
Jeff benar-benar sudah ada di depan wajah Jovita. Wajah mereka benar-benar sangat dekat, hanya tinggal dua jari saja jarak bibir mereka. Bahkan Jeff sudah merasakan nafas Jovita yang memburu, ia bahkan samar-samar merasa jantung Jovita berdegup kencang.
Drt...drt...drt...suara ponsel Jeff bergetar, Jeff tetap mengabaikan telepon itu. Sedangkan dia tetap ingin melanjutkan niatnya, ia masih ingin menikmati nafas yang memburu dari Jovita. Namun, lama-lama suara getar ponsel itu mulai mengganggunya.
Jeff : “Hais...”
Decak kesal Jeff.
Jeff melihat ponselnya, tertulis nama Ryan di layar ponselnya. Ia mengangkat telepon sambil berdecak kesal dan Jovita hanya tersenyum kecil melihat Jeff kesal.
*telepon*
Jeff : “Ada apa?”
Ryan : “Tuan, besok malam ada pesta di sebuah kapal pesiar dari salah satu klien kita. Saya menerima kontrak perpanjangan dari klien tersebut hari ini.”
Jeff : “Jadi apa?”
Ryan : “Klien tersebut meminta saya untuk membawanya saat pesta besok.”
Jeff : “Hanya itu? Kau meneleponku hanya karena itu?”
Ryan : “Emm...iya, tuan.”
Jeff : “Kau benar-benar perusak suasana.”
Jeff langsung menutup sambungan telepon. Ryan melihat layar ponselnya yang ditutup sambungannya. Ia sepertinya kebingungan sendiri dengan perkataan Jeff.
Jeff melempar ponselnya di atas mejanya. Jovita berdiri dari pangkuan Jeff, lalu ia mengambil nampan yang ia bawa tadi. Jeff memegang tangan Jovita, ia mencoba menahan Jovita untuk pergi.
Jeff : “Kau mau kemana?”
Jovita : “Sepertinya kau memiliki banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan. Jadi aku tidak ingin mengganggumu.”
Jeff : “Lalu bagaimana kelanjutannya tadi?”
__ADS_1
Jovita : “Tadi? Ya sudah tak ada lanjutannya. Aku pergi dulu, jangan begadang ya...”
Jovita langsung berbalik dan dua langkah berikutnya, ia berbalik lagi.
Jovita : “Sayang...”
Dengan suara kecil, namun Jeff dapat mendengarnya.
Jeff : “Apa?? Kau bilang apa? Aku tak mendengarnya dengan jelas.”
Jovita tidak menanggapi Jeff lagi, ia keluar dari sana dan mencari Pak Sam. Ia menyerahkan nampan, lalu berlari menuju kamarnya. Ia membenamkan wajahnya di bantal dan berteriak-teriak tidak jelas sendiri. Dan jantungnya sudah berangsur normal kembali.
Sementara Jeff, di ruang kerjanya sedang tersenyum manis. Ia tidak menduga perubahan sikap Jovita. Ia benar-benar senang dan sepertinya hatinya mulai sedikit menghangat karena Jovita. Jantungnya berdebar dan senyumnya cukup lebar. Lalu ia tersadar dengan dokumen-dokumennya, ia kembali memeriksa dokumen yang tertumpuk itu.
###
Saat tengah malam, Jeff baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Dan ia meregangkan tubuhnya yang kaku karena terlalu lama duduk. Ia bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Ia ingin sekali terlelap dalam mimpi dengan segera.
Jeff memasuki kamarnya yang remang-remang, ia menuju kamar mandi karena ingin membersihkan diri. Setelah dari kamar mandi, ia membuka lemari bajunya dan mengambil baju tidurnya. Lalu memakainya dan merebahkan tubuhnya.
Jeff : “Jovita.”
Jovita adalah orang yang ada di atas kasur Jeff. Ia hanya menggeliat dan mengucek matanya lalu duduk.
Jovita : “Jeff? Em...kau baru mau tidur?”
Jeff : “Kenapa kau di sini?”
Jovita : “Tidur.”
Jeff : “Ck...aku tahu kau sedang tidur, tapi kenapa kau tidur di sini.”
Jovita : “Bukankah kau ingin aku bersikap layaknya seorang kekasih betulan? Jadi aku sedang melakukannya.”
Jeff : “Ha?”
__ADS_1
Jovita : “Sudahlah jangan bahas itu, sekarang sudah malam, ayo tidur.”
Sambil menepuk kasur di sampingnya.
Jeff mematikan lampu dan ia berjalan menuju kasurnya. Ia merebahkan tubuhnya, Jovita juga dan ia tidur membelakangi Jeff. Jovita sudah memejamkan matanya lagi, namun Jeff masih kebingungan sendiri.
Jeff : “Jovita...”
Jovita : “Hm...”
Jeff : “Apa kau baik-baik saja?”
Jovita : “Hm.”
Jeff : “Kau tidak sakitkan?”
Jovita : “Nggak.”
Jeff : “Beneran?”
Jovita : “Hm.”
Jeff : “Kau...”
Jovita : “Jeff...sudah, sekarang tidurlah sudah malam.”
Jovita memotong perkataan Jeff.
Jeff hanya diam, ia berbaring menghadap Jovita. Tangan Jeff langsung merangkul tubuh Jovita dan ia mulai memejamkan matanya. Sementara Jovita terkejut dengan perlakuan Jeff dan jantungnya mulai berdebar lagi.
Jeff : “Selamat malam, sayang.”
Sambil mengecup kepala Jovita.
Jovita mendapat perlakuan seperti itu langsung membelalakkan matanya dan jantungnya pun berdegup kencang.
__ADS_1