
Jeff melihat dokumen-dokumennya hingga larut malam. Saat jam menunjukkan pukul 12 lebih, ia baru menyelesaikan pekerjaannya itu. Ia meregangkan tubuhnya dan sedikit menguap. Ia bangkit dari kursinya yang telah ia duduki sejak sore tadi.
Jeff melihat ke arah makanan yang ada di meja. Ia hanya menatap makanan itu, lalu ia meninggalkan makanan itu begitu saja tanpa menyentuhnya sama sekali. Ia berjalan menuju ruang penyimpanan wine dan mengambil salah satu wine. Lalu berjalan menuju kolam renang.
Jeff duduk di pinggir kolam dan mecelupkan kakinya di air kolam, sambil meneguk wine yang dibawa tadi dengan gelas wine. Ia menuangkan sendiri wine itu ke gelasnya sedikit demi sedikit, lalu meneguknya. Ia meminum itu terus hingga tersisa setengah botol. Lalu ia meletakkan gelas dan botol wine di sampingnya dan memejamkan matanya. Sepertinya ia sudah mabuk hanya dengan minum wine itu.
Jeff kembali meraih gelas yang ada di sampingnya dan hendak meraih botol winenya. Namun, tiba-tiba seseorang meraih botol wine itu dan duduk di sampingnya.
Jeff : “Jovita?”
Jovita menuangkan wine di gelas Jeff.
Jeff : “Kenapa kau kemari?”
Jovita : “Aku melihatmu seperti seseorang yang kesepian. Jadi aku menghampirimu. Dan kau sepertinya buruk dalam menuangkan wine, Tuan Jeff.”
Jeff : “Heh.”
Sambil tersenyum tipis.
Jovita : “Akulah yang paling ahli dalam menuang wine, benarkan?”
Jeff : “Sepertinya benar.”
Sambil melihat gelasnya yang terisi wine.
__ADS_1
Jeff meminum wine itu, lalu menatap Jovita yang meneguk wine langsung dari botolnya.
Jeff : “Kau sepertinya juga ahli dalam minum.”
Jovita : “Akhh...yah...tapi aku tak ingin mengakuinya.”
Jovita mendentingkan botol yang ia bawa dengan gelas Jeff. Lalu meneguk wine itu langsung dari botol. Jeff juga mulai meminum wine yang ada di gelasnya.
Jovita : “Jeff.”
Jeff : “Hm?”
Jovita : “Kenapa kau tadi minum?”
Jovita : “Menenangkan pikiran? Apa yang kau pikirkan?”
Jeff : “Yang aku pikirkan? Semuanya, dunia, pekerjaan, uang, wanita...dan...entahlah.”
Jovita : “Apa kau sering seperti ini? Menatap bulan penuh di tengah malam, ditemani sebotol wine, dan merendam kaki di dalam air kolam, sambil melamun.”
Jeff : “Hm...”
Sambil meminum kembali winenya.
Jovita : “Ternyata orang kaya juga punya masalah, ya.”
__ADS_1
Jeff : “Semua orang memiliki masalah, sayang. Bahkan binatang, tumbuhan, atau makhluk hidup, semuanya memiliki masalah. Tak ada yang tak memiliki masalah.”
Jovita : “Benar, semua memiliki masalah.”
Jeff : “Yaps.”
Jeff mulai mabuk, ia menyandarkan kepalanya di bahu Jovita. Jovita menghela napas, ia hanya melamun sendirian dan mulai meneguk wine yang ada di tangannya.
Jeff : “Jovita...”
Jovita : “Hm.”
Jeff hanya tersenyum mendengar suara Jovita, lalu ia terlelap dengan bersandarkan bahu Jovita. Tak lama kemudian, Pak Sam datang mendekati Jovita.
Pak Sam : “Nona.”
Jovita yang setengah mabuk, melihat ke arah Pak Sam. Matanya setengah menutup, sehingga ia melihat Pak Sam tidak terlalu jelas. Ia menggelengkan kepalanya dan wajah Pak Sam baru terlihat jelas.
Jovita : “Pak Sam?”
Pak Sam : “Bantu nona berdiri.”
Pak Sam berbicara dengan dua orang pelayan yang ada di belakangnya. Seketika kedua pelayan itu langsung memegang lengan Jovita dan Pak Sam mengangkat tubuh Jeff.
Jovita dibopong kedua pelayan menuju kamarnya. Dan Jeff dibopong Pak Sam seorang diri menuju kamarnya juga. Jovita langsung di rebahkan di kasurnya, begitu pula Jeff. Mereka berdua langsung terlelap karena efek dari wine yang baru saja mereka minum.
__ADS_1