang mana?”


Ryan : “Ini, tuan.”


Sambil menunjukkan file.


Jeff membuka file yang ditunjuk oleh Ryan. Ia melihat dari awal slide hingga akhir slide. Selama melihat presentasi itu, Jeff terlihat sangat serius dan sesekali ia mengangguk.


Jeff : “Nanti setelah makan siang, aku ingin kedua tim untuk mempresentasikan hasil mereka.”

__ADS_1


Ryan : “Baik, tuan.”


Ryan segera mengirim pesan kepada kedua tim agar mempersiapkan diri untuk presentasi setelah istirahat makan siang.


Jeff : “Apa aku ada jadwal rapat?”


Ryan : “Tidak ada, tuan. Namun besok ada rapat dengan para pemegang saham, tuan.”


Jeff : “Aku akan datang. Dan apa kau sudah batalkan semua janji temuku dengan semua klien selama tiga hari?”


Ryan : “Sudah, tuan. Hanya tinggal menjadwalkan ulang.”


Jeff : “Jadwalkan seperti yang terjadwal sebelumnya, jika mereka tidak bisa sesuaikan.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff : “Lusa, apa ada rapat?”


Jeff : “Aku akan datang, beritahu Jovita untuk ikut denganku.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff : “Tidak ada lagi, kan?”


Ryan : “Hanya itu saja, tuan.”


Jeff : “Kembalilah ke ruang kerjamu.”


Ryan : “Baik, tuan. Permisi.”


Ryan membungkukkan badan dan berjalan keluar dari ruangan Jeff. Jeff melihat beberapa laporan yang tertumpuk di meja kerjanya. Ia membuka salah satu dan membacanya. Ia melakukan itu sampai jam istirahat makan siang.


###

__ADS_1


Sementara Jovita, setelah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Jeff, ia masih mematung. Dan tersadar setelah Jeff berangkat ke kantor. Ia kembali menghabiskan makanannya. Setelah itu, ia naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Di dalam kamar, Jovita hanya bermain ponselnya sambil chattingan dengan Vania. Sudah satu jam setelah sarapan, namun Jovita masih betah dengan ponselnya. Tapi tak lama kemudian Jovita mulai merasa bosan, karena Vania pamit ingin menengok Madam Ella.


Jovita yang merasa bosan memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju dapur, namun Pak Sam yang melihat Jovita menuju dapur, langsung menghentikan Jovita.


Pak Sam : “Nona, apa ada hal yang perlu saya bantu?”


Jovita : “Pak Sam? Eemm...aku ingin camilan. Apakah ada camilan, Pak Sam?”


Pak Sam : “Silakan, nona tunggu di ruang makan atau di kamar nona. Saya akan antarkan camilan kepada nona.”


Jovita : “Em...baiklah, aku tunggu di taman belakang saja. Dan tolong buatkan jus juga ya, Pak Sam.”


Sambil menunjukkan muka kucing.


Pak Sam : “Baik, nona.”


Jovita berjalan menuju taman belakang, namun sesekali ia harus kembali ke tempat semula. Karena ia belum hafal betul denah rumah Jeff. Tapi pada akhirnya, ia dapat sampai di taman belakang. Ia duduk di gazebo yang ada di tengah taman.


Ia melihat sekitarnya, ada beberapa tukang kebun yang merapikan tanaman dan menyapu dedaunan yang kering. Dan ada beberapa yang lewat di depan, mereka juga menyapa Jovita dengan sopan. Sementara Jovita hanya mengangguk merasa canggung dengan mereka.


Tak lama kemudian Pak Sam datang bersama dengan seorang pelayan di belakangnya. Pelayan itu membawa nampan berisi dua mangkuk berisi camilan, satu piring berisi irisan buah, dan segelas jus.


Pak Sam : “Letakkan di sini.”


Pelayan itu meletakkan nampan itu di samping Jovita. Lalu ia mengundurkan diri.


Pak Sam : “Silakan nona nikmati camilannya. Dan jika nona membutuhkan sesuatu, nona panggil pelayan di sekitar nona.”


Jovita : “Baik, Pak Sam.”


Jovita menikmati camilannya dan sesekali ia berkeliling melihat-lihat tanaman yang ada di taman Jeff.

__ADS_1


__ADS_2