Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
17


__ADS_3

Jovita sedang mengerjakan buku keuangan dari klub. Tiba-tiba ponselnya berdering, ia melihat siapa yang meneleponnya.


Madam Ella : “Siapa Vita?”


Jovita : “Entah, nomor baru.”


Madam Ella : “Angkat saja, siapa tahu orang yang kamu kenal.”


Jovita menekan tombol hijau, ia menerima telepon itu.


*mode telepon*


Jovita : “Halo.”


Jeff : “Halo, sayang.”


Jovita : “Jeff?”


Jeff : “Iya sayang, ini aku.”


Jovita : “Darimana kamu dapat nomorku?”


Jeff : “Tak perlu tanya soal itu, yang penting setelah ini kamu harus simpan nomorku. Jika tidak aku akan membuang ponselmu itu.”


Jovita : “Iya-iya. Ada apa kau meneleponku?”


Jeff : “Apakah aku tidak boleh meneleponmu? Apakah meneleponmu harus ada alasan?”


Jovita : “Dengar Jeff, kau itu sepertinya bukan tipe orang yang seperti itu, jadi kau jangan bohongi aku. Cepat katakan saja apa yang kau inginkan?”


Jeff : “Sepertinya kau sangat mengenalku, sayang. Baru beberapa hari tinggal bersamaku, kamu langsung tahu seperti apa aku. Hahaha...”

__ADS_1


Jovita : “Jeff, cepat katakan!”


Jeff : “Baiklah, sayang. Sebentar lagi, aku akan menjemputmu, jadi bersiaplah.”


Jovita : “Sekarang? Kau akan menjemputku sekarang?”


Jeff : “Iya, sayang.”


Jovita : “Aku baru saja duduk dan kau sudah mau menjemputku. Apa kau tidak waras?”


Jeff : “Hei Jovita, dengarkan aku. Sebenarnya, aku tidak ingin mengganggu reunimu dengan madammu, tapi ada sesuatu yang membuatmu harus segera pulang.”


Jovita : “Jeff, aku masih ingin di sini, aku ingin menginap di sini semalam saja.”


Jeff : “Tidak bisa, sayang. Kau harus segera kembali ke rumah.”


Jovita : “Jeff...kumohon...aku ingin menginap di sini semalam saja.”


Jovita : “Jeff...kumo...hoon..”


Tut...tut...tut...suara telepon diputus, Jeff langsung memutus sambungan telepon dari Jovita. Dan Jovita hanya melihat ponselnya dengan muka masam dan cemberut.


Madam Ella : “Ada apa? Apa kau akan dijemput?”


Jovita : “Iyaa...madam.”


Sambil mengangguk.


Madam Ella : “Ya sudah, cepat bersiap-siap. Nanti Jeff akan lebih marah, jika kamu tidak siap.”


Jovita hanya dapat menuruti kata-kata dari madamnya. Ia segera menutup buku keuangan klub dan membereskan semuanya. Ia memasukkan ponsel dan barang-barangnya ke dalam tasnya.

__ADS_1


Madam Ella : “Sudah semua, Vita? Tidak ada yang tertinggal?”


Jovita : “Tidak ada, madam. Vita pamit dulu, ya.”


Jovita mencium pipi madam Ella dan memeluknya. Jovita langsung mendekati pintu dan membuka pintu sambil melambaikan tangan pada madam Ella. Namun, saat ia membuka pintu, seseorang muncul dari balik pintu. Jovita terkejut dan terjengkat saat melihat orang yang berdiri di balik pintu.


Jovita : “Vania?”


Vania : “Kak Vita? Kakak ngapain ke sini?”


Jovita : “Mengunjungi madam.”


Vania : “Iya-ya benar juga. Eh tunggu, kakak sudah mau kembali?”


Jovita : “Iya, ada apa memangnya?”


Vania : “Kakak tidak mengunjungiku? Kakak tidak menanyakan keadaanku? Kakak tidak rindu denganku? Kakak udah nggak sayang Vania, hingga kakak nggak tengok aku saat kakak kemari.”


Jovita : “Vania...kakak tadi ingin menginap di sini, namun tiba-tiba kakak ditelpon sama Tuan Jeff.”


Vania : “Oh gitu...jadi kak Vita nggak jadi menginap, ya?”


Jovita : "Iya.."


Jovita mengangguk sambil memasang muka sedih. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Jovita.


Jovita : “March, hai.”


March : “Jovita, sepertinya ada orang yang menunggumu di pintu belakang.”


Jovita : "Siapa?"

__ADS_1


March : "Kau lihatlah sendiri."


__ADS_2