
Jeff memasuki mobilnya setelah Ryan membukakan pintu untuknya. Jovita masuk setelah Jeff masuk, Ryan duduk di belakang kemudi setelah menutup pintu mobil. Ia segera menyalakan mesin dan menancap gas.
Di dalam mobil hanya ada keheningan, tidak ada percakapan atau musik yang diputar. Perjalanan menuju tempat pesta membutuhkan kurang dari 30 menit. Selama itu tidak ada yang mengatakan sepatah kata pun.
Mobil Jeff sudah tiba di sebuah hotel mewah bintang 5. Saat tiba di depan hotel, sudah banyak wartawan ataupun tamu undangan yang tiba. Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk hotel dan di sampingnya sudah banyak wartawan yang memotret.
Jeff turun lebih dulu, setelah itu Jovita menyusul turun dari mobil. Wartawan langsung memotret dan melontarkan beberapa pertanyaan pada Jeff. Namun, Jeff tidak memedulikan pertanyaan mereka. Ia hanya merangkul pinggang Jovita dan mengajak Jovita masuk ke hotel. Pihak hotel langsung menuntun mereka ke ruang pesta dansa.
Sebelum memasuki ruangan dansa, mereka mengambil topeng yang telah disediakan. Jeff yang memakai jas warna biru gelap mengambil topeng berwarna hitam sedangkan Jovita mengambil warna yang senada dengan dressnya. Mereka masuk dan Jeff bersalaman dengan beberapa kolega.
Jovita merasa risih dengan rangkulan Jeff, ia mencoba melepaskan rangkulan itu. Namun, Jeff yang merasa Jovita tidak bisa tenang, akhirnya ia mendekat pada Jovita dan berbisik pada Jovita.
Jeff : “Aku tidak akan memakanmu, sayang. Maka jadilah kucing manis.”
Jovita yang mendengar bisikan itu malah semakin risih. Ia sampai menginjak kaki Jeff dan Jeff pun kesakitan, alhasil rangkulannya pun terlepas. Jovita berjalan menuju meja minuman dan Jeff masih ada di tempatnya. Jovita mengambil gelas koktail, ia tidak ingin mabuk atau nanti Jeff akan memanfaatkan keadaannya.
Jovita meminum sedikit koktailnya, tiba-tiba ada seorang pria berjas merah maroon dengan topeng blackgold mendekatinya. Pria itu mengambil gelas berisi bir dan ia juga memperhatikan Jovita.
Pria : “Hai, nona. Dengan siapa kau kemari?”
Jovita : “Maaf, apakah saya mengenal Anda?”
Pria : “Mari kita berkenalan, namaku David Walker. Kau bisa memanggilku David, dan...siapa namamu nona?”
Sambil mengulurkan tangannya pada Jovita.
Jovita : “Jovita.”
Pria yang bernama David terus mengajak bicara Jovita, namun Jovita tidak menggubrisnya. Jovita hanya diam sambil meminum koktailnya dan memperhatikan Jeff yang berbincang-bincang dengan koleganya.
__ADS_1
Jeff yang merasa Jovita sudah lama meninggalkannya, akhirnya ia mencari Jovita. Ia melihat sekeliling dan melihat Jovita tengah minum koktail serta melihat ke arahnya. Jeff mendekati Jovita dan ia sedikit terkejut jika ada seorang pria di dekat Jovita yang mengajaknya berbicara. Jeff langsung menghampiri Jovita dan merangkul pinggangnya.
Jeff : “Sayang, aku mencarimu dari tadi, ternyata kau di sini.”
David : “Jeff Derrick. Halo.”
Jeff : “David. David Walker lama tak jumpa denganmu.”
David : “Sepertinya kita lama tidak berjumpa karena kau terlalu sibuk dengan pacar mainanmu. Apakah nona cantik ini salah satunya?”
Jeff : “Jika kau tidak tahu apa-apa, lebih baik kau diam. Ayo pergi, sayang.”
Jeff menggandeng tangan Jovita, ia mengajaknya pergi, Jovita hanya mengikuti Jeff. Jeff mengambil ponselnya dan menelepon Ryan untuk bersiap. Jeff keluar dari hotel, Ryan sudah siap di depan pintu keluar hotel. Jeff dan Jovita masuk ke mobil.
Jovita : “Kita akan pulang?”
Jeff : “Iya.”
Jeff : “Lebih baik kau diam saja, dari pada aku nanti akan memakanmu.”
Jovita kembali diam, ia melihat jalanan dari jendela. Dan Jeff hanya diam, ia merasa kesal dan rasanya ia ingin marah.
Jeff : “Ryan, lebih cepat!”
Ryan : “Baik, tuan.”
Ryan melajukan mobil lebih cepat. Sesampainya di rumah, Jeff keluar dari mobil sebelum Ryan membukakan pintunya. Jeff juga membanting pintu mobilnya bahkan menendang pintu rumahnya sendiri, sehingga membuat Pak Sam sedikit terkejut.
Jovita : “Ada apa dengannya?”
__ADS_1
Ryan : “Apakah ada yang menyinggung tuan?”
Jovita : “Entah, dia tadi langsung menarikku saat orang yang bernama David bertanya apa aku adalah salah satu pacar mainannya.”
Ryan : “David? David Walker?”
Jovita : “Hm...iya.”
Ryan : “Ada masalah besar setelah ini.”
Jovita : “Masalah besar?”
Tak lama kemudian, Jeff yang tadi sudah berada di kamarnya kembali turun. Ia juga berteriak-teriak seperti orang gila.
Jeff : “RYAN!!! KEMARI CEPAT!!!”
Ryan : “Baik, tuan. Apa perintah Anda, tuan?”
Jeff : “PECAT DIA! Dan ya, besok kau harus segera mencari penggantinya dan juga besok siapkan untuk rapat direksi dan beritahu bagian desain untuk mengumpulkan desain mereka, besok pukul 10 pagi.”
Ryan : “Baik, tuan..”
Jeff kembali ke kamarnya, sedangkan Jovita heran dengan sikap Jeff. Ia mendekati Ryan yang sedang meminta seorang pelayan untuk pergi dari rumah.
Jovita : “Apa kau akan memecatnya?”
Ryan : “Tentu saja, nona. Ini adalah perintah tuan.”
Jovita : “Jadi ini masalah besar yang kau maksud?”
__ADS_1
Ryan : “Ini belum menjadi masalah besar, nona. Besok, besok adalah hari dimana masalah besar akan muncul.”