
Jovita meminum minumannya dan beranjak pergi ke bilik. Sementara Jeff berbincang-bincang dengan Tuan Jacklyn. Dan Ryan tengah istirahat di biliknya.
Jovita terbangun dari tidurnya dan mencoba membuka matanya lebar-lebar untuk mengumpulkan nyawanya. Ia mencoba bangun dari tidurnya dan tubuhnya terasa sangat dingin. Ia meraba tubuhnya dan didapati tidak ada sehelai benang pun yang masih ada di tubuhnya.
Jovita : “Ap...apa...apa yang telah terjadi?”
Sambil mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut yang membalut tubuhnya.
Jovita melihat ke sampingnya dan ada seorang pria di tengah tidur dengan telanjang juga. Seketika ia terkejut saat melihat pria yang ada di sampingnya. Ia melihatnya dengan saksama dan berpikir jika sepertinya tubuh itu bukan tubuh Jeff. Ia menyentuh lengan pria itu dan mencoba membalikkan tubuh pria itu.
Saat tubuh pria itu menghadap Jovita, ia terkejut bukan main. Karena pria itu adalah David. Jovita hanya diam beberapa saat, ia mulai bangun dan memunguti pakaiannya lalu memakainya. Ia segera keluar dari bilik itu dan pergi ke biliknya.
###
Jeff selama semalaman, ia berbincang-bincang banyak dengan Tuan Jacklyn sambil minum bir. Ia bahkan tidak tahu bahwa Jovita tidak di biliknya, melainkan di bilik orang lain. Ia berpikiran jika Jovita sudah tidur di biliknya.
Jeff kembali saat fajar hampir muncul dan bertepatan saat Jovita telah kembali ke biliknya. Jeff masuk dan langsung memeluk tubuh Jovita yang tidur meringkuk di atas kasur dengan selimut tebal menutupi seluruh tubuhnya hingga leher. Dan Jovita yang langsung dipeluk seketika ia terbangun dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Jeff : “Ada apa? Kenapa kau terlihat terkejut begitu?”
Jovita : “Ti...tidak, tidak ada apa-apa.”
Jeff : “Hm? Benarkah?”
Jovita hanya mengangguk.
Jeff : “Kalau begitu ayo kembali tidur dan tenanglah, aku tidak akan melakukan apa pun.”
Jovita mengangguk lagi dan mulai merebahkan tubuhnya kembali. Jeff dan Jovita tertidur hingga kapal berlabuh. Mereka terbangun saat Ryan membangunkan mereka. Jeff yang bangun lebih dulu dan membuka pintu.
Jeff : “Ada apa?”
Ryan : “Kapal sudah berlabuh tuan.”
Jeff : “Hm.”
Jeff kembali masuk dan menutup pintunya. Ia membangunkan Jovita dan Jovita mulai bangun. Namun saat matanya membuka, Jovita melamunkan yang terjadi saat malam tadi.
__ADS_1
Jeff : “Ada apa? Kenapa kau melamun?”
Jovita : “Tidak, tidak ada.”
Jeff : “Ayo bangun, kapal sudah berlabuh.”
Jovita : “I...iya.”
Jeff dan Jovita keluar dari kapal, lalu sebuah mobil sudah menunggu mereka di pelabuhan. Ryan menyetir mobil itu dan melajukan ke rumah Jeff.
Setibanya di rumah Jeff, Jovita tidak langsung turun dari mobil. Ia masih terdiam melamunkan tentang kejadian semalam. Jeff yang sudah hampir masuk ke rumah, menoleh ke belakang mencari Jovita.
Jeff : “Jovita.”
Panggilan pertama...
Jeff : “Jovita...”
Panggilan kedua...
Tok...tok...tok...Jeff mengetuk jendela mobil sambil memanggil Jovita yang ketiga kalinya. Jovita tersadar dari lamunannya dan ia menurunkan kaca mobil.
Jeff : “Turunlah dulu.”
Jovita : “Ha? Oh...oke.”
Jovita turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah bersama dengan Jeff. Jeff duduk di sebuah sofa dan Jovita mengikuti dia duduk.
Jeff : “Ada apa? Aku lihat dari semalam kau terus melamun.”
Jovita hanya diam dan kembali melamun.
Jeff : “Jovita!”
Sedikit membentaknya.
Jovita : “Ya? Ada apa?”
__ADS_1
Jeff : “Kenapa kau selalu melamun?”
Jovita : “Tidak ada. Mu...mungkin aku terlalu lelah. Aku pergi ke kamar dulu.”
Jovita beranjak pergi masuk ke kamarnya. Dan Jeff hanya mengamati Jovita berjalan menuju kamarnya. Setelah Jovita masuk ke kamar, Jeff berjalan menuju kamarnya sendiri untuk bersiap ke kantor.
###
Jeff pergi ke kantor dengan Ryan dan Jovita merebahkan tubuhnya di kasurnya. Ia tetap melamunkan kejadian semalam sambil tiduran di kasurnya. Hingga hari menjelang malam, Jovita tetap berada di tempatnya tanpa berpindah sedikit pun dari kasurnya.
Mobil Jeff memasuki halaman rumahnya saat hari mulai petang. Ia turun lalu pergi ke kamarnya. Pak Sam mengetuk pintu tuannya untuk makan malam. Jeff keluar dari kamarnya dengan pakaian santainya.
Jeff : “Apa Jovita sudah makan?”
Pak Sam : “Sejak kembali dari perjalanan, nona belum keluar dari kamar. Saya sudah mencoba memanggil nona untuk makan siang tadi, namun nona tidak menjawab sama sekali.”
Jeff : “Tidak seperti biasanya. Apa dia benar-benar terlalu kelelahan?”
Jeff mengetuk pintu Jovita sambil memanggilnya, namun tidak ada jawaban. Lima kali ia melakukan itu dan tetap tidak ada jawaban. Jeff mulai menggedor pintu kamar Jovita dan Jovita mulai membuka pintu kamarnya.
Jovita : “Mm...ada apa?”
Jeff : “Kenapa kau terlihat tidak sehat? Apa kau sakit?”
Jovita : “Mmm...mungkin aku hanya kelelahan. Aku akan istirahat.”
Jeff : “Tidak! Kau harus makan.”
Jeff menggandeng tangan Jovita dan mengajaknya ke ruang makan. Ia juga mendudukkan tubuh Jovita di kursi dan mengambilkan makanan untuknya.
Jeff : “Makan!”
Jovita mengangguk dengan lemah dan mulai memakan makanannya. Jeff terus mengawasi Jovita makan hingga makanan Jovita habis. Setelah makanan Jovita habis, Jovita kembali ke kamarnya tanpa berkata sepatah kata apa pun.
Jeff : “Pasti ada yang salah dengannya.”
Jovita masuk ke kamarnya dan kembali merebahkan tubuhnya. Ia mencari ponselnya saat mendengar ada pesan yang masuk. Pesan itu berasal dari nomor yang tidak dikenal. Pesan itu tertulis ‘pergi ke kafe hungry mom, besok pukul 10 pagi.’
__ADS_1
Jovita : “Siapa yang mengirimkan pesan ini?”