Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
67


__ADS_3

Ryan dan Jeff sampai di rumah, semua pelayan sudah siap di tempat mereka, walaupun sudah tengah malam. Ryan keluar lebih dulu dan membuka pintu belakang. Pak Sam yang melihat Jeff terkapar langsung menghampiri Ryan untuk membantunya. Mereka berdua membopong Jeff masuk ke kamarnya. Jeff ditidurkan di atas kasurnya, Pak Sam mulai melepas jas dan sepatu Jeff.


Ryan : “Aku pulang dulu.”


Pak Sam : “Oh ya...”


Ryan : “Uruslah dia.”


Pak Sam : “Sudah menjadi kewajibanku.”


Ryan keluar dari kamar Jeff dan menuju mobilnya, lalu ia menancap gas dan pulang ke rumahnya. Sementara Pak Sam mulai merawat Jeff, mulai dari melepas kemejanya, mengelap wajahnya yang berkeringat, hingga mengganti pakaian Jeff.


Sementara itu, orang yang ada di sebelah kamar Jeff masih betah dengan pelukan kakinya dan rambut yang sedikit basah ditemani AC yang dingin. Ia tidak bergerak ataupun beranjak seincipun dari tempatnya. Bahkan rambutnya saja mengering dengan sendirinya.


Setelah Pak Sam mengurus Jeff, ia menengok ke arah kamar Jovita. Ia tahu jika Jovita belum makan apapun. Ia ingin mengetuk pintu kamar Jovita, namun ia takut dengan Jeff. Pada akhirnya pun, Pak Sam memberanikan diri mengetuk kamar Jovita.


Tok...tok...tok...


Suara pintu kamar Jovita diketuk, Jovita tersadar dari lamunannya. Ia menurunkan kakinya dan mengangkatnya mendekati pintu kamarnya. Ia memutar gagang pintu lalu membuka lebar-lebar pintunya.


Pak Sam : “Nona?”


Pak Sam terkejut dengan keadaan Jovita yang sangat kedinginan. Bahkan Pak Sam dapat merasakan hawa dingin dari dalam kamar Jovita.


Pak Sam : “Nona, apakah Anda baik-baik saja?”


Jovita hanya mengangguk sambil tersenyum.


Pak Sam : “Saya akan bawakan makan malam untuk nona.”


Jovita : “Tidak perlu Pak Sam.”

__ADS_1


Pak Sam : “Tapi nona, nona terlihat pucat dan kedinginan.”


Jovita : “Ini hukumanku.”


Jovita hanya tersenyum, ia membalikkan badannya dan menutup pintunya. Ia membiarkan Pak Sam di luar kamarnya dengan rasa kekhawatirannya.


Di pagi hari


Pak Sam mengetuk pintu kamar Jovita, namun tidak ada panggilan sama sekali. Akhirnya ia meletakkan semangkuk bubur di depan pintu kamar Jovita. Lalu ia berpindah mengetuk kamar Jeff dan langsung masuk. Ia membuka tirai yang menghalangi sinar sang fajar masuk ke ruang gelap remang-remang itu.


Pak Sam : “Tuan...”


Sambil menggoyangkan lengan Jeff dengan pelan.


Pak Sam : “Tuan...”


Tidak ada gerakan apapun dari si pemilik tubuh. Pak Sam pun terus mencoba membangunkan Jeff. Namun hingga sepuluh kali panggilan, Jeff tetap  belum bangun. Tak lama kemudian Ryan datang dan langsung masuk ke kamar Jeff. Ia melihat Pak Sam  tengah berusaha membangunkan bosnya.


Ryan : “Sudah berhasil?”


Sambil menggeleng.


Ryan dan Pak Sam berpikir dengan keras cara untuk mrmbangunkan bos mereka itu. Akhirnya Ryan mendapatkan ide, yaitu dengan memandikan Jeff ke dalam bathtubnya. Pak Sam setuju dengan ide Ryan,mereka membopong tubuh Jeff masuk ke kamar mandi dan langsung mengisi bathtub dengan air hangat. Lalu tubuh Jeff dimasukkan ke dalam bathtub, seketika si pemilik tubuh bangun dan terjengkat.


Jeff : “Apa yang kalian lakukan?”


Ryan : “Maaf tuan. Ini ide saya.”


Ryan langsung mengakuinya, ia tak ingin masalah ini berkepanjangan. Ia juga tak ingin Pak Tua Sam menjadi korban dari ide konyolnya.


Jeff : “Huft...”

__ADS_1


Jeff bangkit dari bathtub dan  ia masuk ke dalam box shower. Ia ingin menyegarkan pikiran yang kalut akan alkohol


semalam.Dan dua orang yang membuat Jeff masuk ke bathtub keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian Jeff keluar dengan balutan handuk dipinggangnya. Kemudian Ryan membantunya berpakaian dan meminta Jeff untuk meminum sup yang baru saja Pak Sam buat.


Jeff : “Apa jadwal kita hari ini?”


Ryan : “Ada pertemuan dengan klien pukul 10 di restoran sebuah hotel, tuan.”


Jeff : “Selanjutnya.”


Ryan : “Saat jam makan siang, ada klien baru yang ingin mengajak makan siang, tuan.”


Jeff : “Lanjutkan.”


Ryan : “Setelah makan siang ada rapat bulanan.”


Jeff : “Hm.”


Ryan : “Pukul 4 sore ada undangan untuk bermain golf dan minum teh di taman.”


Jeff : “Apakah jadwalku hari ini padat?”


Ryan : “Benar, tuan.”


Jeff : “Malam hari ada jadwal?”


Ryan : “Ada, tuan. Undangan makan malam dari Tuan Nixon.”


Jeff : “Selanjutnya...”


Ryan : “Hanya itu saja, tuan.”

__ADS_1


Jeff : “Oke...mari kita sibukkan diri kita.”


Jeff dan Ryan keluar dari kamar Jeff. Saat keluar dari kamarnya, Jeff berpapasan dengan  Jovita yang juga keluar dari kamarnya untuk mengambil makanan yang sudah diletakkan di depan kamarnya. Saat itu juga, Jeff langsung membuang mukanya dan tidak peduli akan Jovita.


__ADS_2