Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
41


__ADS_3

Resepsionis : “Anda siapa? Kenapa bertanya ruangan Pak Jeff?”


Jovita : “Em...saya saudarinya. Saya diminta untuk mengirimkan makanan ini kepadanya.”


Resepsionis : “Seingatku, Pak Jeff tidak memiliki saudari. Kau mencoba membohongiku, ya?”


Jovita : “Emm...tidak, saya benar-benar saudarinya.”


Resepsionis : “Kau tidak bisa mengelabuiku, aku sudah terbiasa dengan modus wanita-wanita yang mengagumi Pak Jeff. Dan kau pasti salah satunya, ya kan? Satpam!!”


Jovita : “Saya benar-benar em...saudarinya...”


Resepsionis : “Lihatlah, kau menjawab dengan ragu seperti itu. Masih mau ngakh-ngaku saudarinya. Satpam!!”


Satpam yang menghentikan Jovita datang.


Satpam : “Ada apa?”


Resepsionis : “Usir wanita ini! Dia penggoda Pak Jeff.”


Satpam : “Oh, kau ternyata penggoda Pak Jeff, tapi kau bilang tadi kau akan mengantar makanan untuk salah satu karyawan di sini. Kau ternyata seorang penipu, ya.”


Jovita : “Tidak! Saya bukan seorang penggoda ataupun penipu. Saya kemari memang benar-benar di suruh Pak Jeff.”


Resepsionis : “Halah...masih berani ngeles. Cepat bawa dia keluar! Jangan sampai dia masuk lagi.”


Satpam itu memegang tangan Jovita dan menyeret paksa Jovita keluar dari gedung. Dan Jovita berteriak-teriak untuk dilepaskan dan mengatakan jika ia disuruh Jeff datang ke kantor. Semakin Jovita berontak, semakin kuat juga si satpam menarik Jovita. Hingga akhirnya, rantang yang dibawa Jovita tumpah ke lantai.


Jeff : “Apa-apaan ini!”


Jeff berteriak hingga semua karyawan yang tengah berjalan menuju kantin kantor menoleh semua. Jeff datang dari lift bersama dengan Ryan. Jeff melihat makanan yang bercecer di lantai dan Jovita yang tengah di pegang oleh satpam.


Jeff : “Lepaskan dia.”


Satpam : “Emm...maaf, pak. Tapi orang ini telah mengganggu ketenangan kantor saat jam makan siang.”


Jeff : “Lepaskan dia!!!”


Satpam itu langsung meringkuk dan melepaskan Jovita. Jeff mengulurkan tangannya pada Jovita.


Jeff : “Kemarilah sayang.”


Jovita berjalan menuju Jeff dan Jeff langsung merangkul Jovita.


Jeff : “Kau diapakan oleh mereka? Hingga kau menjatuhkan rantang itu.”


Jovita : “Mm...tidak ada apa-apa. Aku...baik-baik.”

__ADS_1


Jeff : “Ryan, cari tahu dari kamera CCTV!”


Ryan : “Baik, pak.”


Orang yang ada di sana terlihat kebingungan dan seorang resepsionis tadi terlihat ketakutan, bahkan satpam pun juga ketakutan. Jeff membawa Jovita ke dalam kantornya.


###


Di dalam kantor Jeff


Jovita di dudukkan di sebuah sofa dan Jeff di sampingnya.


Jeff : “Apakah kau baik-baik saja


?”


Jovita : “Hm? Iya...aku...baik-baik saja.”


Jeff : “Benarkah? Sepertinya kau sedikit terkejut.”


Jovita : “Tidak...aku tidak apa-apa. Oh...ya, makanannya, makanannya tumpah...”


Jeff : “Sudahlah, jangan khawatirkan makanannya. Aku akan minta seseorang membawakan makanan kantin kemari, kita makan bersama di sini.”


Jovita : “Mm...oke.”


Ryan : “Ini adalah hasil rekaman CCTV yang ada di resepsionis.”


Jeff melihat rekaman CCTV dan mendengarkan dengan baik, apa yang dibicarakan seorang resepsionis dan Jovita. Saat seorang resepsionis mengatakan jika Jovita adalah wanita penggoda, tangan Jeff langsung mengepal.


