
Jeff tersulut amarahnya saat David mengatakan jika Jovita memberi julukan karena Jovita memiliki rasa kasih sayang pada David. Jeff langsung mendekati David, ia sudah tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya. Tanpa basa-basi lagi, Jeff menarik kerah kemeja David dan hampir memukulnya. Namun, tangannya yang sudah bersiap meninju David dihentikan oleh Jovita.
Jovita : “Jeff...sayang...jangan marah-marah.”
Sambil tersenyum misterius pada Jeff.
Jeff menatap tajam Jovita, Jovita yang ditatap dengan tajam, ia lebih menatap tajam pada Jeff. Dan mereka saling tatap tajam menajam, namun akhirnya Jeff mengalah dan menurunkan tangannya. Jovita yang melihat Jeff melepaskan kerah David, mulai tersenyum.
Tapi sedetik kemudian, Jeff kembali memegang kerah David. Dan Jovita mencubit perut Jeff saat itu juga. Jeff mengaduh kesakitan, karena cubitan dari Jovita. Lalu ia baru melepaskan kerah baju David.
Jeff : “Sakit...sayang.”
Sambil tersenyum pada Jovita dengan manis.
Jovita : “Tak apa, nanti pasti nggak sakit lagi.”
Jeff : “Iya, sayang.”
Sambil tersenyum manis.
Jovita dan Jeff saling tersenyum manis. Sedangkan David, hanya diam tak berkutik. Jeff merangkul pinggang Jovita, lalu mengajaknya keluar dari restoran sambil meninggalkan uang di atas meja.
Jeff : “Di atas meja!”
Pelayan : “Terima kasih atas kunjungannya, pak.”
Jeff : “Ayo sayang, kita jalan-jalan.”
Jovita : “Kau sudah beri Ryan libur?”
Jeff : “Sudah.”
Jovita : “Beneran? Nggak bohong?”
Jeff : “Sudah, sayang.”
Jovita : “Aku nggak yakin...”
Dengan tatapan menyelidik.
Jeff : “Apa kau meragukanku?”
Jovita : “Tidak...hanya saja, melihatmu dan Ryan pergi bersama setelah acara, aku menjadi curiga.”
Jeff : “Sepertinya kau lebih tertarik pada sekretarisku dibandingkan aku.”
Dengan tatapan sinis pada Jovita.
__ADS_1
Jovita hanya diam saja dan mengabaikan Jeff.
Jeff : “Ho...rupanya benar dugaanku, kalau begitu aku akan memecat dia. Karena dia sudah merebut wanita milikku.”
Jeff mengambil ponselnya, seketika Jovita memegang lengan Jeff. Lalu merebut ponsel Jeff dan membuangnya.
Jeff : “HEI!!!”
Jovita : “Kalau kau ingin memecat Ryan, pergi cari ponsel barumu sendiri.”
Jeff : “He?”
Jovita : “Kau bilang ingin memecatnya, kan? Sekarang, sebelum memecat Ryan, pergilah cari ponselmu atau pergi beli ponsel barumu, sendirian!”
Jeff : “Aturan dari mana itu?”
Jovita : “Pak Jeff, bayangkan saja dulu, bayangkan...”
Jeff : “Untuk apa aku harus membayangkan?”
Jovita : “Bayangkan saja! Jika Ryan kau pecat, lalu kau harus mencari sekretaris baru yang harus seperti Ryan. Orang itu harus bisa menjadi seorang sekretaris, sopir pribadi, asisten pribadi, dan...entah apalagi. Aku merasa tidak yakin orang yang seperti Ryan akan kau dapatkan dengan cepat. Jadi sebelum kau memecat Ryan, aku ingin kau simulasi dulu sebelum terjadi hal seperti itu.”
Jeff : “Hei, perlu kau tahu. Ada banyak orang yang ingin menjadi sekretarisku...”
Jovita : “Ya-ya, aku mendengarnya. Sekarang silakan saja kau cari ponselmu dan aku akan japan-jalan sendirian. Bye!”
Jeff : “Hei, sayang. Jangan marah. Oke-oke, aku tidak akan memecat Ryan, jadi jangan marah, ya.”
Sambil memelas.
Jovita : “Hm.”
Jeff : “Kau sekarang nggak marah, kan?”
Jovita : “Hm.”
Jeff : “Beneran?”
Jovita : “Hm.”
Jeff : “Beneran, sayang?”
Jovita : “Hm.”
Jeff yang merasa dicuekin dengan Jovita mulai memegang tangan Jovita. Lalu tangannya menggenggam tangan Jovita sambil memelas pada Jovita.
Jeff : “Beneran? Udah nggak marah?”
__ADS_1
Jovita : “Iya, Jeff. Apalagi yang kua tanyakan?”
Jeff : “Sekarang kita mau kemana? Eits...tapi sebelum itu, kita harus cari ponselku dulu.”
Jovita : “Cari saja sendiri. Kenapa harus ajak aku?”
Jovita berjalan lebih dulu dan Jeff kembali mencegat Jovita. Lalu menggenggam satu tangan Jovita dan menyeretnya menuju tempat Jovita membuang ponsel Jeff.
Jeff : “Ayo temani aku mencari ponselku. Aku butuh ponselku.”
Jovita : “Ck...huft...aku hanya menemani saja, kan?”
Jeff : “Hei, ya jangan giti dong...”
Jovita : “Kau bilang aku hanya perlu menemanimu, jadi aku hanya harus menemanimu saja. Tidak lebih. Sudah cepat sana cari!”
Jeff : “Ayolah...bantu aku mencarinya juga...”
Sambil memelas.
Jovita melepas tangannya, lalu duduk di sebuah bangku di dekatnya. Ia menyilangkan tangannya dan kakinya.
Jovita : “Cepat, carilah. Atau aku pergi jalan-jalan sendiri?”
Jeff : “Baiklah...akanku cari. Tapi setelah itu kau harus mengikutiku kemana pun aku pergi.”
Jovita : “Tergantung.”
Jeff : “Hei! Tidak bisa begitu, harus ikut kemana pun aku pergi. Titik!”
Jovita : “Ya-ya...cepat cari sana.”
Jeff mencari ponselnya dan Jovita hanya melihat Jeff sibuk mencari ponselnya. Jeff terus saja bertanya pada Jovita, di mana ia membuang ponselnya. Dan Jovita tetap mengarahkan Jeff letaknya. Mereka saling teriak dan meneriaki, hingga akhirnya ada seorang wanita yang mendekati Jeff sambil menyerahkan ponsel Jeff.
Wanita : “Apakah tuan mencari ini?”
Jeff mendongak dan mengambil ponsel yang dibawa wanita itu.
Jeff : “Iya, ini ponselku.”
Jeff melihat wanita itu sambil berterima kasih dan wanita itu tersenyum dengan indah nan cantik pada Jeff.
*****
Maaf baru update 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 karena akhir-akhir ini author sibuk. Author usahain kedepannya untuk lebih giat dan rajin update.
Author juga berterima kasih kepada semua reader yang masih tetap setia menunggu😍😍😍
__ADS_1