Jeff : “Bawa resepsionis itu, kemari.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Ryan langsung pergi dari sana dan muncul seseorang membawa makanan yang di pesan Jeff. Orang itu menyajikan di atas meja di depan Jovita. Lalu pergi dengan menundukkan kepalanya.


Jeff : “Makanlah.”


Jovita : “Iya...”


Jeff : “Jangan pikirkan yang tadi, kau tidak salah. Dan harusnya kau tadi meneleponku, jika kau akan kemari.”


Jovita : “Aku...tidak ingin mengganggumu.”


Jeff : “Kau tidak menggangguku sayang, itu telepon darimu, artinya aku harus menjawabnya.”


Jovita : “Tapi kan kau memiliki banyak pekerjaan...dan bahkan kau lembur di rumah selama dua malam. Artinya kau sangat sibuk di kantor.”

__ADS_1


Jeff : “Aku tak sesibuk itu untuk menjawab teleponmu. Kau hanya perlu meneleponku ‘aku ada di kantormu, membawakan makan siang untukmu.’ Hanya kata itu saja, aku akan menjemputmu di bawah.”


Jovita : “Apa kau benar-benar akan menjemputku?”


Jeff : “Tentu saja...”


Tok...tok...tok...pintu diketuk, Jeff memintanya masuk. Ryan masuk dengan seorang resepsionis yang mengatakan bahwa Jovita adalah wanita penggoda. Ia menundukkan kepalanya saat menghadap pada Jeff. Dan seorang satpam juga muncul dari balik resepsionis itu.


Ryan : “Ini orangnya, pak. Dan di belakangnya adalah satpam yang menyeret nona.”


Jeff : “Kenapa kau bersikap seperti itu pada tunanganku?”


Semua orang yang ada di sana membelalakkan matanya, bahkan Jovita tidak kalah terkejutnya dengan perkataan Jeff.


Jovita : “Tunangan? Jeff kita ini hanya...”


Jeff : “Sudahlah sayang, kau tidak perlu malu mengakuinya pada mereka semua. Kita sudah bertunangan, jadi jangan menyangkalnya atau menyembunyikannya hanya untuk menjaga reputasiku.”


Jeff langsung memotong perkataan Jovita.


Jeff : “Bahkan kita sudah tidur seranjang dan kau masih malu mengakui bahwa kita sudah bertunangan?”


Resepsionis : “Sejak kapan?”


Tanpa sadar resepsionis itu mengatakan itu. Hampir semua karyawan wanita di kantor Jeff sangat menyukai Jeff, bahkan mereka tergila-gila dengan Jeff. Ada juga yang masuk ke kantor Jeff dengan sikap yang menggoda agar Jeff mau meliriknya ataupun mengajaknya kencan. Tapi semua itu sia-sia saja, karena Jeff hanya ingin wanita yang diinginkan saja, lalu membayar mereka sebagai kekasih bayaran.


Jeff : “Apa kau bilang?? Aku tidak dengar, katakan sekali lagi!”


Resepsionis : “Tidak, pak. Saya tidak mengatakan apapun.”


Jeff : “Katakan sekali lagi!!!”


Resepsionis itu berjongkok dan meminta ampun pada Jeff.


Resepsionis : “Ampuni saya, pak. Saya benar-benar tidak mengatakan apa-apa.”


Sambil menangis.


Jeff : “Ryan! Pecat dia, aku tidak ingin melihatnya lagi! Dan buat dia tidak diterima di perusahaan mana pun, biar dia hidup dalam kemiskinan. Buat keluarganya juga sengsara dan miskin.”


Ryan : “Baik, pak.”


Ryan menyeret resepsionis itu dan ia tetap berteriak-teriak meminta ampunan pada Jeff. Tapi Jeff tidak menggubrisnya.


Jeff : “Sekarang kau seorang satpam yang tidak tahu diri.”


Satpam itu menundukkan kepalanya dan ada rasa ketakutan dalam dirinya melihat Jeff memperlakukan resepsionis itu seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2